Re-opening Taman Air Menari Gratis di Jogja

Re-opening Taman Air Menari

Gerakan Bergerak Minimal 30 Menit

Tahu enggak, ternyata di Indonesia sudah ada himbauan Dinkes untuk bergerak minimal selama 30 menit dalam sehari. Biasanya, saya ngajakin anak jalan-jalan pagi. Namanya anak tuh seneng banget kalau diajak bergerak. Fitrah manusia memang, biar manusianya sehat. Tapi apa sih hubungannya antara bergerak dan sehat?

Kenapa Harus Bergerak?

Data Riskesdas tahun 2018 menunjukkan bahwa 33.5% masyarakat Indonesia di atas usia 10 tahun kurang melakukan aktivitas fisik. Padahal aktivitas fisik berguna untuk kebugaran tubuh, juga membantu stimulasi motorik halus dan kasar, dan penyerapan nutrisi yang sangat dibutuhkan dalam masa tumbuh kembang anak.

Bergerak Aktif untuk Anak

Kata dr. Mei Neni, hal yang perlu diingat itu adalah tubuh yang sehat adalah kombinasi antara nutrisi yang sehat dengan tubuh yang banyak bergerak aktif sejak dini. Jadi, kalau salah satunya tidak dipenuhi, akan terjadi risiko seperti diabetes melitus, hipertensi, dan jantung. Gerak aktif juga membantu optimasi proses metabolisme tubuh dan perkembangan otak.

Nah, begitu besar manfaat menggerakkan tubuh, apa mau kita lewatkan?

Wahana Gratis untuk Kesehatan Keluarga

Jogja kota istimewa seperti itulah sebutannya. Selama Sembilan  tahun saya menetap di sini, selalu ada saja pembaharuan yang bikin saya jatuh cinta. Salah satunya obyek wisata di tengah kota Jogja yang mengedukasi. Taman Pintar Yogyakarta namanya.

Wahana bermain di sana banyak banget. Ada yang indoor dan outdoor. Mulai dari sains, seni, bahasa, ada di Taman Pintar Yogyakarta. Salah satunya adalah Taman Air Menari untuk bermain air secara cuma-cuma.

Peluncuran Kembali Taman Air Menari

Pembukaan Kembali dihadiri dokter anak, ibu yang berpengalaman, pihak Taman Pintar dan Danone.

Nah, setelah beberapa lama Taman Air Menari (TAM) yang launching tahun 2008, tahun 2019 ini menjadi tahun barunya. Re-opening TAM menjadi salah satu bentuk aksi positif Danone di Indonesia. Kerja sama panjang dari 2014 ini berlangsung dengan Taman Pintar Yogyakarta.

Tanggal 2 Juli 2019 menjdi hari bersejarah juga bagi saya. Selain re-opening Taman Air Menari, saya bisa main lagi ke sana mengajak anak. Sudah lama saya menantikan momen ini.

Untuk bermain di TAM, kita hanya perlu membawa baju ganti dari rumah. Bisa juga bawa makanan dan minuman pelepas kelaparan setelah bermain. Jangan takut anak terpeleset, TAM menyediakan keset karet yang mencegah anak terjatuh. Selain itu, kita juga bisa main perang air dengan tembakan yang ada di empat penjuru di sekeliling TAM. TAM dibuat dalam bentuk lingkaran. Di tengahnya ada jamur besar untuk bertepi. Air mancur keluar dari dalam lingkaran yang agak turun dari lantai depan Taman Pintar.

Enggak bawa baju dan konsumsi untuk anak? Jangan khawatir juga. Di sebelah barat TAM menyediakan baju bernuansa Taman Pintar dan Yogyakarta. Toko ini menyediakan pula souvenir yang bisa dibawa pulang untuk oleh-oleh. Stan-stan makanan juga banyak berdiri di sekeliling halaman Taman Pintar.

Untuk mandi, anak bisa mandi di pancuran yang terpisah dari TAM. Pancuran mandi ini terletak di sebelah selatan TAM. Ada dua pancuran yang bisa dipakai untuk membilas tubuh. Berganti pakaian dapat dilakukan di toilet yang terletak di selatan Masjid Taman Pintar (area Taman Pintar bagian Timur).

Komitmen Danone Sarihusada di Indonesia

Sebagai kelompok usaha yang peduli akan kesehatan anak Indonesia, Danone di Indonesia dengan visi “One Planet, One Health” berkomitmen untuk membawa kesehatan ke sebanyak mungkin masyarakat dunia melalui makanan dan minuman termasuk edukasi nutrisi, hidrasi sehat, perilaku hidup bersih dan sehat, hingga aktivitas fisik yang teratur.

Salah satu bentuk aksi positif yang dilakukan oleh Danone di Indonesia adalah sebuah kerjasama panjang dengan Taman Pintar Yogyakarta dengan menghadirkan dukungan terbaru yaitu Wahana Taman Air Menari. Wahana ini merupakan wahana luar ruangan yang bertujuan untuk mengembangkan sisi kognitif dan motorik anak-anak di Yogyakarta untuk mendukung tumbuh kembang yang optimal.

Pengalaman Emak-emak Bikin Anaknya Sehat

Berfoto di depan Taman Air Menari

Dulu banget, sekitar tahun 2011, anak sulung saya berusia 2 tahun. Permainan yang disukainya adalah main air. Main air dari pancuran jadi kesehariannya. Dulu juga, saya sering bingung kalau ajak anak main air di pusat kota. Ada sih semacam waterpark atau kalau mau bisa ke pantai, tapi kadang pas bokek penginnya yang deket plus gratis.

Sayangnya, banyak mainan yang rusak. Himbauan untuk orangtua untuk mendidik anaknya merawat fasilitas umum. Biasanya gratis menjadikan orang enggak peduli terhadap fasum.

Nah, tanggal 2 Juli 2019, saya menjadi salah satu peserta undangan yang beruntung dpat hadir re-opening Taman Air Menari. Kenapa untung? Saya salah satu ibu yang suka banget ajak anak ke Taman Pintar Yogyakarta. Dengan ikut acara ini, saya bisa lebih banyak share informasi penting dengan bumbu pengalaman riil saya.

Ternyata, Danone Sarihusada sudah hampir 15 tahun bekerja sama dengan Taman Pintar dalam mengedukasi anak Indonesia. Pernah lihat ada gambar brand Danone di Tampin, kan? Danone berusaha untuk mendukung anak Indonesia dalam hal yang nutrisi lewat dan wahana untuk beraktivitas. Biar terintegrasi.

Dalam acara ini juga, saya dapat ilmu baru betapa pentignya nutrisi dan stimulasi dipadukan. Makanan yang didapat anak di atas usia dua tahun dapat mengikuti panduan Isi Piringku. Panduan ini terdiri dari 50% buah dan sayur, serta 50% karbohidrar dan protein. Jadi, seimbang. Protein untuk anak sebaiknya lebih banyak hewani. Daging merah menyimpan kandungan zat besi untuk tumbuh kembang anak.

Zat besi ini yang mendukung anak bertumbuh. Fakta yang menyedihkan, Indonesia memiliki 3 dari 10 anak yang mengalami stunting. Stunting itu lambatnya tumbang. Bisanaya sih ditandai dengan pendek, BB kurang, dan perkembangan lambat.

Saya baru tahu juga kalau pertumbuhan dan perkembangan anak itu saling memengaruhi. Jika anak tumbuh dengan baik, maka perkembangannya juga baik. Pertumbuhan bisa dilihat dari tinggi badan, berat badan, lingkar kepala, atau yang menunjukkan angka ukuran tubuh. Untuk perkembangan lebih kepada sudah sejauh apa anak bisa melakukan sesuatu, seperti merangkak, jalan, berlari, berbicara, dll.

Jadi, yuk ajak anak main ke Taman Air Menari di Taman Pintar Yogyakarta. Letaknya enggak jauh dari Malioboro, kok. Jadi, setelah belanja di Beringharjo, kita tinggal jalan kaki ke selatan setelah toko Progo.

Dukung anak sehat dengan terus bergerak!

Resto Wisata Joglo Pari Sewu, Menikmati Kuliner Sambil Bermain di Tepi Sungai

Kalau lagi weekend tuh, rasanya pengen refreshing bareng keluarga. Apalagi saya yang suaminya kerja dari Senin sampai Sabtu, bahkan kadang Minggu. Jadi, kalau ada kesempatan free aja sehari, suami atau saya pasti ngajakin main ke mana gitu.

Resto wisatanya seger banget yaa

Wisata Jogja menawarkan banyak pilihan. Ada pantai seperti Parangtritis atau Krakal, ada gunung seperti Merapi, ada taman bermain pendidikan seperti Taman Pintar, ada juga wahana bermain air dan lain-lain.

Biasanya, saya dan suami memilih tempat wisata yang setidaknya semuanya kejangkau. Yang paling utama tuh tempat bermain anak. Sekalian belajar di lingkungan wisata itu. Anak-anak kan perlu bereksplorasi biar banyak terstimulasi.

Selain bisa belajar, kami pun suka mencari tempat wisata yang aman dan nyaman bagi anak. Misalnya permainan di sana sesuai usia anak. Walaupun diawasi, terkadang anak-anak balita suka nyelonong hahaha. Lari ke sana kemari. Kan butuh banget tempat yang sesuai dengan mereka.

Kalau nyaman, kami memilih tempat yang ada toiletnya, musala/masjid, dan ada yang jual makan hehe. Asyik kan ya, bisa main. Abis itu capek dan laper, kami bisa langsung cus mengenyangkan perut. Apalagi anak kami yang kalau makan enggak bisa ditunda.

Pilihan wisata di Joglo Pari Sewu

Setelah lama enggak main bareng, Sabtu kemarin tanggal 13 April 2019, kami refreshing. Ada undangan ke Joglo Pari Sewu. Tempatnya di Bromonilan, Purwomartani, Kalasan, Sleman. Dari Candi Sambisari, kita bisa terus ke utara.

Kami datang pukul 8 pagi dan di sambut ramah oleh salah satu waitress. Setelah asyik berkeliling, berfoto dan lari-lari (anak saya maksudnya), kami diajak makan bersama dengan konsep yang wah! Kalau kamu mau membayangkan, suasananya kayak di pasar papringan yang ngehits itu. Iya, makannya di bawah rumpun bambu. Namanya Taman Bambu.

Monggo, mau pesan apa?

Uniknya, untuk makan kami hanya perlu bawa vocer. Jadi, saat di kasir, kita bisa menukarkan sejumlah uang dengan vocer tadi. Untuk weekdays, kita bisa menukarkan minimal Rp20.000 dengan empat vocer. Saat weekend, minimal Rp25.000 dengan vocer 5 eks. Jadi kalau dihitung, satu vocer bernilai Rp5000.

Vocer ini bisa dipakai juga untuk memasuki tempat wisata di resto ini. Ada rumah boneka dan naik floating boat kecil maupun besar.

Oya, kalau masih bingung soal pervoceran, di akhir tulisan saya tulis lengkap paket wisata dan biayanya ya.

Berapa sih vocer yang ditukar untuk setiap permainan?

Untuk rumah boneka, kita bisa menukarkan dua vocer per orang. Floating boat kecil hanya dengan tiga vocer dan ukuran besar dengan empat vocer.

Kalau untuk makanan, bagaimana menukarnya?


Nasi sayur buntil plus teri sambal. Lauknya tahu santan dan sate ati. Nyum!

Di area prasmanan, ada satu petugas khusus yang akan memandu kita saat pesan makanan. Begitu juga di area minuman. Yang kemarin saya pesan adalah nasi sayur (maksimal 2 macam sayur) seharga 2 vocer. Kalau ingin tambah lauk, bisa menukar vocer lagi. Saya pesen sate ati dan tahu jadi 1 vocer aja. Suami dan anak pesen sop cakar singkong seharga 1 vocer.


Sop cakar ayam singkong

Wedang Jahe dan Wedang Uwuh favorit!

Untuk minuman, suami pesen wedang uwuh dan saya pesen jahe. Masing-masing sama-sama bernilai 2 vocer. Kalau anak saya pesan jeruk hangat senilai 1 vocer.

Setelah kami mengenyangkan perut, wahana air menyapa untuk dinikmati. Karena anak enggak jadi bawa baju renang, plus kedalaman kolam renang alami sampai 2 meter, ya menikmati sungai yang bening dan berbatu menjadi pilihan. Duh, jadi inget masa kecil dulu ke sungai nyeser (menjaring) ikan. Hahaha.


Menyusuri sungai yang jernih.

Jangan khawatir, toiletnya deket banget kok sama sungainya. Jadi setelah selesai nyemplung, kita bisa langsung berganti pakaian.

Saat kami melewati jalan ke toilet, seorang anak sedang memanah sebuah papan sasaran. Nah, ini dia jemparingan course yang ada di Joglo Pari Sewu. Masih gratis loh kalau mau nyoba memanah.

Setelah asyik menikmati keindahan alam di dekat sungai, kami naik lagi ke dekat kasir. Di sana terdapat Rumah Boneka. Bisa membayangkan ya, apa aja isinya.

Rumahnya para boneka

Saat masuk, anak kami seneng banget memeluk banyak boneka. Apalagi ada temannya yang datang juga ke sana. Mereka main dengan gembira. Saat masuk, kita bakal disapa beraneka jenis boneka. Ada beruang, boneka donat, boneka tokoh kartun. Asyiknya, rumah ini beneran seperti rumahnya para boneka. Mereka semua punya ruang tamu, ruang makan, dapur, hihihi.

Oya, untuk masuk Rumah Boneka hanya dihargai dengan 2 vocer alias Rp10.000. Abis itu kita bisa puas mau foto ala instagram. Ya abis tempatnya emang instagramable sih.

Kenangan indah saat kecil kebanyakan didapat dari interaksi sama keluarga, terutama ayah bundanya. Nah, saat ada waktu untuk quality time, bisa banget kita cari tempat yang semuanya ada. Main, mengabadikan kenanga juga mengenyangkan.

So, resto wisata ini bisa jadi tempat rekomendasi di Jogja utara. Yang mau berknjung silakan kepoin:

  • www.jogloparisewu.com
  • IG: @jogloparisewu
  • FB: Joglo Pari Sewu
  • Twitter: @parisewu

Alamatnya di Bromonilan RT.008/RW.003, Bromonilan, Purwomartani, Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55571 .

Nih, saya kasih bonus foto-foto di sana yaa. Selamat menuliskan list tempat refreshing selanjutnya.


Nah, ambil makanan secukupnya aja ya. Jangan ada sisa.

Seneng banget ada resto yang peduli bumi kayak gini.

Area prasmanan makanan. Yuk dipilih-dipilih!

Area makan di bawah pepohonan dan dekat sungai.

Dari sini, kita bisa lihat sungai dari atas.

Paket Wisata
Untuk memudahkan dan memberikan pilihan yang menarik bagi pengunjung, Joglo Pari Sewu mempunyai banyak pilihan paket yang bisa dipilih sesuai kebutuhan pelanggan, dengan sistem pembayaran menggunakan kupon wisata yang bisa digunakan untuk pembayaran makanan, minuman dan keperluan wisata lainnya seperti masuk rumah boneka dan naik floating boat.

Nah, ini janji saya soal paket lengkapnya di Joglo Pari Sewu. Cek yuk!

Penukaran kupon bisa dilakukan di kasir atau meja yang disediakan dengan ketentuan:

  • Weekday : penukaran awal minimal Rp.20rb, mendapat 4 kupon
  • Weekend : penukaran awal minimal Rp25rb, mendapat 5 kupon

Kupon yang sudah didapat hanya berlaku untuk hari yang sama dan tidak bisa diuangkan kembali.

Paket Wisata Pagi Weekday
Paket wisata alam, berfoto di spot wisata alam sepuasnya dan sudah termasuk mendapat 4 kupon, hanya Rp.20.000/orang. Paket Wisata pagi weekday, berlaku di jam 07.00 – 09.00 WIB.

Paket Jajan Weekend

Paket wisata alam, berfoto di spot wisata alam sepuasnya dan sudah termasuk mendapat 5 kupon, hanya Rp.25.000/orang. Jika cuaca memungkinkan, menu makanan akan disajikan outdoor di Taman Bambu. Selain untuk jajan/kuliner, voucher juga dapat digunakan untuk masuk ke rumah boneka dan naik floating boat. Paket jajan Weekday berlaku di jam 07.00 – 10.00 WIB

Paket Wisata Air dan Rumah Boneka
Paket wisata berenang, naik floating boat dan masuk rumah boneka, hanya Rp20rb/orang atau 4 kupon, sangat ekonomis jika dibandingkan beli per tiket yang dikenakan harga normal yaitu:

  • Naik floating boat kecil : 3 kupon/orang/10 menit
  • Naik floating boat besar : 5 kupon/orang/10 menit
  • Masuk rumah boneka : 2 kupon/orang.

Paket Wisata Air dan Rumah Boneka berlaku di sepanjang hari dan jam operasional, 07.00 – 18.00, khusus untuk berenang dan floating boat, hanya sampai jam 16.00.

Berangkat Kajian bareng Anak, Mengapa Tidak?

Dulu, aku sempet bingung kalau mau ajak anak ikut kajian. Di satu sisi, aku pengennya serius ndengerin. Takut kalau anak malah jadi bikin buyar konsentrasinya gitu. Hehe. Lagian, setelah sekian purnama enggak pernah berangkat kajian, rasanya pengen ngerasain sendirian menerima pencerahan.

Tapi ternyata, setelah dipikir-pikir, itu cuma alasanku doang sih biar mundurin terus aksi buat ngaji lagi. Terlalu lama nyaman di rumah, apalagi jarang ke masjid, emang bikin diri itu mualeeees minta ampun kalau ada kajian agama. Ya Rabb, kudu bener-bener dipaksaaa.

Akhirnya, aku cobalah nyari temen yang mau ngancani kajian. Sambil nyari-nyari acara kajian gitu yang setidaknya deket dari rumah, bisa bawa anak, jamnya pas dan juga pas temanya. Hampir berbulan-bulan, aku ngepoin salah satu akun instagram. Berhubung aku di Jogja, aku ikutin tuh @infokajianjogjakarta yang selalu update kalau ada kajian-kajian di sekitaran sini. Bisa follow ya di sini.

Nah, kemarin sore aku ngajakin salah satu temanku (yang udah kenal dekat), untuk ikutan kajian tema Menjadi Kekasih Alquran di Masjid Darunnajah UAD 3. Kalau untuk isi kajian, belum aku share di sini ya. Cuma mau cerita aja, apakah worth it bawa anak di masjid pas kajian?

Balik dulu ke anaknya ya. Anak saya yang balita (usia 3 tahun 10 bulan), fitrahnya dalam mendatangi masjid itu bisa diacungi jempol. Kalau menelisik dari keseharian, aku dan suami biasanya solat di rumah. Nah, pernah suatu ketika, kami mendapat kontrakan yang deket banget sama masjid.

Setelah itu, kami jadi lebih deket kalau mau ke masjid. Kayaknya emang faktor nyari kontrakan itu yang pertama adalah tanyakan apakah rumahnya deket masjid apa enggak. Lebih ke kebiasaan sih, kalau deket, rasa malasnya bisa mulai dipaksa rajin karena alasan jauh enggak ada lagi.

Nah, setelahnya, anak ini kok jadi selalu meminta kami ke masjid tiap azan. Fitrah solatnya anak itu emang belum tercederai ya, menyembah kepada-Nya. Jadilah, sampai hari ini, aku mencoba untuk menyiapkan anak saat akan ke masjid. Misal solat zuhur, solat Jumat dan solat Magrib.

Balik lagi ke kajian, karena anaknya udah biasa ke masjid, dia jadi udah tau adab-adabnya. Misal enggak boleh berisik dan mengganggu. Jadi saat ustaz menyampaikan ilmu, dia asyika aja. Apalagi ada snack sih, hahaha.

Sampai akhir acara, anaknya okay aja sampai solat Magrib sekalian di sana. Alhamdulillah, ini awal yang baik buat kami hijrah bareng-bareng. Doain ya, kami bisa istikamah. Oya, aku mau kasih tips nih buat orangtua yang mau ajakin anaknya kajian, apalagi yang baru pertama kali. Cek di bawah ini ya.

  1. Cek toilet training anak apakah sudah lulus. Biasanya anak sudah bisa bilang kalau dia mau pipis atau pup dan sudah tidak ngompol.
  2. Cek apakah anak lagi fresh. Cukupi makan, minum dan tidurnya. Kalau bisa bawa bekal makan dan minum. Cukupkan jam tidurnya, bisa persiapkan dia tidur dulu sebelum kajian atau pilih kajian yang jamnya tepat untuk anak, misalnya pagi atau sore.
  3. Cek bawaan jika mengendarai sepeda motor. Karena aku pakai motor, jadi kasih tipsnya pada kondisi anak saat di jalan. Pas kemarin, aku bawa jarik yang bisa ngiket anak kalau dia ngantuk. Apalagi jalannya cuma berdua, suami belum bisa nemenin.

Sekian pengalaman kami, semoga bermanfaat ya. Kalau ibu atau ayah sekalian, punya tambahan tips enggak? Atau ada yang punya kumpulan ibu-ibu ngaji bawa anak? Boleh loh aku diajakin.

Wujudkan Anak Unggul Indonesia dengan Modul IYA BOLEH Dancow

Pernah enggak sih terpikir karena rasa protektif kita sebagai orangtua, lalu kita lebih suka ngelarang hal-hal yang anak minta untuk bermain? Misalnya nih, anak lagi suka nggali tanah, lalu dia pakai tangannya sampai warnanya hitam-hitam? Hihihi. Boleh enggak?

Ada orangtua yang jawab Boleh. Ada juga yang enggak ngebolehin. Bisa dipastikan, semua orangtua sayang anaknya. Semua orangtua pasti punya alasannya masing-masing sesuai tujuan pengasuhan keluarga.

Kali ini, kita bahas tentang orangtua yang bolehin aja ya. karena membolehkan itu udah good, but ada hal lain yang perlu disiapkan untuk menuju good ini.

Jadi, selamat dulu nih bagi orangtua yang sudah mau memndukung kebebasan anak bereksplorasi. Dari jawaban IYA BOLEH, kita sudah membuat anak mengembangkan kecerdasan. Tapi, apa iya kita cuma kasih jawaban saja tanpa ada persiapan?

Sebelum kembali ke persiapan, kita ngomongin tentang masa depan suatu bangsa yuk. Dari sumber modul sejuta iya boleh, hal ini ditentukan dari seberapa unggulnya kualitas generasi penerus, termasuk populasi anak.

Apa itu sih Modul Sejuta Iya Boleh? Nanti kita bahas di paragraf terakhir yaa.

Sumber: Modul Iya Boleh

Persiapan anak bebas bereksplorasi dimulai dari tiga pilar utama, yaitu:

Stimulasi

Untuk hal ini, stimulasi anak sesuai usianya. Tiap usia akan berbeda-beda masa tumbangnya (tumbuh kembang).

Dala hal kesehatan fisik, awasi tinggi anak saat usianya 1 tahun. Di sini, anak-anak akan mengalami fase tinggi badannya 1/2 dari masa dewasanya. Pada saat usia ini pun, otaknya mulai berkembang. Dia akan mencapai 80% saat anak 2 tahhun dan terus meningkat pada saat usia 5 tahun sebesar 10%.

Kita dapat mendukung eksplorasinya dengan stimulasi sebagai berikut:

Masa 1 Tahun: ajari anak bermain balok susun, mendengar dan menjawab pertanyaan anak.

Masa 3 Tahun ke atas: ajari anak mencuci tangan dan kaki, ajari anak huruf alfabet, dan ajari anak berlari dan bermain bola.

Usia 5 tahun ke atas: ajari anak bermain sepeda, bantu anak menuliskan namanya, dorong anak membantu pekerjaan rumah.

Cinta


Cinta paling utama adalah dari orangtuanya. Bonding kita dengan anak sangat mempeengaruhi. Biarkan anak belajar lebih banyak. Alih-alih melarang dia bermain tanah, mending kita siapkan secara aman. Jika usianya sudah melepas fase oral (ditandai dengan tidak memasukkan sesuatu ke mulutnya), orangtua bisa ikut menemani anak saat dia bermain. Malah, dukungan orantua yang seperti ini yang dibutuhkan.

Setelah anak sudah terbiasa mencoba, skillnya terasah. Baik skill motorik halus dan motorik kasar meingkat. Anak semakin cerdas karena bebas bereksplor.

Di saat skill motorik meningkat, anak akan fight. Kepercayaan dirinya akan ikut meningkat. Apa yang dia bisa lakukan, akan dia lakukan tanpa disertai kekhawatiran orangtua. Pernah enggak merasa anak ‘kesetrum’? Orangtua badmood, anak ikut rewel. Nah, ini akan terjadi sebaliknya dalam hal positif.

Nutrisi

Tantangan kita saat ini adalah penyakit yang mengancam anak. Dari penelitian, sebanyak 41,9% anak usia 1-4 tahun menderita ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Atas). Selain ISPA, diare mengancam anak rentang usia ini sebanyak 12,2%. Sebagaimana yang kita tahu, kejadian infeksi yang berulang akan menghambat tumbuh kembang mereka.

Maka, nutrisi yang seimbang merupakan kunci untuk membersamai anak menjadi Anak Unggul Indonesia. Misalnya, probiotik sebagai nutrisi perlindungan bisa didapat dari lactobacillus rhamnosus akan membantu lindungi saluran pernapasan, daya tahan tubuh dan juga saluran cerna.

Untuk memberi makanan bakteri probiotik tadi, inulin berperan besar sabagi prebiotik. Dengan adanya kedua hal tadi, risiko ISPA turun 37%, daya tahan tubuh mrningkat dan risiko diare turun sampai 63%.

Nah, semua manfaat ini bisa kita dapatkan di Netsle Dancow Advanced Excelnutri 1+, 3+ dan 5+. Baru-baru ini, 1 juta orangtua telah menyetujui untuk katakan IYA BOLEH. Dancow pun merespon bangga dengan meluncurkan Modul “Iya Boleh untuk Anak Unggul Indonesia”. Kita bisa mengakses secara online di sini.

Halaman dancow.co.id/dpc
BIsa login dulu, lalu aktivasi by email.

Selain modul, kita bisa mengecek sejauh mana pertumbuhan dan perkembangan anak, stimulasi yang kita bisa lakukan sesuai usianya apa aja, bagaimana kita mencintai anak kita pun dibahas di sana.

Tanggal 8 April 2019 kemarin, saya diundang untuk ikut membagikan informasi ini kepada semua orangtua. Acara dimeriahkan oleh berbagai adik-adik dengan tariannya. Selain itu, ada acara talkshow membahas tentang modul ini.

Asyiknya, dalam laman dancow.co.id, ada kuesioner yang bisa kita isi sesuai apa yang sudah dilakukan anak. Nah, ini hasil dari observasi Akhtar (3 tahun 10 bulan).

Alhamdulillah.

Ayah Bunda juga mau ikutan? Cus langsung ke www.dancow.co.id. Temnukan panduan kita sebagai orangtua, biarkan anak bereksplorasi dengan aman, dan terus pantau tumbuh kembangnya. Jadilah anak unggul Indonesia ya, Nak!

Tips Membersamai Anak Aktif agar Sehat saat Rekreasi

Halo, Bunda, Halo, Ayah!

Selama ini merasa enggak sih kalau anak-anak kita—apalagi yang usianya balita—sangat aktif. Bentar-bentar lari, ngomong terus, ketawa terbahak-bahak, dlsb.

Tadinya duduk di sebelah pojok mainin mainan A, eh, beberapa saat lagi udah pindah tempat sambil maninan yang lain. Kalau kata teman-teman saya, anak balita tuh selalu full charge. Enggak pernah kehabisan energi. Kecuali kalau dia ngantuk. Sama enggak, ya?

Alhasil, kita para Bunda yang kewalahan. Yang sudah jadi ibu bekerja, lalu di rumah anak masih saja full melakukan banyak aktivitas. Ibu rumah tangga yang menyelesaikan kerjaan, plus kudu nemenin anak setiap waktu. Capek?

Semakin besar, saya merasa semakin pusing dengan keaktifan anak saya yang berusia 3,5 tahun. Pernah sekali waktu, saya akhirnya memilih diam melihat rumah yang super berantakan. Tadinya, saya lebih memilihi selalu membereskan apa yang anak mainkan. Agar selalu rapi rumahnya.

Ternyata, ekspektasi itu terlalu tinggi, Bun! Rumah tak akan rajin sebelum anak-anak beranjak besar, kata ibu saya saat saya bilang rumahku kayak kapal pecah. Ah, lalu kapan saya bisa nyantai melihat rumah rapi dan membaca buku dengan tenang?

Tapi, lama-lama saya jadi tahu alur kegiatan anak setelah membaca artikel dari dr. Grace Judio-Kahl M.Sc M.H, seorang pemerhati gaya hidup dalam republika.

Anak yang bergerak aktif itu baik untuk kesehatan fisik juga jiwanya.

Wah, ternyata Allah sudah menciptakan sedemikian rupa manusia sesuai usianya agar bisa bertumbuh dengan baik. Anak-anak akan otomatis selalu bergerak aktif ya karena mereka butuh stimulasi tersebut.

Dulu saya sering dengar sih kalau anak-anak tetangga saya selalu dipenging (dilarang) jangan lari-lari nanti jatuh. Duduk diem aja, manut (penurut) dan lain-lain. Stereotipe dari lingkungan sekeliling saya membawa pikiran saya jadi lelah saat anak bergerak. Untungnya sih, saya tidak sampai melarang. Hanya rasa sebel gitu dalam hati.

Lalu, saya sering menemukan fakta jika anak saya diajak jalan keluar reaksinya excited. Walaupun hal remeh seperti menemani saya beli sayur di warung, lihat air di sungai, lihat sapi di kandang tetangga, dll. Dari situlah, saya mulai membuat jadwal berpergian dengan anak tiap hari. Berdua ya, kalau bersama suami saat beliau sedang libur saja.

Kenapa sih setiap hari? Begini, saat saya menemukan fakta anak excited pergi jalan, saya lihat jam tidurnya lebih cepat dan tidurnya lebih nyenyak. Mungkin karena energi besar di dalam tubuhnya dimaksimalkan keluar semua.

Oya, kata Grace, anak berbeda dengan orang dewasa. Kaki anak itu jika diregangkan akan lebih pendek jaraknya daripada kita, orangtuanya. Maka, saat kita berjalan, kita melihat seperti anak lebih banyak bergerak atau bahkan berlari. Ini karena anak mengimbangi langkah kita saat berjalan.

Belum lagi, kita orang dewasa belajar dari mengamati, banyak membaca, browsing, dll. Nah, anak kita dalam masa krusial golden age, banyak belajar dari lingkungannnya. Dia harus aktif bergerak dengan semua panca inderanya. Lalu, dengan bergerak, berarti anak sedang mengolah raganya. Yaps, berolahraga.

Dari semua fakta tersebut, saya akhirnya membuat jadwal rutin untuk nge-date saat hari libur ayahnya. Kita semua keluar di hari Minggu. Entah hanya ke alun-alun kidul Yogyakarta, lihat bus di terminal, ke Taman Pintar, dll.

Maka, sebelumnya saya selalu memberikan briefing sebelum berangkat. H-1 adalah hari di mana saya bilang bahwa besok kami mau ke mana dan jam berapa. Saya akan menyiapkan keperluan kami sekeluarga. Paling penting adalah kebutuhan dasar, makan-minum, baju ganti dan keperluan ibadah.

Nah, sebelum berangkat biasanya pagi saat anak bangun. Saya akan menyambutnya dengan salam lalu mengabarkan bahwa hari ini hari jalan-jalan kita. Lalu, saya akan membantu anak mandi. Menyiapkan kebutuhan dasar dan memastikan lagi semua urusan di luar lancar dengan berdoa sebelum melakukan kegiatan.

Nah, kami sekeluarga menyebut jalan-jalan kami dengan kata rekreasi. Kenapa rekreasi? Rekreasi menurut Wikipedia berasal dari bahasa Latin re-creare. Kata ini mengandung arti secara harfiah ‘membuat ulang’. Jika dijabarkan, rekreasi itu bermakna penyegaran kembali kegiatan jasmani dan rohani seseorang. Nah, ini pas banget sama misi kami sekeluarga, juga kegiatan anak.

Untuk menyegarkan diri, kami tak luput dari kata kesenangan saja. Saya dan suami memberikan rasa aman dan nyaman di sana. Pun edukasi juga kami hadirkan. Maka, inilah tips membersamai anak aktif agar sehat ala kami saat rekreasi. Karena kami keluarga Adhiyaksa, boleh lah ya saya tulis ala Adhiyaksa. Hihihi.

Bermainlah Layaknya Kita Teman Anak

Ini tips pertama kami. Dulu, saya membiarkan anak kami bermain di semua wahana yang ada. Namun, karena anak kami sendirian, dia merasa perlu seseorang yang bisa bermain dengannya.

Maka, saya atau ayahnya akhirnya terjun bermain dengannya. Walau terkadang, anak akhirnya bertemu teman sebayanya dan bisa main bareng, tips ini tetap kami pakai sewaktu-waktu saat dibutuhkan.

Biarkan Anak Mencoba Sesuatu yang Baru dan Amati

Ada kalanya, anak mengeksplorasi lingkungan rekreasi dengan aktif dan inginnya sendiri. Tak apa. Kita sebagai orang bisa ‘melepas’ anak dengan mengamati dari jauh.

Lihat dulu wahana bermain anaknya, jika aman, kita bisa duduk di dekatnya sambil mengawasi.

Biarkan Anak Bereksplorasi dan Bimbing Temani Saat Dia Belum Mampu

Nah, ada kalanya juga anak enggak mau sendirian. Maunya ditemani di sisinya. Tak apa juga, anak kan masih beradaptasi. Semakin sering latihan, anak akan menyimpan memori cara bermain di sana.

Selain itu, anak akan merasa aman dan nyaman saat orangtua memberikan kepercayaan penuh saat berada di sisinya. Jika mau mengembangkan kepercayaan diri anak agar berani bermain sendiri, lakukan perlahan.

Jelaskan tentang permainan yang Dia Mainkan dengan Sederhana

Sering saya menemui anak bermain tapi bingung bagaimana caranya. Nah, di sini kita bia terjun menjadi pembimbing. Jelaskan sesuai bahasa yang mudah anak tangkap.

Misalnya saat saya bermain katrol dengan anak. saya coba dahulu caranya dengan menarik talinya. Lalu, saya ajak anak menghitung jumlah katrol sambil menunjuk katrolnya.

Bermain Peran saat Membersamai

Biasanya, anak suka imajinasi. Anak usia balita mengembangkan imajinasinya dengan cara bermain peran. Anak saya suka sekali dengan hal ini, apalagi jika saya atau ayahnya ikut berperan di dalamnya.

Misalnya ada bus besar yang bisa dinaiki, kami naiki bersama. Kami menyetop bis lalu menaiki dan duduk di sana. Saya mencoba menunjuk pemandangan dan bilang ke anak di sana ada apa? Nanti anak akan merespon sesuai kesukaannya. Di sana ada pohon, Nda. Misalnya.

Siapkan kebutuhan dasar anak. Siapkan makan dan minuman yang praktis dan sehat.

Nah, ini adalah hal yang tak kalah penting. Saat anak bermain, semua energi kimia di dalam tubuhnya akan dibakar menjadi energi gerak. Lama-lama, anak akan capek dan memerlukan asupan nutrisi.

Saya biasanya menyediakan camilan dan minuman bernutrisi. Karena dulu di keluarga saya saat MPASI lebih berprinsip untuk berikan gulgar (gula dan garam) seminimal mungkin, saya mencari susu UHT full cream tanpa gula garam. Alhamdulillah, saya menemukannya. Salah satunya adalah susu UHT #IndomilkUHTKidsFullCream.

Senyum manisnya mau minum susu UHT Indomilk Kids Full Cream 🙂

Selain, tanpa gula dan garam, susu ini cocok untuk anak di atas 1 tahun, loh. Alhamdulillah juga, anak saya cocok dengan laktosanya.

Jadi, biasanya saya akan menyediakan camilan sehat sekali hap di snack time. Ini saya berikan 2 jam sebelum jam makan. Tadinya, saat saya memberikan susu yang berisi gula garam, anak sering menolak makan siang. Mungkin selain air sudah memenuhi perut, gulanya juga memberikan rasa kenyang.

Asupan Bernutrisi untuk Anak #AktifituSehat didapat dari susu UHT ini. Kandungan kalsiumnya juga tinggi, pas sekali kan untuk anak yang terus bergerak aktif. Tiap kami rekreasi, camilan dan susu UHT ini menjadi ‘teman’ bagi anak saya.

Karena berkemasan, kami yang sedang minim sampah selalu membawa pulang kemasan mini susu UHT ini. Jadi, enggak kami buang di temoat sampah saat rekreasi. Kemasannya akan kami daur ulang menjadi tempat aksesoris. Nantinya, saya akan bikin tutorial DIY dari kemasan mini susu UHT Indomilk Kids Full Cream ini di akun youtube

Nah, karena saya ingin berbagi juga kepada para blogger yang memiliki anak berusia 2 sampai 5 tahun, saya ingin ajak kalian untuk mengikuti lomba blog competition dengan review Indomilk UHT Kids Full Cream, nih.

Silakan ya kepoin di sini untuk syarat dan tata caranya. Semoga kalian menjadi salah satu yang beruntung.

Pakai Interlac, Probiotik Bebas Laktosa untuk Kesehatan Saluran Cerna Anak

Baru empat hari usia anakku saat itu. Jemarinya yang mungil masih menggenggam. Mata keciilnya menatap dengan samar. Namun, anehnya perutnya semakin membesar.

“Anak Ibu belum BAB sampai hari ketiga ini. Kami pantau lagi ya, Bu, semoga esok sudah bisa BAB.”
Aku tertohok. Ibu mana yang tidak sedih melihat anaknya selalu gumoh setelah menyusu. Semua ASI yang masuk lewat kerongkongannya, kembali menuju mulut. Pun ditambah permasalahan belum BAB ini.

Ya Rabb.

Keesokan harinya, si bayi mungil itu dirawat inap di NICU PICU. Selama satu minggu. Setelah aku runut pengalaman ini, aku mulai paham bahwa bayi mengalami hal ini karen kekurangan probiotik.

Probiotik dan Interlac

Senada dengan pernyataan dr. Intan Dewi, probiotik adalah bakteri baik yang dapat hidup di saluran cerna dan memegang peranan penting dalam kesehatan dan pencegahan penyakit pada manusia.

Alhamdulillah, saya bisa berkesempatan mengikuti talkshow bertajuk Tips Menjaga Kesehatan Saluran Cerna Anak oleh Interlac di hari Ibu. Qodarullah. Di sana, saya benar-benar tercerahkan.

Dalam penelitian, ditemukan bahwa bayi yang lahir melalui operasi caesarian cenderung minim terpapar probiotik alami. Probiotik alami ini dihasilkan paling banyak dari lubang vagina ibu. Jalan lahir janin untuk keluar menemui dunia! MasyaAllah. Allah menciptakan segala sesuatunya sempurna.

Kalau kita kekurangan bakteri baik di vili-vili usus, makanan yang diserap akan cenderung susah diserap dan diproses menjadi sisa makanan atau feses (BAB).

Maka, selain serat khusus, bakteri baik sangan berperan dalam kesehatan sistem pencernaan.
Sebenarnya, manusia normal memiliki bakteri baik loh di dalam ususnya.

Nah, Interlac sendiri adalah nama produk bakteri baik ini. Probiotik yang digadang-gadang dengan kemampuan super yang teruji klinis. Bahkan, Interlac adalah satu-satunya produk probiotik di Indonesia yang mengandung Lactobacillus reuteri Protectis.

Manfaat Interlac

Interlac punya versi untuk bayi baru lahir loh. Namanya Interlac Drops. Ini nih manfaat Interlac drop:

  1. Mencegah dermatitis atopic
  2. Membantu mencegah infeksi (demam, influenza, diare)
  3. Menaikkan imunitas bayi terhadap alergi.

FYI, Diare, Gumoh, Konstipasi dan Kolik pada Bayi, bisa kita ikhtiar memakai Interlac ini.

Untuk Interlac secara umum, banyak banget manfaatnya. Pertama, membantu memelihara kesehatan saluran cerna, terbukti efektif mengatasi diare dan sembelit juga efek samping dari antibiotik.

Apa Saja Varian Produk Interlac?

Interlac Drops

By: Dhita Erdittya

Untuk varian ini, aturan pakai 1×5 tetes per hari. Jadi, anak diminumkan 5 tetes sekali saja dalam sehari.

Untuk penyimpanan di suhu ruang sebelum tutupnya dibuka. Kalau sudah dibuka, disarankan simpan dalam kulkas.

Kocok dulu ya sebelum diminumkan, lalu tuang ke sendok makan. Rasanya netral (plain), kok. Satu botolnya berisi 125 tetes dan bisa digunakan untuk 25 hari.

Interlac Sachet

Varian sachet ini, aturan pakainya 1 sachet per hari. Boleh dilarutkan dengan sedikit air. Diusahakan habis agar tak ada yang terbuang. Netral, kok, rasanya.

Untuk penyimpanan disarankan simpan dalam kulkas.

Interlac Tablet Kunyah Strawberry dan Lemon

Kalau yang ini, bisa dikonsumsi pada anak yang sudah pandai menangani makanan padat. Anak saya suka banget varian ini. Rasanya seperti permen strawberry.

Ada juga varian lain untuk tablet, rasa lemon. Dikunyah aja kok cara minumnya. Penyimpanan di dalam kulkas ya.

Ngepoin dan Beli Interlac di Mana?

Duh, anakku sembelit nih. Dikasih probiotik apa ya yang tak ada efek samping?

Interlac dong. Iya, hasil penelitian menyatakan Interlac aman. Bahkan untuk bayi baru lahir. Interlac tidak mengandung laktosa, cocok untuk anak yang alergi susu sapi.

Nah, kalau mau kepoin tentang Interlac, mereka punya sumber informasi lengkap di sini:

Website : www.interlac-probiotics.com
Instagram : @interlacprobiotics
Facebook : interlacprobiotics

Jadi, mau beli nih? Saya bisikin ya tempatnya, Bun. Interlac dapat dibeli secara offline di Guardian, Viva Health, baby shops dan secara online di Mothercare.co.id, JD.ID dan Orami.

Akhtar dan Sahabatnya, Interlac Tablet

Anakku menamainya permen bakteri. Interlac tablet setelah talkshow saya tawarkan ke anak. saya sounding kalau di dalam perut butuh bakteri baik agar perutnya sehat. Jika perut sehat, maka Akhtar bisa BAB sendiri.

Maka, setiap pagi, dia mengambil sendiri permen bakterinya. Lalu dia akan izin membuka kemasannya. Tablet yang rasanya strawberry ini emang berasa kayak permen. Jadi, anak-anak yang sudah dalam usia 3 tahun seperti Akhtar, pasti suka.

Alhamdulillah, setelah mengonsumsi Interlac, saya juga memberi treatment sesuai petunjuk dr. Intan dengan memberinya minum 1 L air/hari, rutin mengajak ke toilet dan jongkok sampai dia berasa ingin BAB di jam yang sama.

Eh, selain ikhtiar dengan Interlac, saya juga memberikan makanan serat seperti sayur dan buah. Tak hanya memberikan probiotik saja, kita sebagai orang tua juga bisa berikhtiar maksimal dengan membiasakan pola hidup sehat secara rutin.

Sumber: Talkshow

Review 14 Hari Keramas Pakai Shampoo ala Thibbun Nabawi, Azalea The Real Hijab Care

Memasuki sebuah kafe unik di tengah kota Jogja, saya bertanya ke salah satu pramusaji di sana.

“Mbak, acara shampoo hijab Azalea di ruangan mana ya?” 

Dengan ramah, mbaknya menjawab bahwa acara ada di lantai dua. Maka, bergegaslah saya naik. Sudah ada separuh yang hadir. Kali ini, saya dapat undangan blogger gathering dari Azalea. Sebuah brand dengan produk shampoo yang sedang diusung ini ber-dress code biru putih, menjadi pilihan. 

Kebanyakan yang datang adalah wanita berhijab, nih. Misi apa yang akan dilancarkan ya dengan menyasar hijabers (sebutan wanita berhijab)? Sebentar, mundur lagi deh, saya pengen tau dulu. Pernah denger enggak, shampoo bernama Azalea? Dan apa sih keunggulan yang ditawarkan? Nanti kita bahas di akhir ya. Mau saya ceritain dulu tentang Azaleanya.

Biru hijau nan indah dipandang mata.
(Sumber: Dok. pribadi)

Pak Gondowangi adalah seorang pengusaha yang bergerak pada bidang budidaya rumput laut dan kosmetik sekitar tahun 1970. Mulai tahun 1972 dibukalah Klinik Gondowangi untuk meneliti perawatan rambut. Tiga puluh tahun meneliti, lahirlah shampoo Natur tahun 2000 yang menawarkan shampoo alami dengan bau khas alami, Azalea dikembangkan tahun 2016 terinspirasi Natur. Pengembangannya dalam bentuk modern, eye-catching dan lebih wangi. 

My First Experience

Pulang dari event Azalea, saya diguyur hujan. Tadinya, saya kok merasa akan ada percobaan pakai shampoo ini pas acara, makanya saya sengaja enggak keramas. Eh, ternyata pungguk merindukan bulan eaaa. Tapi, saya senang sekali dioleh-olehi produk Azalea berupa shampoo dan hair mist. Duh, rezeki anak sholehah ini. artinya, saya bisa coba sendiri sensasi thibbun nabawi yang diusung. Tentang thibbun nabawi akan saya jelaskan di bawah subbab ini ya.

Sore harinya, saya udah gatel pengen pakai shampoo, tapi bocah lagi riweuh. Akhirnya saya bergelimang minyak di antara helai rambut. Udah sebal rasanya, pengen cepet-cepet cuci rambut. Biar nemenin anak juga wangi, apalagi suami. Eaaa.

Akhirnya, saya coba negosiasi sama anak. bilang kalau saya mau keramas sebentar saja. Oke fix, saya boleh keramas sementara anak bermain sama Ayahnya. Masuklah saya ke kamar mandi, rambut sudah saya julurkan ke depan. Setelah diguyur air, shampoo saya tuangkan ke telapak. Bentuknya cair berwarna coklat bening. Rasanya segar sekali membaui wangi Azalea shampoo ini. Wanginya soft, enggak bikin kepala puyeng.

Uhm, wanginya segar alami dan soft! (Sumber: Dok. Pribadi)

Terinspirasi dari Thibbun Nabawi

Pernah mencoba pengobatan alami enggak saat sakit? Misalnya nih, saat jerawatan lalu pakai air jeruk nipis yang dioleskan. Saat demam minum air madu, dlsb. Alami berarti natural, sesuatu yang berasal dari alam. “Tidaklah Allah menurunkan penyakit kecuali Dia turunkan untuk penyakit itu obatnya.” (HR. Bukhari no. 5678 dan Muslim, dari Abu Hurairah). Dari hadits tersebut, kita akan meyakini bahwa setiap penyakit terdapat pula kesembuhannya.

Sebenarnya, thibbun nabawi adalah pengobatan yang didasarkan pada Alquran dan Hadits yang shahih (berasal dari Allah dan juga petunjuk yang mana perantaranya Rasulullah). Hikmahnya nih, kita meyakini sesuatu yang pasti. Bukan sangkaan seperti pengobatan dengan menyandarkan pada selain Allah.

Mungkin, jika melihat riwayat zaman dulu, pengobatan kita sekarang lebih canggih. Namun, pernah berpikir enggak kalau pengobatan saat Rasulullah hidup juga canggih. Diriwayatkan dalam buku Pedoman Penyembuhan Penyakit Menurut Ajaran Rasulullah SAW (2005), bahwa sahabat nabi yang bernama Urfajah Ibn Ash telah kehilangan hidungnya. Hidungnya terpotong saat perang. Para tabib membuatkan hidung palsu, namun setelah beberapa saat hidung palsu itu berkarat. Maka dicarilah logam lain yang anti karat. Ketemulah emas, lalu diusulkannya kepada Urfajah.

Tapi dalam islam, seorang muslim (laki-laki) tidak dibolehkan memakai emas. Maka, Urfajah menemui Rasulullah untuk meminta izin. Ternyata, rasulullah SAW mengizinkannya selama hal itu dianggap mendesak (darurat) demi prngobatan. MasyaAllah. Ini baru salah satu pengobatan sunnah ala Rasulullah. Pengobatan ini dinamakan Thibbun Nabawi.

Nah, dari thibbun nabawi ini produk Azalea didapatkan. Memanfaatkan produk-produk alam seperti Zaitun oil, lidah buaya, dan citrus ekstrak, azalea mennjadi perantara kesembuhan rambut para muslimah. Azalea mengolah ketiga bahan alami tersebut dengan para ahli di dalamnya. Setelahnya mereka mengemasnya agar mudah dipakai sekali tuang. Minyak zaitu dan teman-temannya punya manfaat apa aja sih ya? Yuk kita kulik apa saja manfaat bahan alami yang ditawarkan oleh shampoo hijab ini.

Minyak zaitun

Manfaat Minyak Zaitun (Sumber: @azaleabeautyhijab)

Ekstrak citrus

Manfaat Citrus  (Sumber: @azaleabeautyhijab)

Lidah Buaya


Paska 14 Hari Bersama Shampoo Azalea Hijab Care

Untuk membuat habit, apapun itu, dibutuhkan konsisten.

Dhita Erdittya

Jadi, sepintas yang saya lihat adalah shampoo ini menyasar ke wanita yang memakai hijab. Di mana aktivitas mereka yang harus menutupi mahkota wanitanya ini, membuat banyak permasalahan krusial semisal rambut ketombean.

Eh, yang enggak berjilbab saja ketombean, kok. Celetuk seseorang. Okelah, jadi shampoo ini lebih memvisualkan wanita berhijab. Namun untuk penggunanya boleh untuk semua wanita, pun pria (kalau memang cocok dengan shampoo-nya). Hanya, memang ditargetkan ke hijabers yang utama karena ini:

  1. Wanita Hijab dan Ketombe
    Enggak semua wanita berhijab ketombean. Cuma terkadang dengan aktivitas yang sangat tinggi membuat kebanyakan dari mereka kudu menutup auratnya dengan waktu yang lama. Misalnya saya nih, udah bertahun-tahun pakai kerudung. Ketombe semakin beranak pinak. Gatel minta ampun tuh dulu. Maka, agar selaras kehidupan tanpa terganggu dengan ketombe plus bisa lancar berhijab, shampoo ini hadir.
  2. Wanita Hijab dan Kesegaran Rambut
    Menutup aurat berarti menutup rambut. Maka, kesegaran rambut harus terjaga. Rambut lepek akibat keringat akan menimbulkan bau-bau yang tidak sedap. Nah, Azalea anti dandruff ini membuatmu selalu segar. 
  3. Wanita Hijab dan Rambut yang Sehat
    Dari bahan-bahan alami, shampoo azalea menawarkan perawatan rambut intens. Memakai azalea setiap 2-3 hari sekali berarti kamu sudah merawat rambutmu.

Kemasan warna birunya, membuat mata segar. Ini penti ng bagi alam bawah sadar otak yang akan memulai keramas. Warna coklat bening Azalea mengingatkan saya pada seniornya, Natur. Bau khas bahan alami masih ada dengan wangi shampoo yang tidak mencolok hidung. Saat keramas, busa yang dihasilkan lumayan banyak. Jadi, untuk orang yang menghindari pengunaan busa bisa memakainya lebih sedikit dari penggunaan shampoo yang digunakan. inshaaAllah masih meng-cover seluruh rambut.


Eye catching banget! (Sumber: Dok. Pribadi)

Memakai shampoo Azalea awalnya membuat rambut kering. Seperti saat saya memakai produk shampoo lain. Tapi jangan khawatir, itu salah satu efek detoksnya. Penggnaan shampoo Azalea ini selama dua minggu lamanya (saya menggunakannya 2-3 hari sekali), membuat rambut halus. Asyiknya, wangi rambut masih melekat sampai periode menggunakan shampoo berikutnya.

Jangan lupa membubuhkan hair mist Azalea saat kondisi rambut setengah kering. Semprotkan 10-15 cm dari rambut. Biasanya saya gosok-gosokkan lembut ke seluruh rambut dan kulit kepala. Selain paska keramas, hair mist ini andalan banget buat menghilangkan bau seluruh tubuh, loh. Bahkan suami saya juga ikutan pakai.

Ini nih hair mist yang bahkan suami saya suka juga. (Sumber: Dok. pribadi)

Shampoo hijab ini bakal saya pakai lagi, inshaaAllah. Ketombe saya tidak terlalu banyak lagi dan semoga jadi berkurang ke depannya kalau saya rutin. Karena tak ada yang instan kan? Hehehe. Mi instan aja kudu direbus dulu hahaha.

Oya, kalau mau lebih lanjut kepoin produk-produk Azalea bisa main-main ke instagram @azaleabeautyhijab dan like FB Fanpage Azalea Beauty Hijab ya. Banyak tips gratis juga di sana unntuk rambut, kulit kepala dan perawatannya.

Review Kirim Paket Cepat Memakai Jasa Paxel Sameday


Belajar dari pengalamannya bergelut di bidang logistik, Djohari Zein mencari cara lain mengirim barang dengan sistem kilat. Bapak satu ini memang sudah malang melintang dalam menguasai pengiriman, tapi beliau belum merasa maksimal. Maka, lahirlah Paxel ini.

Nah, sebagai penjual online, saya sering memakai jasa pengiriman berupa paket. Beberapa tahun terakhir, beberapa ekspedisi sering telat kirim paket. Jadi jasa baru satu ini bisa jadi alternatif saya.

Bermodalkan jargon Paxel dengan sameday-nya, saya dan teman-teman bloger mencoba simulasi pengiriman lewat Paxel. Kala itu, kami memesan dari tempat berkumpul. Sore yang indah di Linglung Coffee, saya memesan delivery untuk mengantarkan merchandise dari Paxel ke rumah. FYI, Mas kurir yang mengantarkan paket kita bernama Hero. Filosofinya, mereka adalah hero bagi kita dalam misi mengantarkan kebaikan.

Yes, pesanan delivery sudah dibuat. Saya memilih estimated pukul 18.00-20.00 WIB. Asyiknya, saya bisa milih mau dijemput paketnya jam berapa dengan rentang waktu dua jam. Kalau dihitung-hitung, harusnya paket akan sampai pukul 02.00-04.00 keesokan harinya. Sayangnya tak mungkin, Paxel hanya beroperasi dari pukul 08.00-22.00 WIB saja. Ya, demi kemanusiaan ya, biar Mas Hero juga enggak masuk angin, hehehe.

Kali ini saya deg-deg ser menunggu kiriman dari Paxel. Estimasi kedatangan paket yang diberikan adalah pukul 08.00-10.00 WIB tanggal 25 November 2018, artinyakeesokan harinya. Eh, saya baru inget kalau besok ada acara pagi harinya sekeluarga. Duh, nanti yang nerima siapa ya?

Sampai pukul 10 lewat, belum ada kabar dari Mas Hero. Saya maklum sih karena di Jogja sendiri baru ada 5 kurir yang handle kiriman. Artinya kelimanya harus mengirim paket hampir 50 bloger dalam rentang waktu kilat. Nah, ini bisa jadi masukan ke depannya untuk Paxel menambah Hero-nya untuk meng-cover delivery yang pastinya terus berkembang.

“Mbak, ini dari Paxel. Saya sudah sampai masjid dekat rumah Mbak.”

Sebuah chat dari nomor baru masuk ke WA saya. Pukul 13 lewat. Saya langsung membalas kalau saya sedang tidak ada di tempat. Dengan cepat, Mas Hero-nya memberi saran untuk menitipkan ke tetangga. Saya mengiyakan. 

Beberapa menit kemudian, Mas Heronya menelpon bahwa penerima paket saya adalah Bu xxx, tetangga depan rumah saya. Alhamdulillah, respon Mas Heronya cepat sekali.

Dengan tagar #antarakankebaikan, Paxel lahir dari rahim kebermanfaatan. Selagi bisa memberikan ruang berbagi kepada sesama, founder-nya sangat memanjakan customer. Dimulai dari free saldo Rp100.000 saat redeem referal code ‘dhitaerdittya’. Lalu, pengiriman sameday antar kota. 

Untuk keterlambatannya, refund sudah terbukti diberikan. Bahkan, saldo gratis akan terus diaktifkan selama banyak yang mengunduh aplikasi. Semakin banyak pengunduh, berarti semakin banyak kebaikan yang tersampaikan. Itulah mengapa Paxel berada.

Saya cek lagi pelacakan melalui aplikasi. Di sana sudah ada foto paket saya di rumah tetangga. Trusted banget! Tapi, saya masih ragu karena hitungannya telat. Paxel memberi layanan refund untuk paket yang telat dari jam estimasi kedatangan. Saya cek saldo paxel, masih belum ada tanda-tanda  saldo saya menjadi Rp100.000.

Oya, biaya delivery antar Jogja untuk ukuran small hanya Rp18.000. Itupun saya bayar dari saldo hasil redeem referral code. Iya, redeem doang dapat Rp100.000. Kamu mau? Download aja aplikasinya. Nanti masukkan ‘dhitaerdittya’ saat diminta referral code, saldo Rp100.000 akan langsung masuk ke aplikasimu.

Ini dia marchendise dari Paxel yang bekerja sama dengan Omiyago.

Selang sehari setelah mengirim, saya iseng cek saldo Paxel. MasyaAllah, saldo saya utuh kembali bahkan bertambah menjadi Rp150.000. Ternyata salah satu teman saya memakai referral code ‘dhitaerdittya’. Yeay! Bener-bener dikembalikan seutuhnya untuk keterlambatan. Padahal paketnya nyampai ke tangan saya!

Kalau kamu masih bingung cara pakainya, saya kasih tutorialnya ya. Ini dia!

1. Klik ‘Buat Pengiriman’ setelah membuka aplikasi Paxel.
2. Semoga, kamu bisa masukkan alamat pengambilan paket dan alamat penerima. 

Setelah kiriman saya yang pertama, saya coba lagi memaka jasa Paxel untuk antar kota. Kali ini saya memesan frozen food dari Bogor ke Jogja. Biayanya flat Rp35.000 loh ke semua kota. Oya, belum semua daerah ter-cover. Kalau di flyer-nya Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi), Bandung, Jogja, Semarang danSolo adalah daerah yang sudah terlacak Paxel. 

Untuk Jogja sendiri, daerah Kota Jogja dan sebagian Sleman yang sudah tercover. Lokasi lain di Jogja akan segera ter-cover sedikit demi sedikit. Seperti pengalaman teman saya yang hari ini memesan ke daerah Jambusari tidak bisa. Lalu keesokan harinya mencoba lagi dan akhirnya bisa.

Oya, untuk pesanan frozen food, saya baru mencoba hari ini. Estimasi kedatangan lebih lama dari Jogja ke Jogja. Untuk Bogor ke Jogja estimasinya 12 jam dan itu sameday. Pukul 8 pagi paket saya diambil dari Bogor, estimasi datang ke Jogja pukul 20.00-22.00 WIB. 

Semoga sampai dengan selamat. Untungnya frozen food yang dipesan sudah dibekukan berhari-hari. Jadi, saya bisa tenang menunggu sebelum makanannya sampai ke tangan.

Nikmati pengalaman baru dengan memakai Paxel, yuk!

Cara Membuat Bumbu Dasar Putih Praktis

Kegiatan (Merenung) Berfaedah ala Adhiyaksa’s

Anak Kupas Bawang Merah
Adek bantuin kupas bawang merah.

“Dek, mau bantuin Bunda kupasin bawang putih ini?” Saya menawarkan kegiatan kepada bocah 3 tahun yang lagi asyik lari-lari.

Si bocah terdiam sebentar lalu teriak, “Mau!”

Yay, jadi Senin kami adalah hari membuat bumbu dasar. Kenapa sih malah bikin bumbu pas awal minggu, bukannya pas akhir minggu biar Seninnya bisa langsung masak? Baiklah, saya izin mengungkapkan sesuatu pada kalian.

Sabtu, 17 November 2018 pukul 9:24 WIB. Bocahku terbaring di kasur. Badannya serupa panci yang baru saja selesai menjerang air. Saya galau. Duh, demam ya Allah. Cepat-cepat saya cari termometer merah di laci lemari. Setelah beberapa menit menunggu, angka 39 koma membuat saya syok.

“Aku kudu kepriwe?”

Jujur, saya lupa merawat anak demam dengan teknik apa saja. Saya hanya ingat paracetamol, memberi cairan yang banyak plus berendam air hangat. Tapi, teknik itupun samar-samar saat saya merecall lagi ingatan saya.

Seharian anak saya demam. Enggak langsung saya bawa periksa sih. Menurut IDAI, anak di atas 36 bulan ditunggu sampai 3 hari perkembangannya. Jika masih demam, bisa langsung di bawa ke dokter. Namun, jika suhunya sudah 40 atau lebih, sebaiknya langsung diperiksa. Nah, saya rawat dulu di rumah nih. Qodarullah, esok paginya anak saya kembali dalam suhu normal.

Nah, karena dalam hasilnya semua anak akan berbeda ya, jadi kisah saya tidak bisa jadi pegangan. Yang mau saya bagi di sini adalah alasan anak bisa demam. Sebenarnya sih, cuma Allah yang tahu kebenarannya. Tapi, saya sebagai ibunya jadi banyak merenung. Muhasabah diri. Ikhtiar apa yang belum saya jalankan ya selama ini? Bisa jadi kan, sakit anak saya itu teguran bagi saya dan suami.

Di dalam perenungan, qodarullah uang yang tersisa tinggal beberapa. Kalau dihitung secara hitungan manusia, hanya bisa dipakai untuk satu hari makan. Hayoloh, anak baru sembuh eh dapat ujian lagi. uang yang saya rencanakan untuk hidup bulan ini sudah saya pakai untuk membeli makanan kesukaan anak pas sakit. Kalau kata teman saya, memuliakan anak sama dengan memuliakan Pencipta-Nya. Jadi, bagaimana saya merencanakan uang yang hanya bisa sehari jadi seminggu? Tunggu ya, saya belum ketik. Hahaha. Ngetik cara membuat bumbu dasar dulu, biar yang tanya-tanya tinggal baca saja di sini.

Yuk Siapkan Diri Bebikin Bumbu

Bumbu dasar putih ini saya buat karena saya ingin lebih praktis dalam memasak. Kalau yang saya tahu dari cerita mamak lain, bumbu ini ajaib. Bisa jadi bumbu dasar sebagian masakan Indonesia. Duh, sampai sini saya udah enggak tahan lagi buat berbagi. Nah, kalian tau kan, memasak itu lumayan bikin ngos-ngosan dalam meracik bumbu? Jadi, selain menghemat tenaga, saya juga ingin memasak praktis yang nantinya bisa dimakan anak dan suami. Saat kebutuhan dasar (makanan) terpenuhi, saya yakin Allah akan meridai saya dengan doa-doa dari suami dan anak. Meleleh!

Alhamdulillah, semua bahan untuk membuat bumbu tersedia, kecuali kemiri 100 gram ding! Yuk, saya bocorkan resepnya ya. Resep ini saya ambil dari tulisan MakYas di cookpad.com (link) dengan sedikit modifikasi.

Bahan-bahan:

  1. Bawang merah 250 gram
  2. Bawang putih 150 gram
  3. Kemiri sangrai 112 gram
  4. Ketumbar bubuk 26 gram
  5. Merica 1 sendok makan
  6. Garam 1 sendok makan
  7. Air 200 ml (saya pakai gelas belimbing)
  8. Minyak untuk menumis (kira-kira)

Untuk penimbangannya, saya pakai timbangan ini nih.

img_20181120_020030
Timbangan dapur legend bertuliskan si bungsu

Oke next alat-alatnya. Ini penting saya pisah dari bahan karena saya pas awal bikin bingung. Kudu pake blender macam mana? Dll.

Alat-alat:

  1. Mangkok 2 buah (satunya buat wadah bawang yang belum dikupas, satunya buat sampah kulitnya. Ini penting bagi saya. Saya lagi ngumpulin sampah organik buat pupuk organik).
  2. Pisau
  3. Blender dengan jar ukuran besar (yang biasa dipakai ngejus, tadinya mau pakai yang khusus bumbu tapi ternyata enggak muat).
  4. Wajan teflon
  5. Gelas belimbing (mengukur volume air)
  6. Alat penimbang

Oke, setelah semua bahan dan alat terkumpul, dengan basmallah saya mulai ngeraciknya. Untuk bawang putih sudah dikupas pas saya beli di pasar. Bawang merah saya kupas dulu dibantu sama anak. lumayan pegel ternyata ngupas 250 gram bawang putih. Jadi saran saya, kalau ada yang sudah kupasan, mending yang itu saja.

Cara Buat:

  1. Sangrai sebentar kemiri di atas Teflon sampai warnanya kecoklatan.
  2. Masukkan bahan nomor 1-7 ke dalam jar dan blend.
  3. Saat semua bahan sudah tercampur, panaskan teflon yang sudah terisi minyak untuk menumis.
  4. Panaskan dengan api sedang. Jika sudah panas, masukkan bahan campuran tadi ke dalamnya.

    img_20181119_181648.jpg
    Apinya sedang saja, biar enggak gosong. Sambil diaduk ya!
  5. Masak sampai kering (tandanya bahan bumbu sudah tidak meletup-letup).
  6. Saat memasak, sering-seringlah mengaduk bahan agar bagian bawahnya tidak gosong.
  7. Setelah selesai, pindahkan langsung ke wadah yang terbuka agar lekas dingin.
  8. Simpan bahan yang sudah matang ke dalam jar kecil (ini lebih praktis memasukkannya namun kemungkinan terkontaminasinya besar) atau plastik klip (bisa diambil satu bungkus untuk satu kali pemasakkan, namun memasukannya penuh perjuangan).

    img_20181119_195423
    Nah, ini hasil bumbu matang yang bikin pegel tapi mengasyikkan. Lebih suka masukin jar atau plastik klip, nih?
  9. Bahan yang sudah masuk kulkas bisa bertahan 1 bulan (atau malah lebih jika masuk ke freezer).

Bikin, Yay or Nay?

Setelah lama merenung, akhirnya saya menghasilkan satu bumbu dasar ini. sebenarnya, dulu saya pernah bikin baceman bawang putih yang pengerjaannya lebih praktis. Enggak perlu pakai numis, Cuma geprek dan tuang minyak saja. Tapi, saya pengen coba, siapa tahu bumbu dasar ini lebih jos rasanya. Kapan-kapan saya review deh penggunaannya untuk apa saja dan tahan berapa bulan di kulkas saya.

Setelah baca tulisan saya, mau coba enggak kira-kira nih bumbu dasar putih ajaib ini?

Boleh banget nanya-nanya ya yang belum dimengerti di kolom komentar.

Tulisan by @dhita_erdittya

Foto by @dhita_erdittya (HP Xiaomi Note 3)

Nyawah Sembari Makan di Omah Sawah Tembi

 

img_20181101_163748

“Menikmati pematang sawah, hamparan hijau padi, diikuti semilir angin segar. Pekik gembira anak-anak, meloncat dengan riang di atas susunan bambu. Nikmat mana lagi yang kamu dustakan?”

Hari itu, aku ingat sekali riuhnya perjalanan kami. Bocah tiga tahun dengan keaktifannya bertanya ini, mengalahkan kekritisanku.

“Nda, kita mau ke mana?”

“Mau makan di restoran. Restorannya dekat sawah loh, Dek.”

“Wah, makan.”

“Sama temen Adek juga.”

Dia pun bergembira di sepanjang perjalanannya. Jarak tempuh 10 kilometer dari pondokan kami, tak terasa. Alhamdulillah, kali ini saya mendapat undangan dari Omah Sawah Tembi. Kalau kata Adek mau icip-icip makanan di sana. Lokasi restoran bertema pedesaan ini dekat dengan Rumah Budaya Tembi. Dari sana, kita tinggal menuju ke timur sekitar 100 meter. Jika kalian menemukan pertigaan ke selatan dengan plang hitam bertuliskan Omah Sawah Tembi, silakan menyalakan lampu sein belok kanan. Tak jauh dari situ, sekitar 400 meter, di kanan jalan terpampang plang besar berwarna hijau Omah Sawah Tembi.

Awalnya, saya kesasar! Diundang pukul 15:00 WIB, saya datang setengah jam sebelumnya. Atas arahan teman yang rumahnya di sekitaran situ, saya dengan pedenya masuk ke salah satu restoran dengan nama sama. Jadi, ikutilah denah yang tadi saya kasih ya. Jangan sampe ikutan kesasar macam saya! Hehehe.

img_20181101_173115

Masuk ke area parkiran, bangunan memanjang ke belakang ini menyuguhkan keindahan. HIJAU di sekelilingnya! Benar-benar dikepung oleh sawah. Area parkirannya luas. Bisa diisi empat mobil dan sekitar 20 motor. Masuk ke area resto, hamparan halaman hijau rumput dengan kursi-kursi besi hitam menyapa. Bocahku mulai bergerilya. Didapatkannya kuda-kudaan dan truk kayu yang disediakan pihak resto.

img_20181101_163843

“Nda, gajah!” tunjuknya sambil berteriak.

MasyaAllah, gajah siapa itu di tengah sawah? Ternyata, pihak resto sengaja menaruh patung gajah di tengah-tengah sawah. Agak jauh dari resto, jalan sekitar 100 meter melewati pematang sawah. Saya jadi teringat masa kecil saya saat Mbah Kakung mengajak jalan. Iya, jalan-jalannya ke tempat kerjanya. Sawah! Rasanya senang sekali menjejaki pematang. Apalagi saat pematangnya basah, harus ekstra pelan-pelan jalannya. Lalu, saya akan duduk di pinggir dan melihat Mbah Kakung mencangkuli sawah. Kejadian ini sudah bepuluh-puluh tahun lalu, namun sangat membekas di ingatan.

Semoga, begitu juga dengan bocahku ini. Walau dulu saat masih ngontrak di pondokan dekat sawah, kami juga sering duduk di tepi pematang. Tapi suasana yang ada di resto ini lain. Kekinian banget namun diselingi hal-hal indah tentang sawah.

Selesai briefing, kami dipersilakan mengabadikan suasana resto dan makanan. Enaknya, kami bisa mencicipinya. Ada juga demo membuat sambal matah dari Tupperware. Gilak! Bikin sambal senikmat main gangsing. Bahkan, bocahku juga ikutan bikin tanpa kesulitan.

Icip-icip Time!

IMG_20181101_162909[1]

Setelahnya, acara yang sangat dinanti-nantikan bocahku. MAKAN! Kami mengantre di area prasmanan. Mengambil piring putih yang lebar, saya memutuskan untuk mengambil porsi makan untuk 2 orang. Saya mengambil lele santan, ayam santan, papaya rebus rempah dan telur gulung. Si bocah makan telur gulung yang tidak pedas. Eh malah minta tambah saking enaknya. Telurnya lembut dan enggak bikin enek. Kalau untuk sayur pepayanya bahkan enggak terasa pahit. Pas di lidah semua.

IMG_20181101_163335[1]

Oya, makanan yang paling favorit di resto ini adalah nasi goreng hijau sawah. Dengan sambal matah di atasnya, makanan ini yang paling direkomendasikan di sini. Untuk pemesanan, bisa pakai paketan. Resto ini juga lumayan lengkap. Ada wastafel dan WC juga. Untuk keluarga, resto ini bisa jadi tempat berkumpul setelah bosan dengan rutinitas. Yuk saatnya melihat hijaunya pemandangan biar pikiran fresh!

IMG_20181101_163001[1]

All pictures by @dhita_erdittya

Lokasi: Omah Sawah Tembi