Catatan Editor: Penulisan Anda, Kapital atau Tidak?

Sebagai warga negara yang baik, memakai bahasa Indonesia secara baik pun sangat diperlukan. Akhir-akhir ini, sering saya temukan ada yang belum tahu cara menulis kata anda dengan benar.

Banyak yang menuliskan kata anda di mana pun kata itu berada dalam kalimat. Apakah kamu juga termasuk yang belum tau cara menulis anda?

Sejarah Penulisan Kata Anda

Rosihan Anwar, seorang wartawan zaman dulu pernah menjelaskan sejarah kata Anda. Tulisan itu terbit di Kedaulatan Rakyat tanggal 14 Februari 1977 dengan judul “Kata “Anda” Berusia 20 Tahun”.

Yang mencetuskan bukan Rosihan, melainkan seorang perwira AURI (Angkatan Udara Republik Indonesia) bernama Kapten Sabirin.

Beliau memperkenalkan Anda kali pertama dalam Surat Kabar Pedoman pada tanggal 28 Februari 1957 sebagai kata pengganti orang kedua.

Cara Menulis Anda dalam EYD

Dalam menulis, huruf kapital diperlukan dalam beberapa penyebutan nama. Misalnya nama orang, nama geografi, nama perusahaan atau apapun.

Nah, penulisan kata anda pada kalimat adalah memakai huruf awal kapital, yaitu Anda. Ini berlaku di mana pun kata itu berada. Saya akan beri contoh dengan beberapa kalimat.

Contoh 1

Anda sudah makan spageti tadi, apa Anda lupa?

Contoh 2

Saya tidak suka dengan Anda, maaf. Yang lain saja.

Contoh 3

Dia, Anda, dan saya berada dalam satu kelompok. Mari kita bekerja sama!

Bagaimana, sudah paham kan sampai sini?

Bahasa Indonesia, Bahasa Kita

Bahasa Indonesia kalau bukan kita, siap lagi yang akan merawat? Anak cucu kita akan hilang bahasa mereka sendiri dan tergeser dengan bahasa luar.

Bukannya tak boleh memiliki kemampuan dalam bahasa lain. Malah dianjurkan untuk ‘menaklukan’ dunia. Tapi alangkah baiknya, bahasa kita sendiri harus paham dulu sebagai dasar.

Seperti penulisan Anda sesuai EYD atau sekarang bernama EBI (Ejaan Bahasa Indonesia) ini, apakah penulisan Anda kapital atau tidak, kita sudah mendapat jawaban yang tepat di sini.

Sampai sini, ada yang masih ingin ditanyakan? Mungkin nanti bisa jadi bahan saya menulis materi tulisan selanjutnya.

Selamat bersenang-senang dengan bahasa kita!

Cara Mengelola Keuangan UKM dan Keluarga untuk Ibu

“Financial Literacy is just as important in life such as the other basics”.

John W. Rogers, Jr.

Ke Mana Uang Usaha Kita?

“Duh, uang jualan yang kemarin di mana ya? Kok di dompet malah udah abis?”

Sounds familiar enggak, Bu? Uang jualan yang baru masuk dan buat muter beli stok, malah hilang tak bersisa. Aku pernah dan sering. Ternyata untuk mengelola usaha bagi ibu pemegang ekeonomi rumah tangga itu ada ilmunya sendiri.

Salahku juga sih, aku enggak serius juga memulai usaha. Tadinya aku nyoba cuma buat ngisi waktu dan alhamdulillah kalau ada untung. Bisa buat nambah jajab anak. Gitu aja. Tapi kok, lama-lama aku keteteran dan buntung.

Yuk bagikan tips mengelola keuangan kepada orang-orang tersayangdi sekitar Anda #IbuBerbagiBijak (Sumber: Foto pribadi)

#IbuBerbagiBijak, Talkshow dari Visa tentang Edukasi Finansial

Kemarin, aku tercerahkan banget. Alhamdulillah Visa sudah mengundangku menjadi peserta talkshow #IbuBerbagiBijak. Bahasannya cocok buat kita, Bu. Gimana sih cara ngelola uang usaha tapi kita pun ngelola uang rumah tangga?

Acara kemarin menghadirkan Prita Ghozy, edukator keuangan Indonesia. Belia enggak pelit ilmu loh. Makanya, di tulisan kali ini dan selanjutnya, aku bakal bocorin semua ilmu keren darinya. Ada juga Pak Noor Hafid, Kepala Bagian Industri Keuangan Non Bank OJK ikut berbagi cerita tentang investasi.

Tiga Kunci Mengelola Uang Usaha dan Uang Rumah Tangga (Pribadi)

Bahasan keduanya akan aku bagi jadi 3 (tiga) tulisan. Kali ini aku buka dulu dengan ilmu dari Mbak Prita. Setidaknya ada 3 kunci yang kusimpulkan dalam mengelola keuangan UKM.

Kunci pertama yang kudapat adalah, mau usaha apa pun, kita sebagai ibu jangan pernah bikin UKM yang enggak dapat untung! Mbak cantik Prita Ghozy menekankan ini.

Kalau dipikir-pikir, iya juga. Sebagai ibu, kita punya tanggung jawab mendidik anak dan mengurus rumah tangga. Misalnya kita sudah selesaikan prioritas di rumah dan perlu tambahan pemasukan, berarti kita harus serius.

Waktu, tenaga dan uang yang kita keluarkan untuk UKM kan di sela-sela me time, jadi harus berprofit.

Kunci kedua nih, yang tadi aku sebutkan, jangan mencampur uang UKM dengan uang dari suami. Catet! Lah, bukannya itu akhirnya jadi uang kita? Bener, tapi sesuai kunci pertama bahwa kita harus dapat keuntungan dari usaha, kita juga harus serius kelola keuangannya.

Itu berarti, memisahkan uang pun dilakukan dalam rangka merencanakan kelanjutan usaha kita. Pusing kan kalau mau beli stok untuk dijual lagi malah enggak ada uangnya? Bingung kan kalau mau ngitung modal dan untung (atau malah rugi) sudah oke atau belum jika uangnya enggak ada?

Kunci terakhir adalah mengelola keuangan dengan profesional. Ini nanti kita bahas selanjutnya di tulisan berikutnya ya. Bahasannya bakal lebih detail jika dibagi dua bagian. Tapi, aku akan bocorkan sedikit biar bisa membayangkan dulu.

Mengelola Keuangan UKM dengan Profesional

Pemateri Talkshow Visa (Sumber: Foto pribadi)

Seperti tajuk talkshow kemarin, bagikan tips-tips mengelola keuangan kepada orang yang tersayang, aku akan berbagi dengan cuma-cuma dengan kalian, Ibu. Semoga apa yang aku share bisa bermanfaat. Pelan-pelan ya bacanya, kosongkan gelas. Bismillah.

Ini semua materi dari Mbak Prita Ghozie. Aku coba tulis ulang apa yang kudapat. Bahasannya ada 5 bagian, yaitu:

  1. Tantangan Menjadi Pemilik Usaha
  2. Membuat Rencana Usaha
  3. Manajemen Keuangan
  4. Usaha dan Pribadi
  5. Tips untuk Womenpreneur

Tantangan Menjadi Pemilik Usaha

Yuk kita bahas nomor satu dulu. Apa sih yang menjadi tantangan para pemilik usaha? Setidaknya ada tiga tantangan:

  1. Mau Usaha Apa?
  2. Tidak Tahu Untung Versus Rugi
  3. Pertimbangan Lain

Ketiga tantangan itu jika dijelaskan lebih rinci akan menghasilkan ilmu awal memulai usaha. Usaha yang ingin dilakukan apakah merupakan hobi kita? Kalau mau dilakukan, ada enggak pasar atau marketnya nanti? Pas usaha, apakah kita suka dengan jam kerja kita nantinya?

Pertanyaan tadi kudu kita jawab agar kita bisa profesional nantinya. Setelah tantangan pertama, kita berlanjut ke tantangan kedua. Untung atau rugi?

Kadang, karena uang tercampur dengan uang suami, kita enggak tahu nih dapat untung atau buntung? Jadi kunci kedua dariku harus dilakukan, pisahkan keuangan. Kalau bisa punya masing-masing catatan arus kas, baik UKM maupun pribadi.

Lalu tantangan berikutnya, modal UKM dan biaya dari mana? Ini juga harus dipikirkan. Karena nantinya kita kudu mengembalikan modal itu atau bisa juga untuk mengmabangkan usaha kita. Apakah kita mau kerja sendiri atau gotong royong?

Tantangan-tantangan ini harus kita hadapi dan selesaikan untuk menjadi pelaku UKM yang profesional. Bahasan nomor 2 sampai 5, akan aku kulik lebih dalam di tulisan selanjutnya.

Sumber:

Talkshow #IbuBerbagiBijak tentang Edukasi Keuangan Visa oleh Prita Ghozie.

Begini Loh Cara UKM Kreatif Bisa Bikin UKM Maju

Menikmati sebuah cup of cokelat, dengan tajuk “Jajan Tonggo Nglarisi Konco” karya UKM Omah Jogja. (Sumber: Foto Pribadi)

“Aku selalu percaya, kreatif itu dilahirkan dari hal yang kere. Loh kok bisa?”

Me, 2019

Kere dan Aktif

Dulu ibuku pernah bercerita, mungkin lebih tepatnya bercanda. Bahwa kreatif itu berasal dari dua kata, yaitu kere dan aktif. Kalau bahasa Jawanya tuh, kere adalah miskin. Miskin di sini menandakan bahwa seseorang enggak punya sesuatu yang ia butuhkan.

Nah karena kere, dia menjadi aktif untuk memiliki hal tersebut. Pernah ngerasa terdesak karena harus mengerjakan sesuatu yang belum selesai? The power of kepepet inilah biasanya yang datang. Kreatif akan muncul di power ini.

Begitulah bincang siangku tadi bersama Bu Poppy, salah satu peserta pameran yang diselenggarakan Dinas Koperasi UKM di Yogyakarta . Di sebuah halaman Alun-Alun Sewandanan Pakualaman, aku selalu amazing atas kreativitas usahanya dan kemajuan yang sangat pesat.

Namun sebelum kita mengenal lebih dalam inspirasi dari Bu Poppy dan teman-teman UKM lain, mari kita lanjutkan melihat apa saja yang aku temukan di sana tadi siang.

Pelanggan DeHijau yang tertarik membeli makanan organik dan sehat untuk anaknya. (Sumber: Foto pribadi)

Gelar Produk UKM Kuliner

Hari ini tanggal 7 September 2019, aku bergerilya memborong jajan untuk camilan bocah (juga emaknya). Setiap acara gelar produk pelaku UKM Jogja ini, aku sangat excited.

Dulu, saat aku baru mengurus anak dan merasa sendirian, aku selalu mengeksplor ilmu dari media sosial dan internet. Di sana tuh banyak sekali ilmu yang tak aku dapatkan sebelumnya, salah satunya makanan/minuman sehat.

Jauh dari orangtua dan sanak saudara membuat aku dan suami belajar mandiri. Kudu kreatif agar bisa maju, seperti tema gelar produk hari ini. Makanya, ini sungguh relatable sama kehidupanku dan menginspirasiku untuk bercerita apa yang kudapat lebih detail.

Empat produk kreatif Bu Poppy. Dari kiri-kanan, tahap makanan anak dari 6 bulan (Sumber: Foto pribadi)

“DeHijau” by Bu Poppy: Semua Ini karena Kelahiran Prematur

Bu Poppy yang memiliki anak dengan kelahiran prematur dan membuatnya maju untuk usaha.

Seorang ibu pasti ingin yang terbaik untuk anaknya. Apa yang bisa seorang
ibu lakukan, itulah aksi heroiknya sebagai pembawa surga di telapak kaki.
Begitu juga Poppy Amalia. Ibu tiga orang anak ini memulai UKM-nya karena
dorongan cinta.

Sulungnya saat MPASI sangat berhati-hati dalam mengonsumsi makanan. Apa
daya, hanya Allah yang kuasa memberi rezeki kepada hamba-Nya. Bu Poppy pun
harus pasrah merawat anaknya yang lahir prematur.

For your information, anak yang lahir prematur memiliki berbagai pantangan
sebelum ia tumbuh dewasa. Dengan kekebalan tubuh yang tidak semaksimal anak
lahir pada waktunya, Sulung harus menjaga asupan yang masuk ke usus kecilnya.

Sambil memutar otak, beliau mencoba mengambil banyak ilmu dengan mencari.
Makanan organik dan sehat menjadi keharusan. Maka, setelahnya Bu Poppy harus
terjun ke dapur mengolah makanan ini.

Organik adalah alami atau natural. Akhir-akhir ini booming karena banyaknya
orang yang ingin sehat melalui makanan alami. Dari dr. Tan, sehatnya makanan
berawal dari makanan yang didapat dari sumber alami. Cara pengelolaannya tanpa
bahan buatan, misalnya pupuk organik dan lain sebagainya.

UKM Kreatif, UKM Maju

Nah, maka untuk menjadi maju, seseorang berawal dari akronim ‘kreatif’ tadi.
Tak punya kekebalan tubuh yang maksimal, membuat Bu Poppy aktif mencari cara
agar Sulung sehat. Dari godogan kreatif pula, dia bisa maju seperti sekarang.

Bu Poppy adalah sosok Srikandi yang kreatif pula dalam mengembangkan
usahanya. Tak tanggung-tanggung, dirinya selalu berinovasi dalam memanfaatkan potensi
penduduk sekitar Jogja.

“Semua bahan yang saya gunakan hampir organik, Mbak, kecuali cokelat. Cokelat itu semi organik, karena tanah di Jogja tidak mendukung,” tutur ibu lulusan sarjana pendidikan Bahasa Inggris ini.

Menggerakkan perekonomian orang lain berarti turut serta memajukan. Tak hanya itu, dengan bantuan Dinas di Provinsi, beliau maju untuk menambah total kekurangan 58% ekspor kuliner dari Jogja.

Dari total 60% UKM kuliner di Jogja, hanya 2% yang berdaya guna mengekspor produknya,” Bu Poppy membuatku tercengang.

Fi-az by Fifi, Adek SMP yang Berdaya Guna

Adek Fifi dengan sigap melayani.
(Sumber: Foto Pribadi)

Adek kecil kita ini, masih kelas 2 SMP. Namun, di hari Sabtu masa liburnya, dia malah nungguin stan minuman jamu bikinan ibunya.

“Aku lagi libur, Mbak. Jadi bisa bantu nungguin dagangan Ibu,” kata gadis kelahiran 2006 ini.

Selalu terenyuh dengan anak-anak yang mau membantu orangtua. Apalagi dengan keinginan anak itu sendiri. Kreatif seperti adek satu ini. Fifi, adek yang pintar menjawab pertanyaanku, sigap melayaniku.

“Jadi ini buat sampel aja, Mbak. Untuk produk yang dijual, pakai botol yang unik ini,” katanya sambil menyodorkan satu botol dengan harga hanya Rp5.000.

Memajukan usaha berarti mengembangkan sayap. Seperti itulah Fi-az Jamu ini. Selain titik penjualan di pinggir jalan, jamu dapat dibeli di Mirota Kampus.

Jamu yang botolnya unik, apalgi ada masa expired-nya. (Sumber: Foto Pribadi)

Aku suka dengan jamu ini karena produknya menyertakan label tanggal expired. Jarang jamu lain yang menggunakannya, kan? Aku pun jadi merasa aman mengonsumsinya.

Omah Jogja by Bu Cecilia: Kreativitas dalam Tajuk Usahanya

Melewati stan minuman dan langsung amaze sama tajuk “Jajan Tonggo Nglarisi Konco”. Dalam bahasa Indonesia artinya “Jajan ke tetangga, bikin laris teman”.

Omah Jogja dengan tiga varian minumannya, Dark Chocolate, Matcha dan Cokleat Susu, membuatku berhenti dan memesan satu gelas Dark Chocolate hangat. Siang itu Bu Cecil memberikanku semangat lewat senyum dan tajuknya.

Bener banget kalau tetangga adalah orang terdekat kita. Bahkan dalam Islam, tetangga harus kita ayomi, dibuat nyaman dengan keberadaan kita. Banyak konflik tetangga muncul karena tidak mengindahkan petuah Islam ini.

Bu Cecil yang murah senyum, menuang cokelat ke gelas dan mengaduknya untukku. (Sumber: Foto pribadi)

DI balik semua itu, membeli UKM tetangga membuat mereka berdaya. Sering enggak kita beli sesuatu yang sebenarnya ada di toko sebelah, tapi malah larinya ke swalayan kecil jauh dari rumah?

Inilah tajuk yang coba Bu Cecil angkat. Bahwa memberi manfaat dan rezeki ke tetangga membuat mereka maju. Kreatif yang bisa dilakukan karena berdaya dari kita. Setuju?

Ini 5 Cara Kreatif yang Bikin UKM Maju

Dari ketiga cerita Srikandi ini, aku jadi menyimpulkan ada 5 cara agar UKM kreatif lalu bisa maju. Baca satu per satu dengan ikhlas, ya. Walaupun masih belum sempurna, semoga cara-cara ini bisa menginspirasi.

1. Lakukan Dulu

Usaha bukanlah usaha jika ia hanya dalam pikiran saja. Saya sering berdebat dengan Bapak saya soal apa usaha yang akan beliau tekuni. Maklum, Bapak sudah pensiun. Beliau ingin mencukupi kebutuhan sehari-hari dengan membuka usaha di rumah.

Sayang, beliau hanya merencanakan dan membayangkan. Aksi adalah segalanya. Memang, untuk keberanian orang yang berumur itu beda dengan usia di bawahnya. Dulu, saya malah tidak berpikir akan aksi saya yang nekat menjadi broker konveksi seragam.

Tapi walau begitu, saya selangkah di depan karena sudah mengecap gagalnya usaha. Setidaknya saya bisa lebih tahu bagaimana usaha dijalankan dan apa saja penyebab kegagalannya. Hanya saya memang hanya bertahan dua tahun saja.

Beda dengan Bu Poppy yang bertahan bahkan melejit sampai tujuh tahun dalam usahanya DeHijau ini. Dibangun dengan modal trust dari pelanggan, ia melebarkan sayap.

2. Pelanggan adalah Aset

Jika kamu tidak bisa merawat hubunganmu dengan pelanggan, ia akan menjadi orang yang sambil lalu. Begitu juga dengan UKM yang sedang berjalan tadi.

Adek Fifi dan ibunya dengan membuat banyak titik jualan di pinggir jalan. Ini membuat pelanggan tetap bisa membeli dekat rumahnya. Bu Cecil yang membuat berbagai varian minuman setelah pelanggan memintanya.

Pun dengan Bu Poppy yang akhirnya mengembangkan banyak produk sesuai permintaan. Pelanggan yang loyal akan kembali dan terus kembali. Meningkatkan trust mereka dengan membuat mereka tak lari, misalnya menjaga kualitas makanan tetap sama dengan SOP.

3. Tetangga adalah Modal

Modal sumber daya manusia memang kadang membuat suatu UKM merasa menjadi beban. Bagaimana tidak, jika SDM ini susah didapatkan karena terus menunggu yang terbaik.

Bu Poppy dengan semangat menjadi manfaat, berkeliling Jogja mencari petani bahan organik untuk produk olahannya. Bukan dengan mencari satu sumber, tapi semua sumber beliau sambangi.

Ada pengusaha tepung pisang organik di daerah Srandakan, Bantul; petani cokelat di Kulonprogo, juga petani beras organik di Panggungharjo, Sewon. Ini sebagian kecil orang yang dia ajak untuk bekerja sama.

4. Jangan Lupa Ilmu

Terkadang, seseorang lupa untuk terus meng-update ilmunya. Orang yang ingat untuk terus mengisi adalah orang yang merasa kosong, merasa kurang. Seperti pelaku UKM siang ini.

Bu Poppy, Adek Fifi dan Bu Cecil selalu mencari cara agar usahanya tidak stagnan, atau bahkan tutup. Bermacam komunitas diikuti, seperti PLUT-KMUKM yang telah memberi banyak bantuan terhadap UKM di Jogja agar terus maju.

Kelas yang meng-upgrade pelaku UKM, pelatihan khusus, hingga pameran yang setiap bulan diadakan akan menjadi tangga. Ilmu di dalamnya mahal, karena pemiliknya menambahkan tiap-tiap waktu.

Maka, UKM yang kreatif akan maju dengan ilmu yang dimilikinya. Semakin kuatlah penopangnya dan membuatnya bertahan dengan segala ujian.

5. Berinovasi

Setelah berusaha dengan apa yang sudah ditekuni, Bu Poppy banyak melakukan kemajuan. Bahkan Oktober ini dia dan teman-teman akan mulai menyambangi pelabuhan. Ini dilakukannya untuk menambah jumlah ekspor dari Jogja yang hanya 2%.

Dari 60% UKM kuliner Jogja, 58% hanya sampai di taraf nasional. DeHijau berinovasi untuk memajukan UKM dan berdaya guna bagi negara dengan melebarkan sayap ke ranah internasional.

Ini memang bukan hal yang mudah. Ekspor memiliki banyak syarat yang harus pelaku UKM lakukan agar kualitasnya setara apa yang diinginkan oleh pembeli. Namun, berinovasi akan menjadi pintu bagi para pelaku UKM dalam memajukan usahanya.

Kalau tidak dicoba, tidak akan tahu hasilnya, kan?

Hasil jajan di Gelar Produk Pelaku UKM 6-7 September 2019.
(Sumber: Foto Pribadi)

Lalu, kalau kita masih menjadi pelanggan dan belum menjadi pelaku UKM, bagaimana maju? Bisa banget! Berkaryalah dengan apa yang kau suka, juga apa yang kau bisa. Kreatif dan maju berasal dari diri apa pun medianya.

Bukankah dengan menggeluti apa yang sudah ada dalam diri, lalu menghasilkan dan berdaya beli di UKM lokal, kita bisa berpotensi lebih memajukan perekonomian negara. Semoga, ya!

Hasil memborong camilan dan minumal UKM lokal yang kualitasnya nasional. (Sumber: Foto Pribadi)

Tips Cegah Anyangan-anyangan, Jadi Ibu yang Aktif dan Percaya Diri

Kerjaan yang mengandalkan fokus di depan latop kayak gini bikin galau hati kalau sakit. Apalagi kaluarga jadi prioritas.
Sumber: Dok. Pribadi

Ibu Harus Sehat: Sebuah Quote

Menjadi seorang ibu itu dituntut sehat. Kalau kata quote-quote terkini tuh, ayah sakit, anak sakit, ibu tak boleh sakit. Hahaha. Tapi emang bener sih, ibu adalah koentji (kunci) di dalam keluarga. Ibu yang bisa menjaga kesehatan akan menularkan kesehatan juga kepada anak dan suaminya. Ibu yang sehat akan lancar bekerja dan berkarya.

Sayangnya, kesehatan tak selalu dapat terpelihara. Apalagi job seorang ibu yang 24 jam 7 hari non stop. Kayak saya, hehe. Saat mengerjakan pekerjaan rumah ditambah job menulis, saya sangat fokus. Sampai-sampai saya lupa main ke toilet buat pipis. Iya, saya menahan pipis karena malas ke kamar mandi.

Menahan pipis emang enggak sehat!
Sumber: ilustrasi/thinkstock

Pernah kan ya, saat kita merasa “duh tanggung” lalu menahan pipis dan akhirnya lupa sampai kebelet akut? Saya pernah, Saudara-saudara, dan akhirnya bikin kegiatan BAK (Buang Air Kecil) sakitnya minta ampun. Saluran kemih rasanya panas terbakar, pipis keluar sedikit-sedikit. Udah gitu enggak ngerasa tuntas. Sakit, ya Allah!

Akibat paling enggak nyaman adalah saya jadi berpindah fokus ke area saluran kemih terus menerus. Lagi ngerjain tulisan, duh pengen pipis. Lagi nyuci piring, duh pengen pipis. Ngurus suami dan anak, duh kebelet. Dan itu saya rasakan berhari-hari. Belum lagi saat ada event keluar. Ya Allah, so sad! Karena enggak tahan sama keadaan itu, akhirnya saya periksa ke dokter.

Kok, Bisa Sih Anyang-anyangan?

Dokter mendiagnosis saya terkena ISK. Gejala sakit yang saya rasakan membuat saya diberikan antibiotik untuk melawan bakteri E. Coli, si penyebab anyang-anyangan datang.

ISK adalah kependekan dari infeksi saluran kemih. Yaitu penyakit yang disebabkan oleh infeksi yang terjadi pada saluran kemih. Ini terjadi karena mikroba. Eh tapi jangan khawatir dulu, ISK merupakan salah satu infeksi yang paling umum terjadi. 

Dari penelitian, 5 dari 10 wanita pernah mengalami ISK. Dua di antaranya mengalami ISK berulang. ISK biasanya kita sebut dengan anyang-anyangan. Eh, kenapa wanita ya yang lebih rentan? Boleh nih disimak biar kita bisa lebih aware. Secara anatomi saluran kemih wanita lebih dekat dengan anus.

Oya, penyebab ISK itu paling besar dari bacteria E. Coli. Hidupnya di saluran pencernaan. Biasanya ikut keluar lewat anus bersama feses. Bakteri ini yang enggak sengaja pindah ke saluran kemih dan nempel di dinding saluran. Kalau didiamkan, jadilah ISK. Hiiii!

Kapok dengan semua penderitaan saya yang bikin kegiatan sehari-hari enggak nyaman, saya sampai berada di fase, “Saya harus berubah!”

Alhamdulillah sekarang saya sudah punya tips pencegah anyang-anyangan tersebut. Mau tahu enggak? Mau tahu banget?

Tips Cegah Anyang-anyangan

Dari hasil belajar via internet, bertanya ke dokter, lalu ikut talkshow kesehatan, saya dapat tips ini nih untuk mencegah ISK atau anyang-anyangan. Cek yuk!

  1. Arah membasuh saat cebok. Ini termasuk cara membasuh/cebok setelah pipis. Karena kebiasaan, banyak orang yang salah arah saat cebok. Arah yang benar adalah membasuh dari depan ke belakang. Artinya saat cebok, bersihkan vagina dulu baru anus. Ini agar bakteri E. Coli tidak berpindah.
  2. Hindari toilet yang kurang bersih dan air kotor. Biasakan membawa air minum dalam botol. Saat darurat, air minum bisa dipakai membilas saluran kemih dengan aman.
  3. Jangan menahan saat kebelet pipis. Disarankan untuk setidaknya mengeluarkan air kencing maksimal 5 jam sekali. Saat kebelet, air kencing harus segera dikeluarkan.
  4. Biasakan membuang air kencing sebelum dan sesudah hubungan badan bagi pasangan suami istri. Saat hubungan, tubuh rentan memindahkan cairan dan saat itu bakteri rentan juga menyebar. Dengan membuang air kencing, sekalian membersihkan saluran kemih.
  5. Mengonsumsi makanan/minuman pencegah ISK. Minum air saja tidak cukup kalau kita sudah mulai anyang-anyangan. Mungkin membantu, tapi belum menyelesaikan masalah. Menurut penelitian, terdapat buah yang mengandung Proantocyanidin (PAC) dan berfungsi mencegah penempelan bakteri E. Coli pada dinding saluran kemih. Jadi, setelah E. Coli keluar dari tubuh bersama air kencing. Nama buahnya adalah Cranberry.
Buah Cranberry
Sumber: healthline.com

Cranberry, Ada Enggak sih di Indonesia?

Sayang banget, cranberry jarang ditemukan semudah pisang di Indonesia. Harganya juga mahal. Selain itu, buahnya harus dijus dulu agar dapat terserap. Nah, kabar gembira untuk kita semua, khususnya wanita, cranberry kini ada ekstraknya.

Serbuk cranberry kemasan satu kali konsumsi bisa didapatkan dalam Prive Urican Plus. Kayak gini nih penampakannya.

Sehari minimal minum Jus Cranberry 1 kali. Satu sachet 150 ml.
Sumber: Dok. Pribadi

Karena rasa asli cranberry sendiri yang agak pahit dan asam, Prive Uricran Plus menyulapnya dalam serbuk minuman yang manis asam. Teksturnya berupa granula atau serbuk, jadi gampang banget diseduh.

Air untuk menyeduh memakai air suhu normal saja. Prive Uricran Plus dibuat kemasan per boks 15 sachet isinya. Mau tahu komposisinya? Ini nih, ada 375 mg Ekstrak Cranberry, 60 mg Vit. C, 0,1 mg Lactobacillus achidophillus, 0,1 mg Bifidobacterium bifidum.

Untuk hasil maksimal, jangan lupa untuk mengonsumsi 2 gelas (@150 ml) jus Cranberry per hari. Berapa lama? Minum setiap hari, kurang lebih dalam 10 hari.

Nah, cara kerja Jus Cranberry Prive Uricran Plus ini persis seperti buah Cranberry. Jus ini mengandung Proantocyanidin (PAC). Pencegahannya dengan melibas penempelan bakteri E. Coli pada dinding saluran kemih. Jadi, setelah E. Coli keluar dari tubuh bersama air kencing, maka ISK pun hilang.

Amankah untuk ibu hamil?

Risiko selain wanita pada umumnya adalah ibu hamil. Biasanya para ibu hamil khawatir akan kesehatan janin saat mengonsumsi suplemen. Ibu hamil juga berisiko terkena anyang-anyangan lebih besar. Alhamdulillah, Prive Uricran Plus ini aman dikonsumsi oleh ibu hamil.

Lalu, Belinya di mana?

Kita bisa membelinya di toko apotek offline terdekat seperti Century, Guardian, Watsons, Kimia Farma, Viva health, dan apotek lain. Untuk memuaskan rasa kepo akan Jus Cranberry ini, kita bisa kunjungi uricran.id. Bisa juga kunjungi akun FB Prive Uri-Cran dan akun Instagram @uricran.id

Prive uricran datang, anyang-anyangan hilang!
Sumber: Dok. Pribadi

Alhamdulillah, karena saya sudah menemukan tips tepat mencegah anyang-anyangan ini, saya jadi merasa nyaman. Lebih percaya diri, aktif dan merasa bisa diandalkan oleh keluarga. Semoga apa yang sudah saya bagikan, dapat bermanfaat ya untuk kita semua. Aamiin.

Salam santun, Dhita Erdittya

#pruveuricran #womenscommunity #combiphar #JogjaSolo

Sumber artikel:

  • Hasil talkshow oleh dr. Muhammad Nurhadi Rahman, SpOG dengan tema Aktif dan Percaya Diri dengan Memelihara Saluran Kemih di The Rich Hotel Jogja, Sabtu, 13 Juli 2019.

Cara Mendapatkan HAKI: Hak Kekayaan Intelektual

Saat main ke Twitter, saya lihat gambar yang menarik tentang Mendoan. Siapa yang belum tahu mendoan? Tempe bermandikan tepung goreng setengah matang dari Banyumas dan sekitarnya.

Tapi bukan karena penampakan produknya, penampakan kocak yang diunggah @personafikasi ini menjadi viral karena gerobak mendoan menggunakan logo brand restoran siap saji.

Pasalnya logo huruf ‘M’ berwarna kuning tersebut terpampang di gerobak miliknya dengan tambahan tulisan ”MenDoan’s” yang dibaca mendoan atau gorengan yang berasal dari olahan tempe. (Hitekno.com)

Nah, kamu tahu enggak kalau gambar viral tersebut menimbulkan potensi aduan perdata, bahkan pidana. Hanya karena nyomot gambar brand secara asal dan dimodif sendiri, ancaman denda beratus juta sampai dipenjara.

Ngeri kan, ya?

Makanya, kita sebagai pemilik usaha atau karya kudu tahu tentang KI. Biasanya dalam karya yang dikomersilkan ada tulisan Copyright. Atau kalau dalam bahasa Indonesia disebut hak cipta. Nah, hak cipta termasum dalam KI atau kekayaannya intelektual

Sumber: Suara.com
Hak Kekayaan Intelektual dibahas dalam Forum Sosialisasi di Yogyakarta

Nah, hari ini saya berkesempatan ikut Forum Sosialisasi Kepatuhan terhadap Hak Kekayaan Intelektual. Forum ini diselenggarakan oleh Kominfo, Kemenhumkam dan Dinas Koperasi UMKM.Dari Hotel Sheraon Mustika Yogyakarta, ketiga narasumber menyampaikan pentingnya perlindungan Kekayaan Intelektual.

Kalau dari fenomena Mendoan’s tadi, kekayaan intelektual ternyata belum viral di masyarakat. Seperti yang disampaikan Pak Handi Nugroho, SH. MH, selaku Kasi Utama Kerja Sama Lembaga Non Pemerintah dan Monitoring Kemenkumham, kurangnya pemahaman masyarakat atas HAKI (Hak Kekayaan Intelektual) menyebabkan turunnya nilai ekonomis suatu usaha.

Banyak kasus hukum tentang hak cipta, dari tahun 2011-2016 saja sudah ada 662 delik aduan. Dulunya CD dan DVD yang banyak disalin ilegal merajai, kini unduhan dan streming ilegal merajalela. Dalam sebuah penelitian, Indonesia, Srilanka, dan Thailand memiliki ilegal KI sebanyak 90%, yaitu pemalsuan merek. Bahkan tak hanya itu, LPMM UI meneliti bahwa kerugian pemalsuan Rp65,09 T.

Kerugian HAKi sangat besar dan berdampak nyata dalam kehidupan sehari-hari. Perlu langkah strategis untuk meningkatkan kesadaran akan haki. Kominfo dan kemen hujan membuat 2015, nota kesepahaman sosialisasi guna mendukung akan hak masyarakat.
Maka dibuatlah forum ini. Sarana edukasi biar masy tau akan haknya dan mendaftarkan

Jenis-jenis HAKI

Secara umum, KI dikelompokkan dalam 2 bagian besar, yaitu:

  1. HAK CIPTA dan HAK TERKAIT;
  2. HAK KEKAYAAN INDUSTRI, yang mencakup: Paten; Merek & Indikasi Geografis; Desain Industri; Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu; Rahasia Dagang; dan Perlindungan Varietas Tanaman (PVT);

-Kekayaan intelektual
Sekumpulan hak-hak hukum
-Semua karya manusia dapat dilindungi
Tidak, hanya yang memenuhi syarat sesuai undang-undang
-Jenis-jenis KI
Hak cipta, paten, desain industri, perlindungan varietas tanaman (oleh Kementerian Pertanian),
-Mengapa perlu dilindungi
Agar bernilai ekonomi (ada nilai ekonominya).

Jika kita sudah tahu tentang HAKI, lalu gimana sih untuk mendaftarkan HAKI tersebut? Yuk kita cek tips pendaftaran HAKI:

Cara memperoleh perlindungan KI
1. Deklaratif
Hak cipta
Hak terkait
2. Konstitutif (sertifikat)
3. Diam-diam
Dijaga/disimpan keharisaan. Contob Rahasia dagang

Asas-asas Umum
1. Hak berlaku Nasional/teritorial (ada Konvensi untuk internasional
2. First to file system (kecuali hak cipta first time publish)
Buku hilang dan orang yang menemukan yang memiliki hak cipta (diumumkan).
3. Mensyaratkan kebaruan dan orisinalitas kec. Merek
4. Ada jangka waktu perlindungan dan tidak bisa diperpanjang kecuali merek (paten sederhana 10 tahun)
Hak cipta 70 tahun
5. Jenis detiknya delik aduan (harus pemiliknya yang mengadu)

Hak cipta adalah hak eksklusif pencipta yang timbul secara otomatis berdasarkan prinsip deklaratif/pengumuman atas karyanya di bidang seni, literatur, dan ilmu pengetahuan.
Tuntut pidana bisa ditahan.

Hak terkait adalah hak Yang terkait dengan hak cipta seperti hak artis (performer), hak produser rekaman (producer of phonogram), hak lembaga siaran (broadcasting organization)
Misal merekam dan mempublikasikannya dari konser dll. Ilegal donloading dan illegal streaming yang paling banyak setalah ilegal DVD.

Merek adalah tanda yang dapat ditampilkan secara grafis berupa gambar, logo, nama, kata, huruf, angka, susunan warna, dalam bentuk dia dimensi dan 3 dimensi atau lebih unsur tersebut untuk membedakan barang dan jasa yang diproduksi oleh orang/badan hukum dalam kegiatan perdagangan barang dan jasa.

Membuat merek dagang indomaret misalnya 250jt/gerai/jangka waktu.
80% dari aset adalah merek (KFC, mcd dll).

Tips pendaftaran KI
1. Tentukan jenis KI
2. Lakukan searching terkait KI

Arti penting
1. Sebagai jaminan kepastian hukum dan kepastian berusaha
2. Sebagai alat pengenal bisnis atau brand image
3. Sebagai alat promosi
4. Sebagai alat bisnis intangible
5. Sebagai sumber bisnis baru melalui invensi dan inovasi
5. Sebagai alat untuk meningkatkan daya saing atau posisi tawar perusahaan dalam perdagangan dan investasi.

Dalam 1 menit di dunia ada 347rb yang pakai instagram. Dari 4 dari 10 aktif di medsos. Tak bisa hidup tanpa HP dalam 7menit. Akses internet 8-11 jam. Baca buku 27 halaman pertama tahun (minat baca 60 dari 61)

Ancaman untuk Hoax, radikalisme, penipuan, pornografi, bullying, prostitusi, pelanggaran HKI, SARA, Hate speech

Bulan Mei ada pengaduan dari KI dan ditindaklanjuti. Seperti contoh pelanggaran mengklaim CS kompor Modena. Terbesar hoaks adalah dari medsos.

Dari Ibu Lusi selaku wakil dari Dinas Koperasi UMKM

Karakteristik UMKM
1. Ganti usaha sewaktu-waktu
2. Tempat usaha tidak menetap
3. Cepat puas (tidak mau mengupgrade produk yang bisa meningkatkan nilai ekonomi)
4. Belum melakukan administrasi keuangan dengan baik atau belum memisahkan keuangan keluarga
5. Jiwa wirausaha kurang diolah dan dikembangkan
6. Umumnya belum akses kpd perbankan karena kurang info

#CerdasHukum #forumHKIkominfo_yogya

Review Pengalaman Pakai Natur Hair Mask Aloe Vera

Review Memakai Natur Hair Care

Natur dan jenis perawatannya, salah satunya Natur Hair Mask.
Sumber: Foto Pribadi

Setelah memiliki anak, rambut menjadi nomor sekian untuk dirawat. Padahal perawatan diri itu harusnya nomor satu sebelum merawat orang lain ya. Apalagi saya suka berenang. Perawatan kudu lebih lagi.

Pengalaman keramas after renang pasti rontok banyak. Bau kaporit juga bikin rambut enggak nyaman. Kaku gitu. Dulu, kalau setelah renang, saya cuma pakai sampo aja. Perawatan lainnya enggak ada. Tapi setelah tahu ada hair mask gitu, saya coba pakai untuk tahu hasilnya.

Pengalaman ini selama satu minggu. Untuk catatan, hair mask disarankan untuk digunakan seminggu sekali. Saya pakai Natur Shampoo juga, varian ginseng. Kalau untuk Hair Mask, saya pakai Aloe Vera. Penjelasan detail produk akan saya jelaskan di akhir tulisan.

Penggunaan Pertama Natur Shampoo dan Hair Tonic

Untuk mendukung perawatan maksimal Hair Mask, saya ceritakan sekalian ya pengalaman memakai Natur Shampoo. Kalau di benak kalian, apa yang menggambarkan Natur Shampoo itu? Dulu, saya hanya tahu kalau Natur itu bau jamu. Hahaha. Maaf ya, Natur. Tapi emang bener, Natur yang dulu baunya masih mengganggu bagi saya. Tapi khasiatnya memang enggak bisa diremehkan. Top abis!

Nah, tanggal 3 Juli 2019, saya beruntung bisa ikutan pengenalan Natur terbaru. Di sini, variannya makin banyak. Dan yang paling suka itu adalah wanginya keren. Udah enggak ada bau jamu lagi. Untuk penggunaan pertama Natur Shampoo, hasilnya rambut saya kaku tapi wangi. Kenapa kaku? Penjelasan dari Natur sendiri adalah proses detoksifikasi.

Oh ya, untuk catatan, saya pakai setelah berenang. Jadi, perpaduan detoksifikasi dan kaporit yang ada di air kolam bisa jadi membuat rambut tambah kaku. Untuk perawatan rambut akhir, saya coba pakai Hair Tonic Natur. Caranya hanya ditaruh di kulit kepala dan memijatnya lembut.

Penggunaan Kedua Natur Shampoo dan hair Tonic

Dua hari setelah keramas pertama, saya coba lagi Natur Shampoo tadi. Kali ini saya coba saat tidak berenang. Oya, saran dari Natur sendiri, untuk sampo dipakai hanya di helai rambutnya saja. Untuk hair tonic, di kulit kepalanya.

Pemakaian kedua, rambut masih berasa kaku. Namun, saya takjub karena rambut rontok mulai berkurang. Biasanya, sebelum memakai Natur, rambut yang sengaja saya sisir memakai tangan akan banyak tertinggal di tangan.

Penggunaan ketiga natur shampoo dan Hair mask

Taraaa, inilah waktu saya memakai hair mask. Setelah keramas memakai Natur Shampoo, saya coba perawatan mingguan ini. Hair mask teksturnya mirip sampo Azalea (sampo satu brand dengan natur). Berwarna putih dan berbau harum.

Varian yang saya coba adalah Aloe vera. Fungsinya di sini melebatkan rambut. Kalau untuk saya, setelah pemakaian, rambut yang tadinya kaku jadi lembut. Oya, pemakaiannya hanya di helai rambut saja. Pertama, keluarkan mask sesuai panjang rambut. Kalau saya berambut panjang sebahu hanya memakai setengah kemasan saja. Setelahnya digosok ke seluruh telapak tangan. Jika sudah merata, saya aplikasikan di helai rambut.

Kenapa sih saya suka Natur?

Saya suka yang alami. Dulu sempet tahu kan kalau natur itu bau jamu. Kenapa? Ya, karena memang dibuat dari bahan alami, alami lebih baik kan. Kalau sekarang, masih sama, hanya diberikan ekstrak wewangian saja. Warna cairannya masih hitam coklat gitu.

Re-opening Taman Air Menari Gratis di Jogja

Re-opening Taman Air Menari

Gerakan Bergerak Minimal 30 Menit

Tahu enggak, ternyata di Indonesia sudah ada himbauan Dinkes untuk bergerak minimal selama 30 menit dalam sehari. Biasanya, saya ngajakin anak jalan-jalan pagi. Namanya anak tuh seneng banget kalau diajak bergerak. Fitrah manusia memang, biar manusianya sehat. Tapi apa sih hubungannya antara bergerak dan sehat?

Kenapa Harus Bergerak?

Data Riskesdas tahun 2018 menunjukkan bahwa 33.5% masyarakat Indonesia di atas usia 10 tahun kurang melakukan aktivitas fisik. Padahal aktivitas fisik berguna untuk kebugaran tubuh, juga membantu stimulasi motorik halus dan kasar, dan penyerapan nutrisi yang sangat dibutuhkan dalam masa tumbuh kembang anak.

Bergerak Aktif untuk Anak

Kata dr. Mei Neni, hal yang perlu diingat itu adalah tubuh yang sehat adalah kombinasi antara nutrisi yang sehat dengan tubuh yang banyak bergerak aktif sejak dini. Jadi, kalau salah satunya tidak dipenuhi, akan terjadi risiko seperti diabetes melitus, hipertensi, dan jantung. Gerak aktif juga membantu optimasi proses metabolisme tubuh dan perkembangan otak.

Nah, begitu besar manfaat menggerakkan tubuh, apa mau kita lewatkan?

Wahana Gratis untuk Kesehatan Keluarga

Jogja kota istimewa seperti itulah sebutannya. Selama Sembilan  tahun saya menetap di sini, selalu ada saja pembaharuan yang bikin saya jatuh cinta. Salah satunya obyek wisata di tengah kota Jogja yang mengedukasi. Taman Pintar Yogyakarta namanya.

Wahana bermain di sana banyak banget. Ada yang indoor dan outdoor. Mulai dari sains, seni, bahasa, ada di Taman Pintar Yogyakarta. Salah satunya adalah Taman Air Menari untuk bermain air secara cuma-cuma.

Peluncuran Kembali Taman Air Menari

Pembukaan Kembali dihadiri dokter anak, ibu yang berpengalaman, pihak Taman Pintar dan Danone.

Nah, setelah beberapa lama Taman Air Menari (TAM) yang launching tahun 2008, tahun 2019 ini menjadi tahun barunya. Re-opening TAM menjadi salah satu bentuk aksi positif Danone di Indonesia. Kerja sama panjang dari 2014 ini berlangsung dengan Taman Pintar Yogyakarta.

Tanggal 2 Juli 2019 menjdi hari bersejarah juga bagi saya. Selain re-opening Taman Air Menari, saya bisa main lagi ke sana mengajak anak. Sudah lama saya menantikan momen ini.

Untuk bermain di TAM, kita hanya perlu membawa baju ganti dari rumah. Bisa juga bawa makanan dan minuman pelepas kelaparan setelah bermain. Jangan takut anak terpeleset, TAM menyediakan keset karet yang mencegah anak terjatuh. Selain itu, kita juga bisa main perang air dengan tembakan yang ada di empat penjuru di sekeliling TAM. TAM dibuat dalam bentuk lingkaran. Di tengahnya ada jamur besar untuk bertepi. Air mancur keluar dari dalam lingkaran yang agak turun dari lantai depan Taman Pintar.

Enggak bawa baju dan konsumsi untuk anak? Jangan khawatir juga. Di sebelah barat TAM menyediakan baju bernuansa Taman Pintar dan Yogyakarta. Toko ini menyediakan pula souvenir yang bisa dibawa pulang untuk oleh-oleh. Stan-stan makanan juga banyak berdiri di sekeliling halaman Taman Pintar.

Untuk mandi, anak bisa mandi di pancuran yang terpisah dari TAM. Pancuran mandi ini terletak di sebelah selatan TAM. Ada dua pancuran yang bisa dipakai untuk membilas tubuh. Berganti pakaian dapat dilakukan di toilet yang terletak di selatan Masjid Taman Pintar (area Taman Pintar bagian Timur).

Komitmen Danone Sarihusada di Indonesia

Sebagai kelompok usaha yang peduli akan kesehatan anak Indonesia, Danone di Indonesia dengan visi “One Planet, One Health” berkomitmen untuk membawa kesehatan ke sebanyak mungkin masyarakat dunia melalui makanan dan minuman termasuk edukasi nutrisi, hidrasi sehat, perilaku hidup bersih dan sehat, hingga aktivitas fisik yang teratur.

Salah satu bentuk aksi positif yang dilakukan oleh Danone di Indonesia adalah sebuah kerjasama panjang dengan Taman Pintar Yogyakarta dengan menghadirkan dukungan terbaru yaitu Wahana Taman Air Menari. Wahana ini merupakan wahana luar ruangan yang bertujuan untuk mengembangkan sisi kognitif dan motorik anak-anak di Yogyakarta untuk mendukung tumbuh kembang yang optimal.

Pengalaman Emak-emak Bikin Anaknya Sehat

Berfoto di depan Taman Air Menari

Dulu banget, sekitar tahun 2011, anak sulung saya berusia 2 tahun. Permainan yang disukainya adalah main air. Main air dari pancuran jadi kesehariannya. Dulu juga, saya sering bingung kalau ajak anak main air di pusat kota. Ada sih semacam waterpark atau kalau mau bisa ke pantai, tapi kadang pas bokek penginnya yang deket plus gratis.

Sayangnya, banyak mainan yang rusak. Himbauan untuk orangtua untuk mendidik anaknya merawat fasilitas umum. Biasanya gratis menjadikan orang enggak peduli terhadap fasum.

Nah, tanggal 2 Juli 2019, saya menjadi salah satu peserta undangan yang beruntung dpat hadir re-opening Taman Air Menari. Kenapa untung? Saya salah satu ibu yang suka banget ajak anak ke Taman Pintar Yogyakarta. Dengan ikut acara ini, saya bisa lebih banyak share informasi penting dengan bumbu pengalaman riil saya.

Ternyata, Danone Sarihusada sudah hampir 15 tahun bekerja sama dengan Taman Pintar dalam mengedukasi anak Indonesia. Pernah lihat ada gambar brand Danone di Tampin, kan? Danone berusaha untuk mendukung anak Indonesia dalam hal yang nutrisi lewat dan wahana untuk beraktivitas. Biar terintegrasi.

Dalam acara ini juga, saya dapat ilmu baru betapa pentignya nutrisi dan stimulasi dipadukan. Makanan yang didapat anak di atas usia dua tahun dapat mengikuti panduan Isi Piringku. Panduan ini terdiri dari 50% buah dan sayur, serta 50% karbohidrar dan protein. Jadi, seimbang. Protein untuk anak sebaiknya lebih banyak hewani. Daging merah menyimpan kandungan zat besi untuk tumbuh kembang anak.

Zat besi ini yang mendukung anak bertumbuh. Fakta yang menyedihkan, Indonesia memiliki 3 dari 10 anak yang mengalami stunting. Stunting itu lambatnya tumbang. Bisanaya sih ditandai dengan pendek, BB kurang, dan perkembangan lambat.

Saya baru tahu juga kalau pertumbuhan dan perkembangan anak itu saling memengaruhi. Jika anak tumbuh dengan baik, maka perkembangannya juga baik. Pertumbuhan bisa dilihat dari tinggi badan, berat badan, lingkar kepala, atau yang menunjukkan angka ukuran tubuh. Untuk perkembangan lebih kepada sudah sejauh apa anak bisa melakukan sesuatu, seperti merangkak, jalan, berlari, berbicara, dll.

Jadi, yuk ajak anak main ke Taman Air Menari di Taman Pintar Yogyakarta. Letaknya enggak jauh dari Malioboro, kok. Jadi, setelah belanja di Beringharjo, kita tinggal jalan kaki ke selatan setelah toko Progo.

Dukung anak sehat dengan terus bergerak!

Inspirasi Cinta Bumi pada Grebeg Lebaran PLUT Jogja 2019

Ela, gadis manis yang baru lulus SMA ini ikut memasarkan batik eco-print milik ibunya.

Stan INALU, Batik Eco-Print Ramah Lingkungan

Ela, Gadis Manis Baru Lulus SMA yang Pintar

“Demi gaji, Mbak,” ujarnya sambil meringis saat aku menanyakan apa motivasinya ikut di pameran UMKM ini. Seorang gadis yang baru menginjak usia 17 tahun ini terlihat percaya diri saat saya menanyakan tentang produk eco-print. Ternyata, dagangannya kali ini adalah titipan ibunya.

“Kata Ibu, daripada aku nganggur di rumah. Kan udah lulus dan bebas tanggal 18 Mei kemarin ini. Daripada main HP aja katanya. Ha-ha-ha. Ya, demi gaji kan, Mbak?” Pipi Ela, gadis penjaga stan batik eco-print, merona dan saya pun tergelak. Tak menyangka, gadis penjaga salah satu pameran ini adalah anak seorang pengusaha UMKM.

“Ibu sudah lama berkecimpung di bidang ini, Dek?” tanyaku ingin tahu. “Emmm, sekitar tiga atau empat tahun yang lalu,” ujarnya sambil membetulkan letak kacamata hias di wajah.

“Wah, berarti saat kamu masih akhir SMP atau masuk SMA ya?”

“Iya, Mbak. Saya malah sering disuruh nyoba bikin sama Ibu.”

Hebat, pikirku. Saat remaja seusianya lebih suka main atau bahkan fokus memikirkan si dia, eh, Ela bahkan mau belajar membatik kontemporer ini. Saya terhenyak setelah mendengarkan banyak kisah dari Ela, gadis ini ternyata sangat menguasai produk UMKM yang diikutkan dalam pameran Grebeg Lebaran 2019 siang itu.

Eco-print, Tak Hanya Soal Mencetak

Batik eco-print ternyata memiliki harga jual tinggi. Saat saya bertanya salah satu produk cardigan harganya di atas 400 ribu rupiah.

“Emang mahal, Mbak,” Ela seperti mengerti keheranan saya saat mendapat jawaban harganya. “tapi sebanding dengan proses pengerjaannya,” sambungnya.

Dikutip dari wargajogja.net, batik eco-print pertama kali digagas oleh seorang warga negara Australia bernama India. Popularitas batik eco-print ini naik pesat di Indonesia pada 2017. Salah satu penyebabnya adalah tren gaya hidup masyarakat ramah lingkungan.

Kenapa dikatakan ramah lingkungan? Jika dirujuk dari namanya, eco berasal dari kata ekosistem (alam termasuk yang ada di Bumi) dan print yang artinya mencetak. Lalu diperluas dengan arti bahwa bahan berupa kain ini dicetak dengan bahan-bahan yang berasal dari alam, yaitu daun.

“Daunnya bisa jati, kenikir, dan lain-lain, Mbak. Syaratnya tuh harus berwarna kuning (agak tua),” tukas Ela. Proses pembuatannya diawali dengan pengolahan kain. Kain putih direndam dulu dengan air tawas agar lilin yang menyelubungi kain, bisa luruh. Manfaatnya adalah untuk mempertahankan warna dasar kain dan juga membuka pori-pori kain. Setelahnya, dilanjutkan dengan pengeringan.

Saat pengeringan pun, ternyata tidak boleh dijemur di bawah matahari langsung. “Kudu diangin-anginkan saja, Mbak, dua sampai tiga hari,” kata Ela. Saat saya tanya kenapa hanya dianginkan, ternyata kualitas kain yang dijemur angin-angin lebih baik daripada yang langsung terpapar sinar matahari.

Selanjutnya, proses mencetak daun. Dalam proses ini, terkadang bisa di-skip. Dari butik Inalu ini, pembeli bisa memesan corak batik sesuai keinginan. Maka, saat corak yang dipesan, misalnya, ada corak daun di bahu kanan-kiri saja, maka prosesnya adalah dijahit dulu bahannya. Setelah dijahit, proses mencetak dapat dilakukan sesuai pesanan.

Untuk pameran, Inalu menyiapkan sendiri produk yang akan dipamerkan. Produk inilah yang memakai proses mencetak setelah diangin-anginkan. Daun ditata di satu sisi kain secara abstrak. Setelahnya, kain ditutup plastik lalu digulung. Di sini kita harus teliti agar tetap mempertahankan posisi daun. Kain yang sudah tergulung, diikat kencang.

Tahap ini merupakan tahap yang ditemukan setelah eksperimen Ibunya Ela berkali-kali. Tahapan pengukusan agar warna daun tercetak. Gulungan kain tersebut dikukus selama sepuluh jam, tidak boleh lebih atau kurang. Saat waktu kukus meleset, maka kualitas kain akan menurun. Seperti metamorfosis kupu-kupu pada tahap kepompong ya? Oh ya, daun yang tercetak di kain tergantung pada warna daun asalnya. Untuk daun jati, warna kuning kecoklatanlah yang akan mendominasi.

Dari 2 Juta Disulap Menjadi 300 Juta Rupiah

Para ibu sedang mengunjungi butik Inalu

“Eh, kalau untuk masyarakat Jogja, kayaknya nih, harganya belum terjangkau ya?” tanya saya kepo. Tak dapat dimungkiri, harga produk batik eco-print ini lumayan tinggi. Pashmina yang saya pegang pertama kali di rak Inalu mencapai 200 ribu rupiah. Bandingkan dengan pashmina kain bukan eco-print, paling mahal 99 ribu rupiah.

“Nah, makanya Mbak, kami menjualnya tertarget. Kami menjual di saat musim semi dan panas kepada bule-bule,” ujar gadis campuran Pati-Jakarta ini. Ternyata, E-bay dan Amazon adalah toko daring terlaris butik Inalu. “Selain itu, kami sering ikut pameran di Bali dan Jakarta, di sana kemampuan pembeli lebih tinggi, Mbak.” Ela menjelaskan dengan semangat tinggi.

“Bahkan sebenarnya, kalau kami ikut pameran itu, kami kayak main terus pulangnya bawa duit lebih banyak dari modal main itu.” Ela menarik napasnya dan melanjutkan, “Kemarin kami sekeluarga ke Bali lima hari pakai mobil bawa produk ke pameran. Modalnya 2 juta lah, pulang-pulang bawa 300 juta.”

Dahsyat! Hampir 150 kali lipatnya! Tak bisa dipandang remeh urusan wirausaha batik eco-print ini. Saat tahu celah pelanggan tertarget, kita bisa mendapatkan lebih banyak pesanan. Saat batik ini konsisten dipasarkan, sekitar 25-30 potong produk bisa habis dalam sebulan, di luar penjualan melalui pameran.

Tentang Bolu Thiwul yang Unik

Bolu Thiwul sehat banget

Selain batik eco-print, pameran Grebeg Lebaran ini menyediakan stan penjualan sembako murah, makanan, minuman, tanaman, produk fashion, bahkan alat masak. Nah, saya yang sudah memiliki sembako cukup di rumah, akhirnya mencari jajanan sehat yang bisa dibawa pulang. Pas sekali anak saya lapar.

Di depan panggung untuk pembukaan dan penutupan pameran, ada satu makanan yang menggoda iman, eh, lidah. Terpampang gluten free dalam spanduknya. Bolu Thiwul nama makanannya. Dikemas dalam kotak kemasan berwarna cokelat, terdapat dua varian bolu. Orisinal dan keju parut.

“Akhtar mau yang ini.” Tunjuk anak saya pada bolu thiwul orisinal. “Mau makan sekarang, ya? Boleh?” Anak saya meminta dengan senyum khasnya. Saya mengangguk dan menyelesaikan transaksi.

Makanan ini termasuk makanan sehat. Memakai gula semut organik, bolu ini memiliki citra baik bagi tubuh. Apalagi sematan gluten free, makanan yang berasal dari bahan khas Jogja ini menarik perhatian. Seperti disinyalir bahwa zat berupa tepung akan mengandung gluten. Gluten ini membuat sistem pencernaan bekerja lebih berat.

Nugget Ayam Non MSG, No Micin Euy!

Pengawet adalah musuh besar keluarga kami. Bukan karena rasa gurihnya, tapi karena zat aditif yang bisa merusak kesehatan secara perlahan. Apalagi pengawet bukan berasal dari bahan alami. Maka saat anak saya meminta lauk ayam, saya langsung membelikannya Nugget Ayam Non MSG ini.

Olahan nugget ini tak hanya varian ayam. Kalian bisa menemukan varian ayam sayur dan nugget udang. Kemasannya pun bisa kita pakai ulang. Jadi, saat makan penuh gizi, sampah kemasan pun diminamilisir.

Cao Kelor Pegagan Melegenda

Minuman ini terbuat dari saringan kelor yang dipadatkan. Dalam kemasannya, terdapat dua plastik berisi cao dan gula jawa. Kata Mbak penjualnya, cao ini bisa dinikmati untuk 4 orang. Harganya murah, hanya 10 ribu rupiah per cup, lho. Wah, alternatif cao dari daun cao yang biasa kita beli, ya?

Kelor yang banyak tumbuh di pekarangan ini memiliki banyak manfaat. Selain meningkatkan daya ingat dan konsentrasi, kelor juga mempercepat penyembuhan luka, anti trombosis, sebagai antiseptik, dan juga menstimulasi peredaran darah.

Tips Main ke Pameran Grebeg Lebaran

Eh, jangan salah, mau main ke pameran pun kudu ada tipsnya. Ini nih tips dari saya yang udah main pas hari pertama. Setelah mengingat, menimbang dan memutuskan, ha-ha-ha.

  1. Bawa tas belanja sendiri. Di sini, kita bisa berikhtiar meminimalisir sampah plastik dengan membawa tas belanja sendiri. Alhamdulillah, para penjual di sana memberikan apresiasi saat saya menolak kresek. Tipsnya adalah saat penjual akan mengambilkan kresek, tolak dengan halus. “Mbak, enggak usah pakai kresek. Saya bawa tas kok.” Selain meminimalisir sampah, kita juga membantu penjual dengan mengurangi modal mereka membeli kresek. Iya kan?
  2. Bawa tumbler buat beli minuman. Walaupun saat itu sedang bulan puasa, yang namanya anak belum baligh pasti cepat haus. Apalagi puasanya sampai bedug aja kan, ya? Beli es teh adalah pilihan yang menggoda. Nah, boleh tuh membelinya dengan membawa wadah sendiri. Tumbler dengan kapasitas 500 ml sudah bisa menampung kesegaran khas teh melati.
Begini nih ramainya grebeg lebaran di alun-alun Sewandanan Pakualaman

Review Grebeg Lebaran 2019

Penampakan pameran Grebeg Lebaran PLUT Jogja 2019

Pameran ini dimulai pada tanggal 24 Mei 2019 dan berakhir tanggal 26 Mei 2019. Dibuka pukul 10:00 sampai 17:00 WIB. Saat saya datang, pameran baru saja dibuka. Parkiran motor dan mobil sangat nyaman berada di seberang pameran. Grebeg Lebaran kali ini diselenggarakan di Alun-alun Sewandanan Pakualaman. Lalu lalang pembeli belum seramai saat sore hari. Cuaca yang panas bisa diminamalisir dengan atap teduh yang disediakan panitia. Apalagi ada banyak kursi di depan panggung untuk beristirahat.

Asyiknya, pameran tak hanya soal menjual dan membeli. Pameran pertama hari Jumat, 24 Mei 2019 pukul 13:00 WIB, terdapat edukasi singkat untuk para penjual. Adanya money digital memudahkan transaksi pembeli dan penjual. Salah satu starter up OVO memberikan ide bisnisnya secara gratis. Pun dari salah satu penjual yang sudah memakai OVO setahun lamanya. Dia memberikan insight dengan pengalamannya dengan OVO.

Oh ya, peserta pameran tak hanya dari wirausaha mandiri. BULOG, Aspartan, Tanihub dan masih banyak lagi juga ikut meramaikan Grebeg Lebaran kali ini. Seperti grebeg lebaran lain, harga yang disuguhkan juga tergolong terjangkau. Harga beras per kilo hanya 8.500 rupiah, bahkan daging sapi hanya 80 ribu rupiah per kilo. Ada juga bawang merah yang dihargai 27 ribu rupiah per kilo. Ini sangat membantu di kala semua harga sembako naik pra lebaran.

Makanya, mumpung masih ada waktu esok hari di hari Minggu, 26 Mei 2019, yuk serbu. Pameran buka pukul 10:00 WIB yaa. Nah, alamat Grebeg Lebaran 2019 ini ada sini.

Di Balik Grebeg Lebaran 2019

Tak heran juga, di balik penyelenggara pameran ini adalah PLUT Jogja dan Dinas Koperasi UKM DI Yogyakarta. PLUT yang mempunyai visi menjadi Pusat Layanan Terpadu utama yang memampukan Koperasi dan UMKM dalam membangun potensi unggulan daerah. Lihat pula visi Koperasi UKM DI Yogyakarta yaitu “Terwujudnya Peningkatan Kemuliaan Martabat Manusia Jogja”.

Layanan PLUT Jogja berupa Konsultasi Bisnis UMKM, Pendampingan atau Mentoring Bisnis, Fasilitasi akses pembiayaan, dan masih banyak lagi. So, kalian punya usaha dan ingin bergabung? Dilayani, didampingi dan memberi solusi 100% FREE Ini alamat kantornya , siapa tahu butuh.

PLUT-KUMKM DIY, Jalan HOS Cokroaminoto 162 Yogyakarta, Telepon : 0274 552149. Maps Kantor bisa klik di sini.

Berbagi Kebahagiaan Bangun Rumah bersama PruVolunteer di Selopamioro Bantul

Awal Berbagi Kebahagiaan

PruVolunteer Bangun Rumah

Banyak para alim atau orang bijak yang mengatakan bahwa jika kita ikhlas menolong orang lain dalam urusan kebaikan maka nanti Allah Swt. yang akan memudahkan urusan kita. Caranya terkadang enggak bisa kita duga-duga. Dalam kitab suci pun, kebaikan seberat zarah (quark dalam teori fisika) pun kelak akan diberikan balasan.

Seperti tulisan saya sebelumnya tentang Allah Menolongku Lewat Ngantar Anak Yatim, keajaiban demi keajaiban berbagi sepertinya akan tetap menjadi satu kebahagiaan. Kebahagiaan yang kalau mau diucapkan saja susah. Bahwa dalam dunia ini, bukan kekayaan yang ditumpuk yang mendamaikan hati namun senyum seseorang yang mendapatkan sesuatu dari kita. Konsep berbagi apa pun yang kita miliki ini menjadi amal yang tak terputus walau kita kembali kepada-Nya.

Di Greenhost Hotel Kami Bertemu

Seperti hari itu, saat saya dan kawan-kawan bloger diundang oleh Community Investment CSR Prudential untuk menjadi salah satu volunteer pembangunan rumah. Desa Selopamioro Bantul menjadi destinasi kami. Sebelumnya, kami berkumpul dahulu di Greenhost Hotel untuk briefing dan memakai seragam berupa kaos volunteer.

Jajaran tim Prudential di Greenhost Hotel Jogja

Alhamdulillah, setelah sarapan di hotel yang dijamu oleh pihak Prudential, aku mengucap basmallah dan bersiap-siap memasuki mobil jemputan. Ada 4 mobil yang membawa kami ke Selopamioro. Tim Prudential dengan tiga mobilnya, termasuk Jens selaku President Director. Dan kami para blogger di mobil nomor tiga.

Perjalanan ke sana seperti lagu Naik-naik ke Puncak Gunung, kiri kanan kulihat saja banyak pohon. Tapi bukan cemara, kebanyakan pohon yang berdiri itu Jati. Tipikal pohon yang tumbuh di daerah kapur. Sumber air dari mata air yang disalurkan memakai selang. Tak ada sumur, tanah tak bisa dibor. Selain itu, provider yang paling terkenal luas jaringannya saja tak mendapat sinyal. Tepatlah pihak Prudential menetapkan daerah Selopamioro menadi dareah yang layak dibantu.

Ke Selopamioro Bantul, Kami Mengabdi

Sampai sana, jam menunjukkan pukul 9:30 kami menginjakkan kaki di Selopamioro. Kami disambut hangat oleh Lurah Pamioro dan diberikan sambutan bahwa mereka berterima kasih atas prakarsa Prudential yang membantu 30 KK untuk mendapatkan rumah layak huni. Pembangunan rumah ini juga bekerja sama dengan Habitat for Humanity.

Welcome Volunteer!

Setelahnya, kami berolahraga pagi dibantu Pak Lurah. Stretching gitu. Memang, kami akan membantu dalam pembangunan rumah. Maka, setelahnya tim Prudential dan blogger dibagi menjadi tujuh tim. Tim 1 sampai 3 akan membantu dalam wailing. Tugasnya menyaring pasir, mencampur semen dan pasir tadi, membangun tembok, dan membuat cakar. Untuk tim 4 sampai 7 akan berjalan kaki menuju rumah-rumah yang lumayan dekat dengan titik kumpul. Tim ini akan mengecat rumah yang sudah jadi.

Pak Lurah Selopamioro Bantul (batik biru) menyambut tim PruVolunteer.

Saya mendapat bagian wailing di tim tiga. Bersama Mbak Sapti dan Mas Aan selaku blogger, kami berkumpul dengan para karyawan dan eksekutif Prudential. Sepanjang perjalanan, suasana ramah di dalam mobil membuat kami enggak bosan. Sesampainya di calon rumah tim tiga, kami langsung berkenalan dengan calon pemiliknya. Namanya Mas Slamet dan Mbak Susan.

Bagian merah adalah daerah yang mendapat bantuan pembangunan rumah dari Prudential dan Habitat for Humanity.

Menjadi Salah Satu Sebab Senyum Mereka

Mengabadikan pertemuan dengan Mas Slamet dan Mbak Susan, calon penghuni rumah. Serta para teman baru dari Prudential dan Habitat for Humanity

“Anak saya dua, Mas. Satunya usia 7 tahun dan yang kecil usia 3,” jawab Mas Slamet saat salah satu tim Prudential  bertanya. Kami disuguh pisang yang ranum-ranum dan teh hangat. Suasana desa terasa sekali saat menyambut kami. Tidak lama, kami langsung berkumpul sebelum bekerja. Briefing dijelaskan oleh Mas Pandi, selaku ketua tim tim tiga. Beliau juga perwakilan dari Habitat for Humanity.

“Aku mau nembok,” ujarku saat tugas mulai dibagi. Mbak Sapti sesama blogger juga mengambil tugas yang sama. Dulu saat saya kecil, saya pernah bantuin Pak Tukang yang membangun rumah orangtua saya. Jadi, saya pikir ini pengalaman yang bisa membangkitkan memori baik di masa kecil. Namun, saya tak mengira bahwa batako yang menjadi bahan rumah tersebut beratnya melebihi bata merah. Benar-benar seperti sedang latihan beban lengan. Hahaha.

Nukang dulu bersama tim, termasuk Mbak Sapti di sebelah saya (kerudung merah).

Saya ditemani Mas Wanto, tukang yang membangun rumah di sana. Yah bisa dibilang supervisor saya, hahaha. Saat saya kehabisan campuran semen pasir (kalau di tempat saya namanya jenang), Mas Wanto sigap mengambilkan isinya. Pun saat saya kurang telaten menaruh jenang tadi di atas lapisan tembok, Mas Wanto merapikannya.

Saya baru teringat saat membangun tembok, batako akan disusun secara selang-seling. Jadi lapisan pertama akan memakai batako utuh sampai selesai satu lapisan. Setelahnya, lapisan atasnya akan memakai batako yang dibelah untuk sisi paling pinggir. Jadi, saat tembok selesai akan terjadi perbedaan letak batako tiap lapisannya.

Sampai pukul 11:15 siang, saya dibantu Mas Wanto sudah berhasil menyelesaikan empat lapisan. Alhamdulillah sesuai target. Selesai itu pula, mobil jemputan kami datang. Karena tim ada yang laki-laki, mereka akan bersiap salat Jumat. Kami, para perempuan beristirahat dan makan. Setelahnya, laki-laki pulang jumatan dan makan.

Ayo tim!

Serah Terima 30 Kunci Rumah

Jens Reisch (kedua dari kanan) selaku President Director Prudential Indonesia menyerahkan simbolis 30 kunci rumah kepada Bupati Bantul Drs. H. Suharsono.

Tim Prudential menjadwalkan acara sampai sore. Nantinya akan ada acara serah terima secara simbolis berupa kunci 30 rumah yang dibangun.

PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) yang bekerjasama dengan Habitat for Humanity Indonesia menyerahkan 30 kunci rumah kepada perwakilan warga di Dusun Kajor Wetan, Desa Selopamioro, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Kegiatan ini, selain merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan, juga merupakan implementasi Leadership Immersion Programme dari PRUuniversity sebagai upaya Prudential Indonesia membantu karyawan menjadi profesional, salah satunya dengan memperkokoh sifat-sifat kepemimpinan yang berlaku di seluruh bisnis Prudential.

Jens Reisch selaku President Director Prudential Indonesia menjelaskan, “Prudential berkomitmen untuk selalu memberikan dampak nyata dan mendukung masa depan masyarakat Indonesia yang lebih baik. Sebagai perwujudan sifat kepemimpinan yang ditanamkan dalam Leadership Immersion Programme, sebanyak lebih dari 370 rekan-rekan PRUsynergy turut berkontribusi dan bekerja sama dalam menuntaskan target pendirian 30 rumah.”

 “Atas nama pemerintah daerah Bantul, kami menyampaikan terima kasih atas inisiatif yang dilakukan Prudential Indonesia dengan Habitat for Humanity Indonesia dalam membangun rumah-rumah warga. Kami mengapresiasi dukungan Prudential terutama sejak tahun lalu di mana Prudence Foundation mendirikan satu gedung PAUD dan lima rumah, dilanjutkan dengan diserahkannya 30 hunian layak huni hari ini, yang kami yakin sangat bermanfaat bagi warga Dusun Kajor Wetan, Desa Selopamioro, Bantul, dalam meningkatkan kualitas hidup mereka.” sambut positif Drs. H. Suharsono, Bupati Bantul saat serah terima.

Tentang Prudential Indonesia

PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) didirikan pada 1995 dan merupakan bagian dari Prudential plc, London – Inggris. Di Asia, Prudential Indonesia menginduk pada kantor regional Prudential Corporation Asia (PCA), yang berkedudukan di Hong Kong. Dengan menggabungkan pengalaman internasional Prudential di bidang asuransi jiwa dengan pengetahuan tata cara bisnis lokal, Prudential Indonesia memiliki komitmen untuk mengembangkan bisnisnya di Indonesia.

Sejak meluncurkan produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (unit link) pertamanya pada 1999, Prudential Indonesia merupakan pemimpin pasar untuk produk tersebut di Indonesia. Prudential Indonesia telah mendirikan Unit Usaha Syariah sejak 2007 dan dipercaya sebagai pemimpin pasar asuransi jiwa syariah di Indonesia sejak pendiriannya.

Hingga 31 Desember 2018, Prudential Indonesia memiliki kantor pusat di Jakarta dengan 6 kantor pemasaran di Bandung, Semarang, Surabaya, Denpasar, Medan, dan Batam serta 404 Kantor Pemasaran Mandiri (KPM) di seluruh Indonesia. Sampai akhir 2018 Prudential Indonesia melayani lebih dari 2,1 juta nasabah yang didukung oleh lebih dari 250.000 Tenaga Pemasar berlisensi.

Untuk informasi lebih lanjut, mohon hubungi:
Luskito Hambali as Chief Marketing Officer
PT Prudential Life Assurance
Prudential Tower Jl. Jend. Sudirman Kav. 79 Jakarta 12910
Phone / Fax : 021 2995 8888 / 021 2995 8855
E-mail : luskito.hambali@prudential.co.id

Allah Menolongku Lewat Nganter Belanja Anak Yatim

Dua tahun yang lalu, kami nganter belanja anak yatim yang bahagia.


Tika. 15 menit yang lalu.

Besok, kami akan mengajak anak-anak yatim buat belanja kebutuhan pindahan mereka untuk pondok baru. Dana dari donator sudah ready, siapa nih yang berbaik hati nganter mereka belanja? Siapa tahu ada mobil yang nganggur, syukur-syukur mau nyopirin. Hehe.

Pagi itu aku membaca status milik temanku, Tika, yang memang menjadi founder salah satu komunitas yang bergerak di bidang sosial kemasyarakatan. Mengumpulkan informasi calon penerima donasi (para teman yang butuh pertolongan, ada yang dhuafa, anak yatim, dan banyak lagi), lalu membuka kesempatan para donator untuk membantu calon penerima, begitulah kira-kira mekanismenya.

Hari itu, akulah yang tergerak. Bukan karena aku sedang ada uang, aku malah terkejut karena pas sekali aku sedang meminjam mobil Ibu untuk keperluanku berangkat tes guru kontrak di Semarang.

***

Status whatsapp teman yang kunamai Tika muncul di pemberitahuan beberapa menit yang lalu. Status meminta pertolongan kendaraan dan mengantarkan anak yatim belanja.

Status dari Tika itu kucerna baik-baik. Mobil yang kupinjam dari Ibu masih ada di Jogja, terparkir di depan rumah. Suami berencana mengembalikan saat hari Minggu tiba, hari liburnya.

“Ay, ini ada temanku butuh mobil besok pagi. Pondok anak yatim Ada yang mau pindahan dan perlu belanja kebutuhan. Kamu besok pagi free kan? Nanti mobil ibu dipakai saja daripada menganggur. ”

“Jam berapa, Nda?”

“Jam 9 pagi sudah sampai di pondok lama mereka.”

“InsyaAllah, Nda.”

Aku yang memang ingin sekali membantu teman dan anak yatim tersebut bersorak dalam hati. Ternyata kemudahan tak hanya dirasakan olehku saat Ibu meminjamkan mobilnya, mereka (anak pondok) pun dimudahkan dengan adanya kesempatan baik ini, pikirku.

Aku yang bahagia bisa sedikit membantu dengan tenaga suami untuk menyetir dan tenagaku untuk menemani anak-anak yatim belanja, segera mengirim pesan ke Tika. Semenit kemudian, Tika berterima kasih di kotak percakapan kami dan meminta untuk datang ke alamat yang diberikan.

Sebenarnya, kami bukannya sedang banyak uang. Hanya saja, kami ingin membantu karena kebetulan ada mobil. Itu saja. Sungguh, kalau dihitung-hitung, uang kami bahkan hanya cukup untuk kebutuhan dua hari ke depan, termasuk beli bensin mobil. Ya Allah, cukupkan.

Keesokan harinya, hari petualangan kami datang. Aku, suami dan anak sudah siap menjemput. Kami menjemput anak-anak yatim dengan total 4 orang anak perempuan seusia adik kandung bungsuku. Juga ada satu bapak pengasuh bernama Pak Habibi. Kami sampai di pondok sesuai janji dan langsung meluncur ke supermarket besar dengan wahana mainan di lantai teratasnya. Tika dan satu teman lainnya sudah menunggu di sana.

“Assalamu’alaikum, Tik.”

Setelah parkir mobil dan masuk ke supermarket, aku menemukan Tika yang sedang duduk menunggu kami di bawah eskalator.

“Wa’alaikumsalam, Mbak.”

Senyum Tika seperti senyum sebelumnya pernah kutemui. Pancaran wajahnya tergambar bahwa ia senang mengetahui ada penolong untuk calon penerima donasi dari komunitas yang ia dirikan. Aku pun ikut senang bisa berbagi tenaga. Setelah kami berdoa bersama sebelum melakukan belanja, Tika memimpin briefing kecil-kecilan. Dia membagi tugas siapa yang membeli barang-barang kebutuhan sesuai catatan dan siapa yang mencatat apa yang sudah dibeli juga harganya.

Ada Bunga, Zaski, Sofia dan Novi. Mereka keempat anak yang kami temani belanja. Keempat anak itu adalah anak yatim dari daerah Bengkulu. Tetangga dari Pak Habibi yang diajak hidup di Jogja agar hidupnya lebih terjamin. Sebenarnya ada 12 anak, tapi 8 lainnya menunggu di pondok. Aku dan Tika serius mencari barang yang akan dibeli dan anak-anak mengikuti ke mana pun kami pergi dengan patuh. Memilih barang yang harganya cocok dan mencatatnya. Bunga dan Novi memasukkan barang ke dalam keranjang, sementara Zaski dan Sofia mencatat harganya.

Setelah selesai belanja, anak-anak juga diajak main wahana roller coaster. Saat anak-anak pergi berkeliling, aku menawari Tika untuk memakai kartu bermainku di zona bermain itu. Tapi ternyata, anak-anak sudah antre beli, dan aku terlambat memberikan kartu depositku. Sesampainya di wahana, kebahagiaan terpancar. Anak-anak yang memang baru pernah bermain wahana ini, antusias sekali. Kupotret mereka dari smartphone-ku. Anakku pun ikut antusias melihat teman barunya bermain. Sayangnya, dia tidak bisa ikut mencicipi karena usianya masih 2,5 tahun. Setelah dua kali putaran, anak-anak nyengir dan bercerita bahwa mereka ngeri sekaligus senang naik wahana ini. Alhamdulillah.

“Terima kasih atas kesediaan Mbak Dhit dan suami ya, anak-anak senang sekali bisa main ke sini. Mereka baru pernah menyambangi supermarket sebesar ini.”

Begitulah yang aku dengar berulang-ulang dari Pak Habibi. Padahal aku dan suami serta anak sudah biasa main ke sana. Mungkin sebulan sekali atau dua kali, hanya cuci mata atau sekedar membeli mainan untuk anak. Tapi ternyata kegembiraan kecil bagiku, beda bagi mereka yang baru ke sana pertama kalinya. Ada rasa aneh yang tertinggal di hati selepas kami pamit dari pondok. Kami mengantarkan anak-anak dan Pak Habibi setelah makan siang yang juga didapat dari donasi. Setelah kegembiraan tersebut, aku pulang dengan hati yang riang.

***

Keesokan harinya, aku terkejut karena gas untuk memasak habis. Bagaimana kami bisa sarapan? Kalau uang kebutuhan kami pakai untuk membeli gas, tak akan cukup. Sempat sejenak aku menyayangkan hari kemarin telah memakai uang untuk beli bensin. Astaghfirullah. Kok malah aku mikir begini ya?

Cepat-cepat kutepis perasaan negatifku itu. Lalu, aku mencopot selang gas dan memeriksa kompor. Beneran habis, nih. Suami kupanggil dan sekalian meminta tolong dirinya untuk membelikan gas. Ternyata, semua toko kehabisan stok gas. Suami yang sudah menanyai setiap toko yang ditemuinya, pulang dengan gas kosong.

Apalagi ini? Uang makan sisa untuk beli bahan makanan. Eh, ini malah gas habis. Terpaksa, kami harus membeli makanan dari luar. Duh! Kami membeli makanan yang murah sambil menghitung lagi uang yang dimiliki untuk besok.

Menurut perhitungan, ya uangnya enggak cukup. Aku galau. Entah kenapa aku malah membersihkan kompor gas yang sudah kupakai 9 tahun lamanya. Sudah banyak noda minyak di permukaan kompor. Bagian knop pemutar api pun sudah mulai keras. Aku lalu berpikir untuk membeli saja yang baru. Ya, walaupun kami belum ada uang, aku memulai saja pencarian kompor gas dua tungku dengan harga yang murah di salah satu aplikasi daring. Daripada stres, window shopping aja. Kan bisa dimasukkan keranjang dulu, pikirku.

Wah, ini murah banget. Sebuah kompor gas dua tungku yang persis seperti milik adik kandungku dijual dengan harga diskon. Aku mengucap salawat dan berharap agar bisa memiliki kompor gas itu. Teringat pesan Ust. Yusuf Mansyur dulu, saat ia ingin sesuatu, salawatlah, berikan doa terbaik untuk Rasulullah. Aku pun berdoa, semoga kompor gas ini menjadi jalanku melayani anak dan suami.

Aku pun tak sadar telah memencet tombol pesan barang dan sudah terkonfirmasi pula untuk membayar barang tersebut saat pengiriman. Aku yang baru pernah memakai aplikasi belanja daring itu baru mengetahuinya 2 hari setelah tanggal konfirmasi.

***

Seperti biasa, siang hari setelah selesai mengurus tetek bengek pekerjaan rumah, aku kembali menatap layar laptop. Dengan bermodalkan internet dari thetering smartphone, aku yang bekerja menjadi editor freelance memulai untuk menyunting artikel. Artikel-artikel yang sudah disunting tersebut, nantinya akan di-publish di laman media sesuai jadwal tayangku.

Sembari membuka laman media, aku mengecek surel. Siapa tahu ada kiriman permintaan suntingan juga dari temanku. Astaghfirullah, aku menemukan surat surel yang sangat mengejutkan.

Dari: **.ID

Terima kasih telah mengonfirmasi pesanan barang berupa kompor gas merek S dengan total harga Rp229.000,00. Anda bisa membayar saat kurir datang.

Aku panik. Kulihat tanggal pemesanan, dan itu adalah 2 hari yang lalu. Ah, aku ingat, saat itu aku mencari kompor. Ternyata, tanpa sengaja aku mengonfirmasi pembelian. Aku memang baru pernah memakai aplikasi belanja daring ini. Kukira aku hanya menyimpan data pembelian dan sewaktu-waktu bisa kukonfirmasi saat ada uang. Ya Allah, bagaimana ini, kami belum punya uang. Harga kompor tersebut memang akan menjadi murah saat kami merencanakannya, tapi ini di luar kehendak kami. Uang sebanyak itu tak bisa sekonyong-konyong disisihkan begitu saja. Kami harus menunggu gajian suami beberapa minggu lagi. Itu artinya saat kompor gas datang, kami belum bisa membayar. Tombol cancel pun tak ada untuk proses pembatalan.

Seharian aku galau. Suami belum kuceritakan perihal ini. bagaimana nanti reaksi suami ya? Duh, kok aku bisa nggak sadar sudah klik tombol konfirmasi ya? Nanti kalau barangnya datang, aku bayar pakai apa? Banyak sudah pertanyaanku yang kutujukan kepada diriku sendiri. Menyesali kelalaianku, mencoba berpikir akan jalan keluarnya nanti.

***

Malamnya suami pulang dari kantor. Aku sudah mantap bercerita. Aku mengumpulkan keberanian setelah aku mengadu pada-Nya.

Aku menyiapkan makanan yang kubeli di warung makan dekat rumah. Aku persilakan suami untuk makan dahulu, mengenyangkan perutnya agar dia bisa berpikir jernih.

“Ay, aku mau cerita. Tapi kamu jangan marah ya?”

Aku mulai meminta waktunya setelah dia selesai makan.

“Eh, ada apa? Kok minta aku nggak marah?”

Suami kaget dengan permintaanku. Aku pun mulai bercerita perihal kompor gas yang tiba-tiba sudah dalam perjalanan. Suami sibuk mendengarkan. Aku pun menunjukkan laman aplikasi akunku yang menandakan bahwa pesanan sudah berada di gudang. Kemungkinan besok atau lusa, barang akan datang.

“Ya sudah Ay, mungkin itu rezeki kita. Pengganti sedihmu yang kemarin.”

Suami menghiburku dengan senyum jahilnya. Aku terkejut, dia kok nggak marah malah meledek? Apa dia punya uang untuk membayar?

“Kamu ada uangnya apa, Ay?”

Aku yang penasaran langsung menembaknya dengan pertanyaan. Suami malah menjahiliku dengan mimik muka serius. Tak ada jawaban di sana.

Duh, apa lagi ini?

“Sudah, berdoa saja yang banyak. Aku saja yang mikir uang kompor gas itu.”

Hanya itu pesan suami. Aku yang penasaran hanya bisa memanyunkan bibir. Sambil meminta maaf atas kelalaianku.

***

Hari ini aku harap-harap cemas. Setelah percakapanku semalam dengan suami, aku tambah khawatir. Bagaimana tidak, nanti kalau barang pesananku datang, aku harus bilang apa sama kurirnya? Aku yang cemas mulai berpikiran yang tidak-tidak, pikiranku mengembara ke mana-mana. Lagi, suami tak memberikanku kepastian bagaimana tentang kompor gas itu. Aku yang sudah pasrah, akhirnya berpikir untuk meminjam dahulu uangnya kepada ibu atau tanteku.

Baru saja aku mau membuka chat, chat datang dari suami.

“Gimana, barangnya datang kapan?”

“Di status masih di perjalanan, Ay. Bisa jadi nanti sore. Atau besok. Gimana, kamu ada uangnya?”

“Oya sudah, semoga besok baru datang ya. Nanti malam  kuceritakan.”

Wah, apa ini? Suami dapat bonuskah?

Malamnya, sesampainya di rumah, suami kutodong. Dia hanya tersenyum sambil memberikan amplop. Dadaku berdesir.

“Ini apa, Ay?” tanyaku menyelidik.

“Sudah buka dulu saja.”

Aku lalu membuka amplop tersebut. Ada sejumlah uang dengan 2 lembar Rp100.000, selembar Rp50.000, lalu selembar Rp20.000 dan beberapa uang Rp1.000. Kuhitung semuanya dengan total Rp278.000. Uangnya bahkan melebihi harga kompor gas yang kupesan. Ya Allah, rezeki kami juga untuk kebutuhan hidup sebelum suami gajian.

“Ini uang dari mana ay? Kamu pinjam?”

“Dari SHU. Ini kan awal tahun, semua karyawan dapat pembagian dari Koperasi.”

Alhamdulillah. Mukaku langsung sumringah. Tak ada kegalauan lagi, besok aku bisa membayar kompor gas pesanan yang salah klik itu.

***

Setelah diantar, kompor gas yang tadinya hanya iseng-iseng kulihat sudah nangkring di atas meja dapur. Meja dapurnya kecil, jadi membuat semakin sempit. Namun, aku puas. Aku bisa membayar saat barang datang dan aku mendapat hadiah setelah kekecewaanku kemarin tak lolos tes. Aku mulai mencoba kompornya dan semua berfungsi dengan baik. Aku pun masih agak merasa bahwa itu mimpi. Ada nggak ya orang lain sepertiku yang salah klik di saat tidak ada uang? Aku tertawa menyadari kelalaianku.

Malamnya, suami mengajak mengobrol tentang kompor gas itu. Lalu, di tengah obrolan kami, aku ingat sebuah doa yang dipanjatkan oleh anak-anak yatim dan pengasuhnya.

“Ya Allah, mudahkanlah urusan Mbak Dhita dan suami.”

Doa itu memang terus diucapkan berulang-ulang oleh Pak Habibi, saat kami dulu mengantarkan anak-anak pondok. Doa itu sangat mujarab ternyata. Saat aku dan suami kesusahan untuk membayar kompor gas, pertolongan yang dibayar dengan doa itulah yang menyelamatkan kami.

Maka, janganlah takut berbagi. Ya, walau aku sempat menyesali, ternyata Allah beri aku bukti.

Seperti www.dompetdhuafa.org yang datang dengan “Jangan Takut Berbagi”, aku percaya bahwa berbagi itu bukan mengurangi jatah kita. Tapi, berbagi itu menolong kita sendiri.

Tolonglah orang lain, maka Allah akan menolongmu. Ya, aku percaya itu. Kamu juga kan?

“Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Jangan Takut Berbagi yang diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa”.

error: Content is protected !!