YIS: Sekolah Internasional di Yogyakarta dengan Kurikulum IB

Saat anak sudah mulai siap sekolah, entah dari kesiapan umur, kesiapan fisik atau kesiapan mentalnya, orangtua akan bergerilya memasukkannya ke sekolah. Bagi para orangtua di Yogyakarta, apakah Anda sedang mencari sekolah internasional di Yogyakarta? Bagi yang sudah menargetkan kesuksesan masa depan buah hati, Anda pasti butuh info ini.

Siswa-siswi YIS
Sumber: yis-edu.org

Kemarin saya berkunjung ke YIS (Yogyakarta Independent School) untuk ikut memeriahkan acara “Recognition Assembly” bersama dengan para siswa dan wali murid YIS.

Penghargaan Bagi Siswa SMP dan SMA YIS

Sebuah speech dari seorang siswa pada acara Recognition Assembly ini menggetarkan hati. Kata happy berulang dia sematkan saat diberi kesempatan mengungkapkan apa yang dia rasakan selama jadi siswa YIS di semester ini. 

Acara Recognition Assembly
Sumber: Dokumen pribadi

Sesuatu yang menyenangkan, happy, membuat anak terstimulasi untuk menikmati proses. Apalagi bagi anak preschool ya, seperti anakku (4 tahun). Metode belajar yang aku cobakan di rumah sukses membuatnya terus belajar karena menyenangkan. Tak ada tekanan harus bisa, tapi menstimulasinya untuk bisa dalam menikmati proses belajarnya.

Pusing karena tidak bisa membuat kurikulum sendiri di rumah? Sibuk? Sering keluar tanduk kalau nemenin anak belajar sambil bermain? Ya mendelegasikan kepada partner adalah salah satu jawabannya. YIS bisa banget jadi partner orangtua di Yogyakarta untuk mendapatkan banyak keuntungan untuk anak kita.

Apa itu Sekolah Internasional?

FYI, sekolah internasional itu harus diakui dan berlisensi dari Kemendikbud. Berita baiknya, pada 17 September 2019 lalu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia menerbitkan pernyataan resmi (dalam surat kabar Kompas) bahwa YIS sebagai sekolah ‘SATU DAN SATU-SATUNYA’ di Yogyakarta. 

Perform Siswa YIS di Recognition Assembly
Sumber: Dokumen pribadi

Saya baru tahu, ternyata, satu-satunya sekolah internasional di Yogyakarta yang sudah dapat pengakuan, ya YIS ini. Apalagi tidak cuma itu, kurikulum IB yang menjadi patokan anak belajar di luar negeri nantinya, misal Oxford, nilai di IB sangat membantu. 

Apa itu Sekolah IB di Yogyakarta?

Apa sih IB itu? IB merupakan kependekan dari International Baccalaureate, yaitu sebuah yayasan pendidikan berlabel internasional dan dirancang untuk mempersiapkan siswa menemukan bakat dan minat, juga keunggulan mereka dalam dunianya. 

Fokus sekolah IB di Yogyakarta ini pada pendidikan berbasis inkuiri, berpikir kritis dan mandiri. IB ini dasar dalam merencanakan kerangka kerja dan merupakan kurikulum YIS.

Ini 7 Alasan Kenapa Anda Harus Memasukkan Anak ke YIS

Dari kunjungan saya kemarin dan baca-baca informasi seputar YIS, hal-hal yang layak membuat jatuh cinta dengan YIS karena ini:

1. Sekolah yang Ramah, Lengkap, dan Aman Bagi Siswa

Mengenal pohon harus berkunjung ke kebun orang lain? Tidak harus kalau di YIS. Dilengkapi dengan outdoor yang sangat alami dan penuh dengan tanaman, siswa bisa langsung mengamati di kebunnya. Selain itu, siswa di YIS bisa banyak eksplorasi.

Outdoor Playground YIS
Sumber: Dokumen pribadi

2. Sekolah yang Open Minded dan Bertanggung Jawab

“Mom, menurut aku, kita tidak butuh menghafal hal-hal seperti itu. Kita hanya perlu berpikir dan mengungkapkan pendapat dari sebuah teori bla bla bla.” 

Seorang ibu menceritakan pengalaman anaknya di YIS yang menanggapi kekhawatirannya karena si anak tidak mau les di luar sekolah. Jawabannya sangat bijak dan berpikiran terbuka. Si anak tahu bahwa bukan itu yang dibutuhkan dia. 

Siswa di sini sangat bebas. Mereka boleh banget mengungkapkan pendapat mereka sesuai apa yang diyakininya. Namun, mereka pun dibekali dengan sikap bertanggung jawab atas apa yang sudah dikemukakan. 

3. Memiliki Tenaga Pengajar Dalam dan Luar Negeri

Mendengar siswa cas-cis-cus berbahasa Inggris, saya berpikir pastilah mereka berkomunikasi intens dengan para gurunya. Misalnya saja saya, tak akan mungkin bisa berbahasa Jawa Krama Inggil kalau dulu Mbah saya tidak rutin mengajak saya berbahasa Jawa terus setiap hari. 

Staf Pengajar YIS
Sumber: yis-edu.org

4. Siswa Cerdas Dilihat dari Kecakapan

Saat speech atau sambutan di acara Recognition Assembly, anak yang menyampaikan kesannya bersekolah tampak lancar mengungkapkan. Salah satu ciri anak cerdas adalah hal ini.

Pun saat sesi belajar dan istirahat, mereka terlihat antusias mengungkapkan pendapatnya. Kecakapan berkomunikasi dengan guru dan staf. 

5. Ruangan yang Terhubung

Desain ruangan di YIS itu terkoneksi satu sama lain. Saya menyebutnya tak bersekat walau bersekat. Artinya, guru dan siswa sangat besar potensinya untuk saling berkomunikasi kapan pun jika ada yang diperlukan. Lah wong keluar kelas, siswa bisa cepat menemukan ruang guru.

Denah ruangannya melingkar. Mirip tribun penonton di stadion, namun cakupannya pas sesuai dengan kebutuhan siswa dan guru. Jadi, aksi bullying yang dikhawatirkan orang tua, tak ada lagi berkat pengawasan langsung dari gurunya.

YIS dari lantai atas
Sumber: Dokumen pribadi

6. Tiap Kelas Dipenuhi dengan Fasilitas dan Sarana yang Lengkap

Suasana kelas yang cozy. Tak ada kelas meja panjang yang berjajar menghadap papan tulis. Bahkan tiap kelasnya warna-warni dan dilengkapi buku, globe, kursi bean, dan masih banyak lagi.

7. Memiliki Lapangan Sepakbola Internasional

Lapangan bola ini biasa dipakai untuk latihan klub bola internasional. Sebenarnya ada lagi lapangan bola internasional lain di Jogja, namun di YIS memiliki keunggulan tersendiri. Suasana asri mudah didapatkan. Area sekolah yang memiliki 6,5 hektar ini sangat cocok menjadi support olahraga dan kesehatan siswa.

Lapangan Sepakbola Internasional YIS
Sumber: Dokumen pribadi

Informasi Lengkap Tentang YIS

Selain itu, Anda bisa mendapat banyak informasi seputar YIS di Sekolah internasional di Yogyakarta. Untuk pendaftaran, tidak harus saat tahun pelajaran baru. Setiap hari dibuka pendaftaran! 

Tahun ajaran baru dimulai pada bulan Agustus setiap tahunnya. Biaya pun sangat bisa terjangkau dibandingkan sekolah internasional lain. Bahkan bisa dibayar dengan diangsur.

Usia berapa yang bisa bersekolah di sini? YIS membuka grade dari preschool sampai jenjang setingkat SMA. Jadi bagi Anda yang ingin anaknya bersekolah dalam satu yayasan yang lengkap grade-nya, di sini tempatnya.

YIS sangat terbuka untuk Anda yang ingin berkonsultasi langsung, survei sekolah, dan bertanya lebih lanjut. Jika mau mengunjungi YIS, Anda bisa mengikuti rute di Google Maps ini:

Klik di sini untuk masuk GMaps

Kurang lengkap infonya? Anda bisa langsung menghubungi kontak Yogyakarta Independent School berikut:

Nomor telepon: (0274) 5305147 dan 5305148

WhatsApp: 082241044242 dan 082243614678

email: info@yis-edu.org

FB Yisedu 

Instagram @yogyakartaindependentschool

So, tunggu apalagi? Anda bisa mulai merencanakan dari sekarang jika buah hati belum siap sekolah. Untuk yang berdomisili di Yogyakarta, Anda bisa langsung mendaftarkan anaknya sekarang juga. Yang di luar Yogyakarta, nantikan saja asrama yang sedang direncanakan untuk buah hati tercinta, ya.

Salam Hangat,

Dhita.

Bonus Foto di YIS

Playground
Sumber: Dokumen pribadi
Tangga penghubung
Sumber: Dokumen pribadi
Ruang multifungsi terfavorit
Sumber: Dokumen pribadi
Tetep nasionalis!
Sumber: Dokumen pribadi

Sumber Referensi:

  1. Wawancara dan Pengamatan dalam acara Recognition Assembly YIS pada tanggal 11 Oktober 2019.
  2. www.yis-edu.org
  3. www.ibo.org
  4. https://www.instagram.com/yogyakartaindependentschool
  5. https://www.facebook.com/yisedu/
  6. Google Maps

Catatan Editor: Penulisan Anda, Kapital atau Tidak?

Sebagai warga negara yang baik, memakai bahasa Indonesia secara baik pun sangat diperlukan. Akhir-akhir ini, sering saya temukan ada yang belum tahu cara menulis kata anda dengan benar.

Banyak yang menuliskan kata anda di mana pun kata itu berada dalam kalimat. Apakah kamu juga termasuk yang belum tau cara menulis anda?

Sejarah Penulisan Kata Anda

Rosihan Anwar, seorang wartawan zaman dulu pernah menjelaskan sejarah kata Anda. Tulisan itu terbit di Kedaulatan Rakyat tanggal 14 Februari 1977 dengan judul “Kata “Anda” Berusia 20 Tahun”.

Yang mencetuskan bukan Rosihan, melainkan seorang perwira AURI (Angkatan Udara Republik Indonesia) bernama Kapten Sabirin.

Beliau memperkenalkan Anda kali pertama dalam Surat Kabar Pedoman pada tanggal 28 Februari 1957 sebagai kata pengganti orang kedua.

Cara Menulis Anda dalam EYD

Dalam menulis, huruf kapital diperlukan dalam beberapa penyebutan nama. Misalnya nama orang, nama geografi, nama perusahaan atau apapun.

Nah, penulisan kata anda pada kalimat adalah memakai huruf awal kapital, yaitu Anda. Ini berlaku di mana pun kata itu berada. Saya akan beri contoh dengan beberapa kalimat.

Contoh 1

Anda sudah makan spageti tadi, apa Anda lupa?

Contoh 2

Saya tidak suka dengan Anda, maaf. Yang lain saja.

Contoh 3

Dia, Anda, dan saya berada dalam satu kelompok. Mari kita bekerja sama!

Bagaimana, sudah paham kan sampai sini?

Bahasa Indonesia, Bahasa Kita

Bahasa Indonesia kalau bukan kita, siap lagi yang akan merawat? Anak cucu kita akan hilang bahasa mereka sendiri dan tergeser dengan bahasa luar.

Bukannya tak boleh memiliki kemampuan dalam bahasa lain. Malah dianjurkan untuk ‘menaklukan’ dunia. Tapi alangkah baiknya, bahasa kita sendiri harus paham dulu sebagai dasar.

Seperti penulisan Anda sesuai EYD atau sekarang bernama EBI (Ejaan Bahasa Indonesia) ini, apakah penulisan Anda kapital atau tidak, kita sudah mendapat jawaban yang tepat di sini.

Sampai sini, ada yang masih ingin ditanyakan? Mungkin nanti bisa jadi bahan saya menulis materi tulisan selanjutnya.

Selamat bersenang-senang dengan bahasa kita!

Re-opening Taman Air Menari Gratis di Jogja

Re-opening Taman Air Menari

Gerakan Bergerak Minimal 30 Menit

Tahu enggak, ternyata di Indonesia sudah ada himbauan Dinkes untuk bergerak minimal selama 30 menit dalam sehari. Biasanya, saya ngajakin anak jalan-jalan pagi. Namanya anak tuh seneng banget kalau diajak bergerak. Fitrah manusia memang, biar manusianya sehat. Tapi apa sih hubungannya antara bergerak dan sehat?

Kenapa Harus Bergerak?

Data Riskesdas tahun 2018 menunjukkan bahwa 33.5% masyarakat Indonesia di atas usia 10 tahun kurang melakukan aktivitas fisik. Padahal aktivitas fisik berguna untuk kebugaran tubuh, juga membantu stimulasi motorik halus dan kasar, dan penyerapan nutrisi yang sangat dibutuhkan dalam masa tumbuh kembang anak.

Bergerak Aktif untuk Anak

Kata dr. Mei Neni, hal yang perlu diingat itu adalah tubuh yang sehat adalah kombinasi antara nutrisi yang sehat dengan tubuh yang banyak bergerak aktif sejak dini. Jadi, kalau salah satunya tidak dipenuhi, akan terjadi risiko seperti diabetes melitus, hipertensi, dan jantung. Gerak aktif juga membantu optimasi proses metabolisme tubuh dan perkembangan otak.

Nah, begitu besar manfaat menggerakkan tubuh, apa mau kita lewatkan?

Wahana Gratis untuk Kesehatan Keluarga

Jogja kota istimewa seperti itulah sebutannya. Selama Sembilan  tahun saya menetap di sini, selalu ada saja pembaharuan yang bikin saya jatuh cinta. Salah satunya obyek wisata di tengah kota Jogja yang mengedukasi. Taman Pintar Yogyakarta namanya.

Wahana bermain di sana banyak banget. Ada yang indoor dan outdoor. Mulai dari sains, seni, bahasa, ada di Taman Pintar Yogyakarta. Salah satunya adalah Taman Air Menari untuk bermain air secara cuma-cuma.

Peluncuran Kembali Taman Air Menari

Pembukaan Kembali dihadiri dokter anak, ibu yang berpengalaman, pihak Taman Pintar dan Danone.

Nah, setelah beberapa lama Taman Air Menari (TAM) yang launching tahun 2008, tahun 2019 ini menjadi tahun barunya. Re-opening TAM menjadi salah satu bentuk aksi positif Danone di Indonesia. Kerja sama panjang dari 2014 ini berlangsung dengan Taman Pintar Yogyakarta.

Tanggal 2 Juli 2019 menjdi hari bersejarah juga bagi saya. Selain re-opening Taman Air Menari, saya bisa main lagi ke sana mengajak anak. Sudah lama saya menantikan momen ini.

Untuk bermain di TAM, kita hanya perlu membawa baju ganti dari rumah. Bisa juga bawa makanan dan minuman pelepas kelaparan setelah bermain. Jangan takut anak terpeleset, TAM menyediakan keset karet yang mencegah anak terjatuh. Selain itu, kita juga bisa main perang air dengan tembakan yang ada di empat penjuru di sekeliling TAM. TAM dibuat dalam bentuk lingkaran. Di tengahnya ada jamur besar untuk bertepi. Air mancur keluar dari dalam lingkaran yang agak turun dari lantai depan Taman Pintar.

Enggak bawa baju dan konsumsi untuk anak? Jangan khawatir juga. Di sebelah barat TAM menyediakan baju bernuansa Taman Pintar dan Yogyakarta. Toko ini menyediakan pula souvenir yang bisa dibawa pulang untuk oleh-oleh. Stan-stan makanan juga banyak berdiri di sekeliling halaman Taman Pintar.

Untuk mandi, anak bisa mandi di pancuran yang terpisah dari TAM. Pancuran mandi ini terletak di sebelah selatan TAM. Ada dua pancuran yang bisa dipakai untuk membilas tubuh. Berganti pakaian dapat dilakukan di toilet yang terletak di selatan Masjid Taman Pintar (area Taman Pintar bagian Timur).

Komitmen Danone Sarihusada di Indonesia

Sebagai kelompok usaha yang peduli akan kesehatan anak Indonesia, Danone di Indonesia dengan visi “One Planet, One Health” berkomitmen untuk membawa kesehatan ke sebanyak mungkin masyarakat dunia melalui makanan dan minuman termasuk edukasi nutrisi, hidrasi sehat, perilaku hidup bersih dan sehat, hingga aktivitas fisik yang teratur.

Salah satu bentuk aksi positif yang dilakukan oleh Danone di Indonesia adalah sebuah kerjasama panjang dengan Taman Pintar Yogyakarta dengan menghadirkan dukungan terbaru yaitu Wahana Taman Air Menari. Wahana ini merupakan wahana luar ruangan yang bertujuan untuk mengembangkan sisi kognitif dan motorik anak-anak di Yogyakarta untuk mendukung tumbuh kembang yang optimal.

Pengalaman Emak-emak Bikin Anaknya Sehat

Berfoto di depan Taman Air Menari

Dulu banget, sekitar tahun 2011, anak sulung saya berusia 2 tahun. Permainan yang disukainya adalah main air. Main air dari pancuran jadi kesehariannya. Dulu juga, saya sering bingung kalau ajak anak main air di pusat kota. Ada sih semacam waterpark atau kalau mau bisa ke pantai, tapi kadang pas bokek penginnya yang deket plus gratis.

Sayangnya, banyak mainan yang rusak. Himbauan untuk orangtua untuk mendidik anaknya merawat fasilitas umum. Biasanya gratis menjadikan orang enggak peduli terhadap fasum.

Nah, tanggal 2 Juli 2019, saya menjadi salah satu peserta undangan yang beruntung dpat hadir re-opening Taman Air Menari. Kenapa untung? Saya salah satu ibu yang suka banget ajak anak ke Taman Pintar Yogyakarta. Dengan ikut acara ini, saya bisa lebih banyak share informasi penting dengan bumbu pengalaman riil saya.

Ternyata, Danone Sarihusada sudah hampir 15 tahun bekerja sama dengan Taman Pintar dalam mengedukasi anak Indonesia. Pernah lihat ada gambar brand Danone di Tampin, kan? Danone berusaha untuk mendukung anak Indonesia dalam hal yang nutrisi lewat dan wahana untuk beraktivitas. Biar terintegrasi.

Dalam acara ini juga, saya dapat ilmu baru betapa pentignya nutrisi dan stimulasi dipadukan. Makanan yang didapat anak di atas usia dua tahun dapat mengikuti panduan Isi Piringku. Panduan ini terdiri dari 50% buah dan sayur, serta 50% karbohidrar dan protein. Jadi, seimbang. Protein untuk anak sebaiknya lebih banyak hewani. Daging merah menyimpan kandungan zat besi untuk tumbuh kembang anak.

Zat besi ini yang mendukung anak bertumbuh. Fakta yang menyedihkan, Indonesia memiliki 3 dari 10 anak yang mengalami stunting. Stunting itu lambatnya tumbang. Bisanaya sih ditandai dengan pendek, BB kurang, dan perkembangan lambat.

Saya baru tahu juga kalau pertumbuhan dan perkembangan anak itu saling memengaruhi. Jika anak tumbuh dengan baik, maka perkembangannya juga baik. Pertumbuhan bisa dilihat dari tinggi badan, berat badan, lingkar kepala, atau yang menunjukkan angka ukuran tubuh. Untuk perkembangan lebih kepada sudah sejauh apa anak bisa melakukan sesuatu, seperti merangkak, jalan, berlari, berbicara, dll.

Jadi, yuk ajak anak main ke Taman Air Menari di Taman Pintar Yogyakarta. Letaknya enggak jauh dari Malioboro, kok. Jadi, setelah belanja di Beringharjo, kita tinggal jalan kaki ke selatan setelah toko Progo.

Dukung anak sehat dengan terus bergerak!

Berangkat Kajian bareng Anak, Mengapa Tidak?

Dulu, aku sempet bingung kalau mau ajak anak ikut kajian. Di satu sisi, aku pengennya serius ndengerin. Takut kalau anak malah jadi bikin buyar konsentrasinya gitu. Hehe. Lagian, setelah sekian purnama enggak pernah berangkat kajian, rasanya pengen ngerasain sendirian menerima pencerahan.

Tapi ternyata, setelah dipikir-pikir, itu cuma alasanku doang sih biar mundurin terus aksi buat ngaji lagi. Terlalu lama nyaman di rumah, apalagi jarang ke masjid, emang bikin diri itu mualeeees minta ampun kalau ada kajian agama. Ya Rabb, kudu bener-bener dipaksaaa.

Akhirnya, aku cobalah nyari temen yang mau ngancani kajian. Sambil nyari-nyari acara kajian gitu yang setidaknya deket dari rumah, bisa bawa anak, jamnya pas dan juga pas temanya. Hampir berbulan-bulan, aku ngepoin salah satu akun instagram. Berhubung aku di Jogja, aku ikutin tuh @infokajianjogjakarta yang selalu update kalau ada kajian-kajian di sekitaran sini. Bisa follow ya di sini.

Nah, kemarin sore aku ngajakin salah satu temanku (yang udah kenal dekat), untuk ikutan kajian tema Menjadi Kekasih Alquran di Masjid Darunnajah UAD 3. Kalau untuk isi kajian, belum aku share di sini ya. Cuma mau cerita aja, apakah worth it bawa anak di masjid pas kajian?

Balik dulu ke anaknya ya. Anak saya yang balita (usia 3 tahun 10 bulan), fitrahnya dalam mendatangi masjid itu bisa diacungi jempol. Kalau menelisik dari keseharian, aku dan suami biasanya solat di rumah. Nah, pernah suatu ketika, kami mendapat kontrakan yang deket banget sama masjid.

Setelah itu, kami jadi lebih deket kalau mau ke masjid. Kayaknya emang faktor nyari kontrakan itu yang pertama adalah tanyakan apakah rumahnya deket masjid apa enggak. Lebih ke kebiasaan sih, kalau deket, rasa malasnya bisa mulai dipaksa rajin karena alasan jauh enggak ada lagi.

Nah, setelahnya, anak ini kok jadi selalu meminta kami ke masjid tiap azan. Fitrah solatnya anak itu emang belum tercederai ya, menyembah kepada-Nya. Jadilah, sampai hari ini, aku mencoba untuk menyiapkan anak saat akan ke masjid. Misal solat zuhur, solat Jumat dan solat Magrib.

Balik lagi ke kajian, karena anaknya udah biasa ke masjid, dia jadi udah tau adab-adabnya. Misal enggak boleh berisik dan mengganggu. Jadi saat ustaz menyampaikan ilmu, dia asyika aja. Apalagi ada snack sih, hahaha.

Sampai akhir acara, anaknya okay aja sampai solat Magrib sekalian di sana. Alhamdulillah, ini awal yang baik buat kami hijrah bareng-bareng. Doain ya, kami bisa istikamah. Oya, aku mau kasih tips nih buat orangtua yang mau ajakin anaknya kajian, apalagi yang baru pertama kali. Cek di bawah ini ya.

  1. Cek toilet training anak apakah sudah lulus. Biasanya anak sudah bisa bilang kalau dia mau pipis atau pup dan sudah tidak ngompol.
  2. Cek apakah anak lagi fresh. Cukupi makan, minum dan tidurnya. Kalau bisa bawa bekal makan dan minum. Cukupkan jam tidurnya, bisa persiapkan dia tidur dulu sebelum kajian atau pilih kajian yang jamnya tepat untuk anak, misalnya pagi atau sore.
  3. Cek bawaan jika mengendarai sepeda motor. Karena aku pakai motor, jadi kasih tipsnya pada kondisi anak saat di jalan. Pas kemarin, aku bawa jarik yang bisa ngiket anak kalau dia ngantuk. Apalagi jalannya cuma berdua, suami belum bisa nemenin.

Sekian pengalaman kami, semoga bermanfaat ya. Kalau ibu atau ayah sekalian, punya tambahan tips enggak? Atau ada yang punya kumpulan ibu-ibu ngaji bawa anak? Boleh loh aku diajakin.