Salam dari Temu Inklusi 2018 untuk Indonesia Inklusif

IMG_20181024_141129.jpgMas Eko, meracik kopi di booth Barista Inklusi

“Bunda, Om ini enggak punya tangan?” Si bungsu menanyai saya lagi. Matanya melebar, dia takjub melihat video seorang Om, salah satu difabel yang meracik kopi saat temu inklusi, bisa membuat kopi.

“Hebat ya, Nda!” begitu katanya. Inilah oleh-oleh berharga bagi saya saat diundang ke sebuah acara. Pengalaman dan hikmah yang menyertainya. Untuk apa? Untuk saya bagi lagi dengan orang-orang di sekitar saya. Termasuk anak-anak.

Pagi sebelum cahaya mentari menggerogoti, saya berjalan keluar rumah. Melewati gang demi gang, lalu berbelok ke kanan. Di depan masjid dekat rumah, saya menunggu Mas ojek online datang menjemput. Ya, hari itu saya akan pergi sendiri. Jalan-jalan tipis sementara waktu. Saya dan beberapa kawan blogger diundang dalam sebuah acara akbar pada tanggal 24 Oktober 2018. Temu Inklusi 2018 ke-3 di desa Plembutan, Gunungkidul yang berlangsung dari tanggal 22 sampai 26Oktober 2018 ini.

Berbekal tas biru tua rajutan dan ransel abu-abu, saya menapakkan kaki di parkiran Abu Bakar Ali. Di sanalah meeting point kami. Sebuah mobil long body berplat AB menanti kami berkumpul. Mobil dan pak supir ini akan membawa kami ke daerah baru. Bismillah, starter mobil dinyalakan dan kami pun jalan.

Sebelum sampai tempat, saya sudah sedikit riset tentang inklusi difabilitas. Tadinya saya hanya paham apa itu disabilitas. Nah, sebenarnya apa itu difabilitas? Apa bedanya dengan disabilitas?

Difabilitas dan Disabilitas, Bedanya Apa?

IMG_20181024_085014

Acara Temu Inklusi #3 di Desa Plembutan

Difabilitas berasal dari bahasa Inggris yaitu difable (different ability-kemampuan berbeda). Dalam Wikipedia.org yaitu seseorang yang memiliki kemampuan dalam menjalankan aktivitas berbeda bila dibandingkan dengan orang-orag kebanyakan. Dalam hal ini, bukan berarti cacat atau disabled ya. Nah, untuk disabilitas sendiri berasal dari kata disability yaitu seseorang yang belum mampu berakomodasi dengan lingkungan sekitarnya.

Jadi kalau bisa saya perjelas, kata difabilitas itu lebih smooth. Memperhalus kata disabilitas yang asalnya ketidakmampuan tubuh sebagaimana orang normal. Difable yang merupakan akronim different abilities ini ditujukan untuk menyebut orang-orang yang memiliki kelainan dan kekurangan fisik. Di ranah internasional kata disability ini masih mengundang kontroversi, maka seringnya mereka memakai kata-kata people with mobility problem, dll.

Di balik semua kontroversi tersebut, acara temu inklusi ketiga ini hadir membuka cakrawala luas kepada khalayak ramai. Temu inklusi yang diadakan di desa Plembutan, Kecamatan Playen, Gunungkidul ini adalah acara yang menyebarkan tentang inklusi kepada stakeholder, baik pmerintah daerah, pemerintah pusat juga LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat).

Acara dua tahunan ini diinisiasi oleh Sasana Integrasi dan Advokasi Difabel (SIGAB). Acara yang diselenggarakan di desa Plembutan ini karena menjadi desa menuju inklusi sosial #IDInklusif. Dilihat dari pembangunan gedung balai desa yang bertema inklusi seperti jalan masuk kursi roda dan toilet geser yang mudah untuk dimasuki kursi roda.

Media dan Difabilitas

IMG_20181024_090556

Di balai Dukuh Papringan, Forum Diskusi Media dan Difabilitas diselenggarakan

Forum diskusi yang diselenggarakan oleh temu inklusi ini ada banyak tema. Kami dibagi menjadi tiga grup kecil untuk mengikuti tiga tema. Saya kebagian mengikuti tema Media dan Difabilitas. Dalam forum diskusi ini saya ketemu pembicara keren-keren. Ada mas Ken Karta founder dari Lingkarsosial.org  asal Malang dan dari pihak AJI (Aliansi Jurnalis Indonesia) ada Mas Tomi. Forum berjalan lancar dan kami mendapatkan banyak hikmah dari sana.

IMG_20181024_092215

Mas Ken Kerta sedang membagikan pengalamannya membuat media khusus isu difabilitas.

Media saat ini banyak menampilkan hal-hal yang berhubungan dengan mayoritas (umum). Para difabilitas yang notabene adalah masyarakat minoritas kurang mendapat sorot. Untuk memberi informasi akan difabel, media bisa menjadi salah satu sarana tercepat menyebarkan isu-isu ini. maka, media bisa digunakan untuk menyuarakannya. Berawal dari sanalah Mas Ken Kerta memberitakan isu-isu difabilitas. Laman lingkarsosial.org adalah media yang aktif memberitakan hal ini.

Namun sayangnya, para difabilitas masih merasa kurang bersahabat dengan media. Merasa kurang percaya diri membagikan apa-apa yang menjadi inspirasi dan hikmah dari dirinya. Maka dari forum diskusi tersebut, kami semua mengharapkan dari stakeholder mampu memfasilitasi para difabilitas untuk bisa menyuarakan dan memberi tahu akan kehidupannya dari media. Entah dalam pelatihan khusus teknologi informasi untuk para difabilitas atau membuat gebrakan-gebrakan baru dalam mendukung para minoritas.

Aliansi Jurnalis Indonesia yang diwakili Mas Tomi membagikan informasi tentang kegiatan para jurnalis memberitakan isu terkini. AJI juga sudah sering wara-wiri berdiskusi dengan para difabilitas. Ada hal-hal yang memang harus mendapat perhatian untuk stakeholder menyikapi isu difabiltas. Para difabel pun di-support untuk tak lelah berjuang menyuarakan haknya. Media yang bisa dipakai bisa dari blog gratisan, dan media sosial seperti facebook, instagram atau twitter.

Bahwa yang Kita Lihat Kurang, Itulah yang Lebih

IMG_20181024_141303

Booth Barista Inklusi #IDInklusif

Seperti hukum keseimbangan dalam ilmu alam, bahwa suatu energi yang mengalir ke tempat yang kurang untuk membuat lingkungannya seimbang. Seperti itu juga para difabel yang saya temui. Mereka yang saya kira tak mampu menafkahi dengan cara yang orang normal lakukan, ternyata bisa membuat kopi yang nikmatnya lebih dari yang bsia saya buat. Hahaha.

Di salah satu booth yang disediakan, saya memasuki Barista Inklusif. Sebuah booth yang menyediakan kopi yang diracik dari biji kopi giling dan mempunyai tagar #KarenaKopiKitaSetara. Dengan kedua lengannya, dia sibuk menyiapkan gelas-gelas platik. Seorang temannya menimbang biji kopi yang nantinya akan digiling. Mas Eko dengan sigap menuang air kopi yang telah digiling dan menambahkan susu.

Saya memesan kopi V-60 dengan es dan susu. Sungguh nikmat di tengah teriknya mentari siang itu. Kami para pembeli, duduk di depan booth #BaristaInklusif menanti Mas Eko meracik satu demi satu pesanan kami tanpa lelah. Barista inklusi ini sendiri adalah program kerja sama dari Program Peduli (www.programpeduli.org), @staracoffee dan Pusat Rehabilitasi Yakkum Yogyakarta. Mas Eko merupakan salah satu peserta dari pelatihan program tersebut.

Seperti yang anak saya katakan, bahwa Mas Eko tadi hebat. Tidak seperti kami yang memiliki tangan utuh dengan jari-jarinya. Mas Eko berjuang berkarya dengan lengannya tanpa lelah. Bahwa apa yang Allah firmankan itu benar adanya. Dia takkan memberikan sesuatu yang hamba-Nya tak mampu. Seperti itulah, keterbatasannya tak menyurutkan langkahnya meracik kopi. Bahwa beliau mampu, dengan semua kelebihannya yang tidak semua orang punya. Tekad yang kuat.

Menuju Masyarakat Inklusi

Dari semua hal yang sudah saya dapatkan dari acara ini, masyarakat inklusi itu nyata. Walaupun ranahnya seperti bayi yang belajar berjalan. Pelan-pelan dan bertahap demi langkahnya yang pasti. Ada harapan besar di sana, di mana nantinya dunia ini mengakui ada difabilitas.

Di mana nantinya semua memberikan trotoar yang ramah difabel, ketersediaannya jalan ramah difabel dan banyak fasilitas yang mendukungnya. Bahwa perbedaan itu bukan untuk dihindari, tapi untuk dirangkul. Bahwa kita semua setara, apapun latar belakangnya.

7 Cara Unik Menyapih ala Indonesia Ini Terkesan Horor

Pernah terbit di Bernas.id – Yogyakarta

IMG_20181021_130802
Akhtar di Playground Perpustakaan Grhatama Yogyakarta

Indonesia sering terkenal dengan keunikannya. Dengan beragam suku, bahasa, dan agama menyebabkan munculnya kebiasaan yang bikin geleng-geleng kepala. Dari makanan unik yang pastinya sudah menjadi khasnya Indonesia, istilah unik yang digunakan masyarakat Indonesia, ada pula cara unik yang dipakai para nenek moyang untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satunya mengasuh anak. Banyak sekali mitos yang beredar di kalangan orang tua sebagai solusi parenting. Nyatanya, mitos tak semuanya buruk. Kemunculannya tak jauh dari perkembangan cara berpikir masyarakat saat itu. Misalnya, seseorang  dilarang duduk di depan pintu karena dapat membuatnya sakit. Bila dipikir lebih jauh, duduk di depan pintu akan menghalangi orang yang akan lewat. Seperti mitos, cara-cara kuno untuk mengasuh anak sampai saat ini juga masih beredar.  Salah satunya tentang cara para ibu menyapih anaknya dengan memakai hal-hal yang unik.

Menyapih dimaksudkan menghentikan anak menyusu. Selama ini, proses penyapihan difokuskan hanya soal anak, terutama tentang cara agar anak berhenti menyusu. Padahal, bagi para ibu, pemberian ASI kepada anaknya tidak hanya soal kebutuhan perut. Lebih dari itu, memberi ASI menciptakan ikatan batin antara ibu dan anak. Kadang anak rewel saat menyusu dikarenakan ibunya sedang memikirkan masalah.

Menyapih tidak segampang pengertiannya. Menghetikan anak menyusu melewati banyak proses. Anak yang rewel, ibu yang tidak sabar, dan ilmu yang kurang dan akhirnya berujung pada penyapihan yang terhambat. Cara-cara unik yang dapat dipakai pun akhirnya bermunculan. Di bawah ini, terdapat tujuh cara unik menyapih ala Indonesia yang terkesan horor.

1. Dioles lipstik

Cara pertama ini yang sering dipakai oleh ibu untuk membuat anaknya berhenti meyusu. Lipstik yang berwarna merah dioles disekitar puting. Ibu akan memberi tahu sang anak bahwa ibunya sakit dengan menunjukkan warna merah di putingnya.

2. Dioles empedu ikan

Ini merupakan strategi dengan memberi rasa pada putting, dan diharapkan anak menjadi tidak mau menyusu karena pahit. Selain empedu ikan, brotowali dapat menjadi cara lain meberi rasa pahit.

3. Dipasang plester

Seperti cara pertama, plester memberi kesan bahwa terdapat luka di puting dan anak tidak dapat menyusu lagi.

4. Diberi obat merah

Biasanya, untuk memberi kesan kuat, pemakaian kapas yang diberi obat merah akan ditambah untuk cara nomer tiga.

5. Dioles sambal

Mengoles sambal dapat menimbulkan rasa pedas. Anak-anak biasanya tidak suka kepedasan, maka cara ini dapat dipakai agar anak kapok menyusu.

6. Olesi dengan minyak kayu putih

Cara ini hampir sama dengan cara nomor lima. Rasa kuat di minyak kayu putih akan membuat anak berhenti menyusu.

7. Menempelkan celana dalam kotor suami

Ini cara terekstrem dan kesannya menjijikan. Namun, masih ada yang menyarankan memakai cara unik ini. Anak diharapkan tidak menyusu lagi saat mencium bau dari celana dalam ayahnya.

 

Kembali lagi kepada tujuan menyapih dalam rangka mengeratkan ikatan bati anak dan ibu, tujuh cara tersebut tidak direkomendasikan. Apapun itu, menyapih adalah soal dua perasaan, yaitu anak dan ibu. Kenapa ibu juga? Karena ibu yang jiwanya sehat, tentu melahirkan anak yang sehat pula. Memperbanyak ilmu dalam mengasuh anak diharapkan agar para ibu tidak tersesat memakai cara-cara unik di atas.

Info Lomba: Blog Competition Herbadrink Berhadiah Jutaan Rupiah

Halo kawan-kawan semua. Sudah tahu minuman herba berbentuk serbuk yang satu ini? Yes, namanya herbadrink. Variannya ada banyak loh, Sari Jahe, Sari Temulawak, Lidah Buaya. Dan kabar gembiranya, Herbadrink sedang mengadakan blog competition!

banner

Mau tahu apa saja mekanisme dan syaratnya? Yuk cek tulisan di bawah ini:

TERM CONDITION

Penulisan

  1. Peserta membuat ulasan (review) sesuai dengan tema lomba dengan gaya bertutur dan dikemas senatural mungkin (soft selling) dengan menyertakan image herbadrink sari jahe, temulawak, atau lidah buaya.
  2. Tidak menyebutkan kata “Herbadrink” di bagian judul tulisan.
  3. Panjang tulisan minimal 500 kata dan maksimal 1.500 kata (sudah termasuk keterangan gambar)
  4. Tulisan mengandung kata “Sari jahe, sari Temulawak, dan lidah buaya” dan “Herbadrink” yang di-hyperlink ke http://herbadrinknatural.com.
  5. Tulisan blog yang dilombakan boleh lebih dari 1 (satu) dan tidak ada batasan maksimal.
  6. Tulisan tidak mengandung sentimen negatif kepada siapapun.
  7. Tulisan bukan hasil plagiat dan tidak boleh mengandung materi yang berpotensi memicu konflik SARA.
  8. Herbadrink berhak menjadikan tulisan peserta sebagai bagian (atau keseluruhan) materi promosi.
  9. Foto Sari Jahe, Sari Temulawak, dan Lidah Buaya Herbadrink yang digunakan merupakan hasil foto milik sendiri.
  10. Peserta membagikan tulisannya ke media sosial masing-masing secara publik (tidak private).

Peserta

  1. Berkewarganegaraan Indonesia dan tinggal di Indonesia.
  2. Memiliki blog aktif dengan usia blog minimal 6 bulan.
  3. Memiliki akun Twitter dan Facebook. Kemudian mengikuti (follow) akun twitter Herbadrink dan menyukai fanpage Herbadrink.
  4. Blog yang digunakan merupakan blog pribadi. Bukan blog komunitas atau blog yang dikelola bersama orang lain (kecuali Kompasiana)
  5. Peserta melakukan pendaftaran di microsite Herbadrink Blog Competition.

Untuk info lebih lengkap, bisa klik link ini yaa http://herbadrinknatural.com/blogcompetition/

Yang mau pada ikutan, good luck ya!

ASUS VIVOBOOK FLIP TP410: Laptop Keren Rasa Tablet

“Menikmati hidup sebagai seorang ibu bisa juga dari hal-hal kecil, seperti menuliskannya dalam blog pribadi.”

– Dhita Erdittya –

#2018gantilaptopASUS

img_20180907_193943
Pojok kerjaku, di antara mimpi #2018gantilaptopASUS

Laptop Jadul dan Mimpi di Dalamnya

Sudah beberapa bulan ini aku membayangkan punya tablet. Buatku, menonton film dan video buat anak akan sangat terbantu jika memakai gadget jenis ini.

“Ay, aku nabung beli tablet ya? Boleh?”

Suami menganggukkan kepala tanda setuju. Yeay! Akhirnya bisa beli juga. Namun, beberapa bulan ke depan, bukan tablet yang ada di tangan, tapi bayar cicilan ini dan itu yang bikin tabunganku menipis. Yaaah, enggak jadi kebeli lagi.

Daripada manyun, aku pun nyoba browsing lagi di marketplace kesayangan. Nyari tablet murah gitu. Eh kok nemu tablet tapi bisa jadi laptop. Wih! Ini keren banget. FYI, laptopku yang jadul sudah menemaniku hampir 8 tahun lamanya. Baterai udah soak, kudu diisi saat dipakai. Beratnya lumayan bikin ngos-ngosan, apalagi sekarang kalau ke mana-mana bawa bocah. Yang pastinya kayak mau pindahan aja kalau ke mana-mana bawa laptop jadul.

Makanya, tablet bakal memberiku space buat tas yang isinya keperluan bocah. Selain spesifikasi yang sudah jadul, laptop jadulku memang sudah kebanyakan isi. Beberapa bulan yang lalu, si hitam abu ini sudah main ke tukang servis. Tetap saja, dia minta simbaru, simpan saja aku dan beli baru. Hihihi.

Selain itu, aku sering pakai laptop buat nulis. Entah nulis buat blog juga buat naskah buku. Sayang, untuk Microsoft Office aja, laptopku sering hang. Pernah di-service sekali, tetep aja berat. RAM-nya 2 GB aja hahaha. Apalagi membayangkan belajar edit gambar buat bahan tulisan di blog, hahaha, mana bisa kalau pakai laptop jadulku. Sering banget juga pengen ngedit video bocah, lalu disimpan di media sosial. Fix, ini semua cuma mimpi kalau harus pakai laptop jadulku.

‘Bertemu’ Laptop Keren ASUS VIVOBOOK FLIP TP410

Back to browsing-an via marketplace, aku ketemu ASUS VIVOBOOK FLIP TP410 yang menyihir. Bayangin aja, ada laptop yang ringannya aduhai banget, cuma 1.6 kg aja! Udah gitu materialnya aluminium yang tipis banget (sama buku yang biasa kubawa aja tebelan bukunya). Lalu, tampilan Full HD dilengkapi teknologi wide-view 178° bikin warna dan kontras tetap hidup dan tajam, bahkan dilihat pada sudut yang tajam. Beneran bikin nonton HD film berasa mewah. Aaaaaahhhh! Bisa loh ditaruh di meja kayak kalender gini.

TP410_25.jpg
Gaya Shared Viewer

Bisa juga ditaruh tegak tanpa terhalang keyboard kayak gini. Cakepnyaaa!

TP410_15.jpg
Gaya Media Stand

Enggak hanya 2 tampilan itu loh, laptop ini punya 2 tampilan lain yaitu, Powerful Laptop dan Responsive Tablet.

4-mode-tampilan-vivobook-flip-tp410
Tampilan keempatnya bikin hati kesengsem!

ASUS VIVOBOOK FLIP TP410 memiliki layar 14 inci dengan tampilan ultra-tipis berfitur “Nanoedge” . Fungsinya memaksimalkan ukuran layar, juga meminimalkan ukuran body-nya! Ah, ini bener-bener laptop keren. Bayangkan juga, si bocah lagi nonton video Tayo kesukaannya pakai ini, pasti dia bakal seneng banget. Laptop jadulku kan, agak nyebelin kalau buat nonton. Kadang enggak jalan karena berat.

Oya, ASUS VIVOBOOK FLIP TP410 ini punya prosesor hingga Intel Core i5 generasi ke 7 dan memori hingga 8GB (gilak! laptop jadulku aja cuma 2 GB). ASUS VIVOBOOK FLIP TP410 ini memberikan kinerja hemat dan juga hemat energi. Penyimpanan HDD enggak nguatin hingga 1TB! Yang memori isinya kenangan anak dan suami, mana suaranya? Nih, worth it buat dibeli.

Buat para blogger enggak jarang kudu pakai gambar ‘manis’ untuk mendukung performa tulisan kan, ya? Nah, laptop jadulku aja buat nulis word terkadang hang. Kayanya grafisnya yang enggak mumpuni. Beda sama ASUS VIVOBOOK FLIP TP410 ini, grafis didukung Integrated Intel HD Graphics, yang mana kartu grafis terintegrasi cocok untuk para blogger yang megolah grafis sehari-hari. Juga termasuk menonton drama Korea seperti diriku atau editing video, game 2D dan pengolah kata umum juga.

Kapan hari, aku perlu hapus Photoshop-ku waktu itu karena berat kalau digabungin sama Adobe Indesign. Kalau pakai ini, tak perlu drama hapus-hapus deh! Dengan ASUS VIVOBOOK FLIP TP410 ini tentunya bisa banget menghasilkan suatu konten yang kreatif tanpa terkendala. Laptop ASUS VIVOBOOK FLIP TP410 ini fingerprint sensor loh. Penting banget buat privasi plus alat kendali. Saat aku pengen laptop “hanya milikku”, aku bisa sepenuhnya aman.

Sudah deh, daripada pusing-pusing, mari ikhtiarkan tagar ini #gantilaptopasus2018 !

vivobook-flip-TP410-blog-competition

ASUS Laptopku Blogging Competition by uniekkaswarganti.com

Karena Saat Kalian Tiada, Ke Mana Aku Meminta Cinta Bapak dan Ibu (Lagi)

Bahwa saat orang lain sudah tak berbapak ibu, saat itulah aku sadar, tak selamanya aku selalu memiliki kalian di dunia ini.

w644
Karena Bapak Pun Menjadi “Bapak” untuk Pertama Kalinya

Bapak, Ibu.

Aku dulu membenci kalian. Entah dalam beberapa tahun berlalu, bara itu ada di hati. Aku tak sadar pada awalnya. Namun, saat aku terlalu meledak bagaimana menceritakan hal menyebalkan yang kalian lakukan, aku sadar. Saat aku tak merasa bersemangat untuk membahas rasa cinta untuk kalian, aku tahu. Bahwa aku tak memiliki sesuatu, yang orang lain miliki untuk orang tuanya. Cinta terhadap Bapak Ibunya.

Beberapa bulan ini, aku merampungkan sebuah buku. Di sana adalah catatan yang pernah aku rasakan dari pola asuh kalian. Bagaimana aku kecewa, bagaimana aku merasa tertinggal karena kalian, bagaimana aku merasa tak seutuhnya dicintai.

Tahukah kalian, aku sudah merasa mengobati luka itu. Aku sudah merasa memaafkan kalian. Bahkan, aku sudah merasa bahwa hubungan kita baik-baik saja. Namun, ternyata itu hanya pikiran sadarku saja. Di pikiran bawah sadarku, aku masih mengutuk.

Padahal, aku tak tahu bagaimana perjuangan kalian dulu membesarkanku. Bahwa aku sekarang seorang ibu. Aku tahu bagaimana lelahnya merawat anak, apalagi saat kenyataan tak sejalan dengan harapan. Tangisan yang memekakkan telinga, permintaan aneh saat pikiran dan hati lelah, atau hal yang sudah jelas dilarang tapi masih dilakukan sang buah hati. Dan aku, masih saja merasa aku ini orang tua hebat dan memandang sebelah mata atas berpuluh tahun rawatan tangan kalian membelaiku.

Bahwa saat orang lain sudah tak berbapak ibu, saat itulah aku sadar, tak selamanya aku selalu memiliki kalian di dunia ini.

Sungguh. Beribu maaf takkan bisa kugantikan dengan semua kelakuan nakalku, dengan semua ucapan kasarku, dengan semua pertentangan dan sikap durhakaku.

Bapak, Ibu. Dengan semua itu, masihkah kallian membuka kesempatan untukku membalas jasamu. Walau aku tahu, jasamu takkan terbalas.

Bapak, Ibu, aku merindukan kalian. Doaku selalu menyertai setiap langkah kalian. As always.

PENGOLAHAN LIMBAH CAIR INDUSTRI

Industri primer pengolahan hasil hutan merupakan salah satu penyumbang limbah cair yang berbahaya bagi lingkungan. Bagi industri-industri besar, seperti industri pulp dan kertas, teknologi pengolahan limbah cair yang dihasilkannya mungkin sudah memadai, namun tidak demikian bagi industri kecil atau sedang. Namun demikian, mengingat penting dan besarnya dampak yang ditimbulkan limbah cair bagi lingkungan, penting bagi sektor industri kehutanan untuk memahami dasar-dasar teknologi pengolahan limbah cair. Teknologi pengolahan air limbah adalah kunci dalam memelihara kelestarian lingkungan. Apapun macam teknologi pengolahan air limbah domestik maupun industri yang dibangun harus dapat dioperasikan dan dipelihara oleh masyarakat setempat.

Baca SelengkapnyaPENGOLAHAN LIMBAH CAIR INDUSTRI

Tips Menghubungkan Printer HP D3920 di Windows 7

11 Juni 2011 at 1:52 am

Pagi-pagi gini baru asyik ngetik blog ini. Ya apa mau dikata, baru dapet inspirasi nulis setelah nyari wangsit. Wkwkwkwk.

Udah 3 bulanan aku dapet lungsuran printer HP D3920 dari Papih aku. Tadinya niat mau beli, tapi malah ditawarin sama bokap mertua. Makasi papih..:-p. Sebenernya udah pernah ganti mainboard, tapi karena dikasih, ya aku terima saja. Kenapa 3 bulan ga langsung dicolokin? Nhaa..ini penyebabnya. Notebook Axioo PICO DJH punyaku sudah agak ngehang rupanya, minta diservis. Ya uda,aku masukin ke Axioo Center di Yogyakarta, d/a Jl. Dr. Sardjito 98z, Yogyakarta 55223 Telp.(0)274 554201. Trus ternyata windowsnya sudah terkena virus. Alhasil aku ganti aja sekalian ma Windows 7.

Ternyata oh ternyata, setelah jadi, dan akan aku hubungkan dengan printer HP aku tadi, ga ada drivernya.#aku lupa minta. Ya udah,googling aja deh. Tapi setelah instal, eh yang kedetek malah D3900. Waduh pusing…@#%#^%^&&

Akhirnya, lama ga lama,#googling lagi maksudnya. Aku dikasi tau ternyata ada cara khususnya, like this :

1. Klik Start>> Pilih Devices and Printers

2. Setelah keluar Kotak Dialog Devices and Printer, Klik Add a Printer di sebelah atas.

3. Muncul kotak dialog Add printer, klik yang Add a Local Printer>>Klik di Use an Existing Port dan Pilih USB001 untuk Notebook jenis Pico>>Klik Next

4. Lalu klik Windows Update tapi pastikan Notebook terhubung Internet(Harus!)

5. Setelah dapat semua info printer, Klik Printer HP Deskjet 3920>>Klik Next>>Finish

Insyaalloh udah jadi. Namun bila ga berhasil, bisa dicopot dulu colokan printer dari listrik dan copot kabel USB dari Notebook. Setelah itu colokin lagi printernya, baru USB.

Selamat menyetak dengan Printer HP Deskjet 3920 anda…

Belajar tentang IT : Menggambar dengan Word

Yogyakarta, 4 Juni 2011 @Kos2an

Belajar tentang IT tak harus didapat melalui sekolah formal. Dari SMP, saya pun bisa dan mahir utak-utik IT bermodalkan punya kompi. Dari klak klik sana sini, monitor rusak, kompi sering nge hang, sampai harus service per bulan pun pernah. Sampai dimarahi Ortu. Ya, itulah risiko mau mahir, harus ngerusak dulu. Hahahaha.#Alasan!

Sebenarnya, untuk postingan saya kali ini terinspirasi dari Tugas Seni Rupa saya dulu waktu SMA. Membuat miniatur benda dari styrofoam. Nah, dulu ide tugasku adalah sebuah Microwave. Like this.

Microwave tadi saya buat miniaturnya dengan styrofoam plus panel dan pintu yang bisa dibuka. Tapi yang akan saya bahas di sini adalah cara membuat rancangan gambarnya. Karena waktu itu saya belum pintar Corel,#sampai sekarang, hahahaha., akhirnya saya memakai jasa si Word. Dan kuncinya memakai Shapes di Insert.

Pertama, buat Kotak dengan Rectangle untuk bagian depan microwave, lalu buat bagian atas dengan Paralellogram. Dan untuk sisi-sisinya ditutup Line. Bagian Panel memakai Circle dan pegangan panel dengan Rectangle. Kaca microwave memakai rectangle yang lebih kecil dari pintunya. Seperti inilah kiranya.

ini gambar tutorialnya..

 

 

Pendidikan Totalitas dari Kehidupan

Pernahkah kalian mendapatkan pelayanan setengah-setengah saat membeli sesuatu atau apa saja yang memberikan jasa kepada kalian? Semisal membeli laptop namun belum 2 hari sudah rusak, saat dibawa ke tukang service pun tak jadi-jadi. Rasanya bete abis…#Hahaha..ABG nya keluar.

Ya, itulah kekurangan akan TOTALITAS di situ. Mungkin bukan orang lain yang bisa disalahkan terus. Lihat dulu, apakah kita sudah menerapkan Totalitas tersebut di kehidupan kita? Lalu,apa sebenarnya Totalitas itu?

Totalitas menurut saya tidak hanya Tindakan namun juga Niat dan Pikiran. Jadi saat kita melakkan sesuatu, tidak hanya raga kita yang bergerak, Hati dan Jiwa pun harus ditugasi melakukan Totalitas. Contohnya Guru yang mengajar ingin melihat anak-anak didiknya berhasil. Niatnya pun harus mengajar demi itu, dan pikirannya hanya untuk itu.

Apalagi saya, yang InsyaAlloh mendedikasikan hidup jadi Guru dan doakan juga menjadi Entrepeneur..Aamiin.. Totalitas harus jadi nomer satu. Tapi belum saya temukan resepnya agar totalitas benar-benar menjadi totalitas. Namun sedikit-sedikit sudah saya terapkan juga.

Maka, senangkah Anda saat belanja di Swalayan misalnya, Kasir yang anda temui melayani anda dengan baik, ramah, dan mau mengerti Anda tanpa dibuat-buat? Jika Anda senang, berbuat Totalitas itu lebih dahulu untuk orang lain.

Mari kita nyanyikan Totalitas Perjuangan, untuk membangkitkan Totalitas Kita

error: Content is protected !!