Dayamaya Gandeng Startup Indonesia Kembangkan Daerah 3T

Startup, sebuah drama Korea yang lagi booming akhir tahun ini. Noongil, sebuah aplikasi yang dibuat oleh Samsan Tech dalam drama tersebut berhasil membantu para tunanetra mengenali benda lewat smartphone.

Seperti Noongil, Dayamaya menggandeng Cakap, Atourin dan Jahitin, startup dari Indonesia membantu komunitas dan UMKM dalam mengembangkan potensi ekonomi digital di daerah 3T.

Daerah 3T dan Dayamaya

Daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) sangat diperhatikan oleh pemerintah. Dari program kesejahteraan hingga pendidikan, daerah 3T tak luput menjadi fokus utamanya.

Untuk mengembangkan potensi digital ekonomi di sana, Badan Aksesbilitas dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika melaksanakan program Dayamaya.

Dayamaya menggandeng startup e-commerce, komunitas, kelompok masyarakat dan UMKM digital bersinergi membuat solusi tepat guna di daerah 3T. Dari program ini diharapkan adanya percepatan kemajuan ke arah yang lebih baik.

Tiga inisiator yaitu Cakap, Atourin dan Jahitin menjadi tonggak awal kontribusi kepada masyarakat.

3 Startup Inisiator di Daerah 3T

Cakap

Cakap adalah partform online pembelajaran bahasa asing. Cakap berkontribusi meningkatkan kemampuan bahasa Inggris dan mendukung pengembangan daerah wisata.

Tak ayal, daerah wisata sangat membutuhkan SDM dengan kemampuan bahasa Inggris agar menarik jumlah wisatawan dan menciptakan pariwisata berkelanjutan.

Cakaptelah menyelanggarakan digital asesment di Kabupaten Sabu Rijua dan Kabupaten Sumba Timur, Provinsi NTT. Program melibatkan 250 pelajar tingkat SMA dengan menggunakan standarisasi CEFR (The Common European Framework of Reference for Language). Kegiatan daring ini diisi oleh guru bahasa Inggris asing (ESL Teacher).

Selain itu, Cakap memberikan pelatihan bahasa Inggris gratis melalui website resmi. Masyarakat pelaku industri dapat mendaftar langsung di sana. Kalimantan Selatan, Maluku Utara, Sulawesi Utara, dan Bangka Belitung sudah menjadi pendaftar dengan pendaftar terbanyak berada di Sulut dan Kalsel.

Peserta akan mendapatkan akses kelas webinar, e-book materi pembelajaran, video pembelajaran, evaluasi, dan pendampingan guru profesional dan lokal. Hasil akhirnya, peserta akan mendapatkan sertifikat penyelesaian kelas Cakap.

Atourin

Atourin sebagai perusahaan teknologi di sektor pariwisata yang menyediakan jasa dan layanan baik secara online maupun offline untuk industri pariwisata Indonesia.

Pada tahun 2019 lalu berkesempatan menyelenggarakan pelatihan dan sertifikasi pemandu wisata di Natuna
melalui program Dayamaya.

“Di masa pandemi ini, salah satu satu program kami yaitu melakukan pelatihan secara daring bagi pemandu wisata se-Indonesia. Kami ajarkan bagaimana cara membuat tur virtual. Salah satu sektor yang paling terdampak akibat pandemi adalah pariwisata. Dengan pelatihan ini, diharapkan pemandu wisata dapat memanfaatkan internet untuk menghadirkan layanan virtual tour baik kepada wisatawan dalam negeri maupun mancanegara” kata Reza.

Tur virtual, kata Reza, merupakan platform baru, yang dapat
dimanfaatkan untuk jangka waktu panjang, tidak hanya di masa pandemi saja.

Jahitin

Seperti Cakap dan Atourin yang memanfaatkan layanan digital, Jahitin Academy memberdayakan SDM dengan meningkatkan skill para penjahit di Provinsi NTT, khususnya di Sumba Barat dan Sumba Barat Daya.

Melalui workshop pengolahan limbah kain tenun, Jahitin mengajarkan bagaimana cara mengolah limbah tenun menjadi produk yang bernilai jual, seperti untuk membuat cushion pillow.

Tidak hanya itu, Jahitin juga membantu para penjahit agar dapat lebih mudah mengakses pasar. Dampaknya saat ini penjahit di Sumba sudah mendapatkan akses langsung berhubungan dengan Dinas Perdagangan.

Menurut Asri Wijayanti, masa pandemi ini dia dan tim melakukan pelatihan kepada para penjahit, bagaimana cara membuat masker sesuai dengan standar kesehatan yang difasilitasi oleh BAKTI dan Kementerian Desa, dan Pemberdayaan Daerah Tertinggal.

Hasilnya, para penjahit di Sumba
berhasil mendapatkan orderan membuat 5000 masker!

Baca juga: Begini Inspirasi Cinta Bumi Ala Dhita Erdittya

Harapan Program Dayamaya Bagi Indonesia

Sebagai sebuah bangsa, Indonesia merupakan negara yang memiliki keberagaman, dalam membangun daerah 3T pemerintah tentu tidak dapat bekerja sendiri. Untuk itu, peran dari para startup dan komunitas sangat diperlukan untuk bersama-sama bersinergi mempercepat pembangunan di daerah 3T.

Ari Soegeng Wahyuniarti, selaku Kepala Divisi Layanan Telekomunikasi dan Informasi untuk Masyarakat menuturkan, dengan merangkul stakeholder strategis, mereka yakin kita akan memiliki daya atau berdaya untuk bersama-sama membawa perubahan di daerah 3T.

Perbaikan dari sisi perekonomian berbasis ekonomi digital menjadi hal utama. Hal ini selaras dengan campaign yang Dayamaya angkat, yaitu Berdaya Bersama.

error: Content is protected !!