Penghargaan Liebster Award – Akhirnya, Aku Ditantangin Juga!

Halooo, yeorobun (dikeplak pembaca)! Aku mau nulis ala-ala hari ini. Btw, aku nulis random ini ditantang sama Mbak Yustrini buat tukeran backlink dengan menulis post blog. Namanya Liebster Award. Apa sih ini? Yuk lah kenalan lebih dalam!

Liebster Award, Penghargaan buat Blogger ‘Tersayang’

Blogger tersayang lagi, eaaa.

Hahaha, pede sekali ya saya. Jadi, Liebster Award itu (dari hasil riset) adalah penghargaan dengan memberikan gambar secara estafet.

Manfaatnya adalah untuk mempererat persahabatan antar blogger. Makanya aku bilang ‘famous’, terkenal. Ya walaupun terkenal di antara teman sendiri. Jadi, bahagia karena masih ada yang inget aku. Eaaa.

Awalnya muncul penghargaan ini nih karena ada blogger dari Jerman yang menantang 11 teman blogger lain. Setelahnya, ke-11 teman itu nantang orang lain lagi dan menyebar. Sekarang bisa sampai ke Bantul, Indonesia, tempatku ini.

Kata ‘Liebster’ ini dari Jerman btw, artinya tersayang. Uhui, aku salah satunya. Makanya, abis ini aku mau tantang blogger lain yang kusayang. Mau ya ditantangin, plis!

Manfaat Ikutan Liebster Award dan Aturannya, Nih!

Kalau kita menulis dan menitipkan link di blog lain itu akan meningkatkan performa blog. Selain itu kita juga mempererat tali silaturahmi antar blogger (karena kan kita kudu japri orangnya dan minta persetujuannya).

Kalau Liebster Award sendiri sudah resminya ada aturan sendiri, aku kutip langsung dari blog Mbak Yus yaa! Ini dia:

  • Mengucapkan terima kasih kepada pemberi tantangan atau pemberi anugerah Liebster Awards.
  • Menyematkan link tulisan tantangan Liebster Awards dari si pemberi tantangan. Link tulisan ya, bukan hanya alamat blognya saja.  
  • Menuliskan 7 fakta tentang diri sendiri.
  • Menjawab 7 pertanyaan yang diajukan oleh pemberi tantangan Liebster Award.
  • Menantang 7 blogger lainnya untuk melakukan hal yang sama.
  • Memberi 7 pertanyaan kepada 7 blogger yang kita anugerahi Liebster Awards.
  • Menyisipkan alamat blog dari 7 blogger yang kita anugerahi Liebster Awards 
  • Menulis poin 1 sampai 7 tersebut ke dalam blog masing-masing, dan jangan lupa menyisipkan logo Liebster Awards di dalamnya.

Oke aku mulai ya tantangannya. Yang pertama adalah:

7 Fakta Tentang Dhita Erdittya (Aku)

Komposterku.

1. Suka Hal-hal Baru.

2. Ambivert.

3. Sangat Perasa (Emosional).

4. Sedang dalam Tahap Menerima.

5. Penyuka komposter (pernah aku tulis di sini), drakor, editing tulisan dan video, bercerita, membaca, parenting dan semua yang berhubungan dengan rumah tangga.

6. (Berusaha) Hidup Minimalis.

7. Suka hal praktis tapi tidak membebani Bumi (less waste).

Gak perlu penjelasan ya, karena nanti curhaaat jatuhnya. Hahaha.

Oke lanjut tentang jawaban dari pertanyaan Mbak Yus ke aku. Ini dia yang beliau tanyakan.

7 Pertanyaan dari Mbak Yus buatku dan Jawabannya

1. Mengapa kamu membuat blog? Sebutkan alasannya!

Awalnya, blogku ada di https://www.dhitaerdittya.wordpress.com yang dibuat karena tugas kuliah. Isinya tentang pendidikan IPA, sesuai jurusan kuliah waktu itu. Tahun 2010 kalau gak salah bikinnya.

Lalu aku kembangin di 7 tahun berikutnya (ya Allah, lama nganggur) saat ketemu Mbak Dian yang ngajakin ngeblog ‘serius’. Jadilah blog dhitaerdittya.com ini. Karena emang udah terbiasa nulis diary, jadi suka aja nulis walau random. Nah kalau ngeblog serius ini kan ngelatih diri buat nulis yang bisa bermanfaat buat orang lain.


2. Apa yang kamu lakukan untuk bisa mengusir rasa bosan saat di rumah saja?

Nonton drakor pastinya. Selain itu, karena memang fokus ke pengobatan anak (pernah saya tulis di sini), aku lebih banyak upgrade diri tentang kerumahtanggaan.

Misalnya nih, food prep, masak cepet sehat, beberes efektif efisien, belajar tentang tanaman dan komposter, lalu ikut kelas yang berkaitan dengan hal-hal tadi.

Aku dan teman-teman blogger saat event.


3. Apa sih makanan favoritmu?

Aku suka banget sama protein hewani, khususnya ikan keranjang 😍. Cuma gak bagus juga kalau hanya makan itu, jadi aku makan makanan favorit diimbangi sayur dan buah. Sayur favoritku adalah selada mentah, apalagi kalau digado pakai daging sapi sama sambel. Kalau buah favoritku itu pisang ambon.


4. Hal sederhana apa yang bisa bikin kamu bersemangat setiap hari?

Melakukan hal baru dan berkaitan dengan kesukaan. Aku adalah orang yang ‘bosenan’ jadi biar konsisten sesuai track aku kudu bikin hal baru walau cuma nyari resep cara masak cumi dengan metode baru atau gimana caranya lipat pakaian dengan menyenangkan di Google atau YouTube.

Salah satu playlist di YouTube Dhita Erdittya yang bikin aku bersemangat tiap hari.

5. Sebutin sebuah tempat di Indonesia yang paling kamu suka, sampai kamu memiliki impian bisa tinggal di sana.

Sebenarnya gak tau juga sih tempat yang bikin aku kerasan dan akhirnya suka tuh apa. Aku gak pernah banyak keliling kota di Indonesia. Tapi kalau ditanya impian, pasti aku milih Purwokerto. Selain dekat rumah orangtua dan mertua, lokasinya pas aja.


6. Pernah nggak mengalami perbedaan budaya atau yang disebut “culture shock” di sebuah tempat baru? Coba ceritakan.

Sering banget karena aku sering pindah kontrakan. Kalau ditotal dari zaman SMA, aku udah 16x ganti tempat tinggal. Di Purwokerto 3x, di Semarang 2x, di Jogja terbanyak 11x.

Pindahnya ya karena culture shock dan ternyata baru ngeh aku gak bisa adaptasi. Akhirnya gak nyaman, setahun pindah. Atau paling cepet tuh pernah 2 bulan aja pindah. Tapi terlama ya sekarang ini, mau 3 tahun masih di kontrakan yang sama.

Culture shocknya yang paling sepele tuh kebiasaan warga di sekitar. Aku yang anak rumahan (banget), jarang tetangga yang langsung kelihatan dari rumah (dulu rumahku tuh depan SD, kiri warung makan, kanan kebon, dan belakang baru rumah Mbah). Jadi sering kaget kalau ada tetangga yang lewat depan kontrakan. Apalagi kami merantau kan cuma bertiga, gak bisa nebeng nama orangtua di sana buat sapa-sapa. Hihihi.


7. Jika sedang berpergian, barang apa yang wajib banget kamu bawa?

Bawa diri 😅 lalu mukena, tas belanja, botol air isi ulang, wadah makan isi ulang, hand sanitizer, handuk lap kecil, headset, dompet dan HaPe.

7 Pertanyaan Buat Blogger Selanjutnya

1. Punya blog ini karena apa?

2. Apa 1 kata yang kamu banget?

3. Apa benda yang sangat ingin kamu punya? Kenapa?

4. Jika kamu harus pindah dari suatu tempat, satu hal apa yang menyebabkan kamu memilih tempat baru itu?

5. Pernah gak merasa hidupmu ‘belum indah’? Kenapa?

6. Sebutkan orang-orang atau hal yang menginspirasimu?

7. Hal apa yang kamu sukai sampai kamu rela tidak dibayar?

Terima kasih yang mau mengikuti tantangan ini. Aku menantang (baru) 2 orang ini yaitu Mbak Yulia Hartoyo dan Mbak Dian Farida. Kita kenalan bentar ya sama blogger yang kita yang dan dapat Lieber Award dari aku.

Yang pertama, Mbak Yulia ini adalah raw food chef enthusiast. Beliau suka banget bikin makanan yang unik, alami dan sehat dan mewujudkannya di WarungSae agar manfaatnya semakin tersebar. Beliau juga adalah graphoterapi analysist.

Yang kedua adalah Mbak Dian Farida. Beliau adalah traveling blogger yang sudah melalang benua. Terakhir ke Turki, negaranya Pak Erdogan. Selain itu, beliau baru saja rilis buku Parenting tema tantrum loh.

Terima kasih ya sudah mau menerima tantanganku. Soon aku update lagi jika ada teman blogger lain yang mau menerima tantanganku ini.

Pengalaman dan Review Nonton Film Streaming di STRO

Jadi, kemarin saya diundang nonton film bioskop nih. Eh, emang udah gak takut virus, Mbak? Netizen yang kepo pasti bertanya gitu. Tenang, saya nontonnya via HP aja. Wah, penasaran ya caranya?

Sebanyak 1000 partisipan di hari Jumat ceria, tanggal 8 Januari 2021 kemarin nonton bareng live pemutaran film action komedi Indonesia. Acara Online Screening ini kami nonton film streaming Indonesia berjudul Teachers.

Dari 1000 orang yang nonton dikatakan spesial karena yang hadir adalah semua casts & crew dan juga rekan-rekan media & blogger (termasuk saya). Para fans dari komunitas fanbase para pemain dan subsrcibers STRO juga diundang menjadi penonton eksklusif loh!

Apa Itu STRO?

Eh, ngomong-ngomong apa itu STRO? Oya, saya lupa ngasih tau ya. Nah ini rahasianya gimana kita bisa nonton film tanpa harus ke bioskop.

STRO itu aplikasi streaming film yang bisa kita download di Google Play Store bagi pengguna Android atau iOs bagi pengguna Apple juga bisa diakses melalui web stro.tv.com.

Aplikasi ini berbasis subscription (SVOD) dari Stroworld dengan biaya murah abis!

Review Film Teachers

Pemutaran film perdana Teachers sukses mengocok perut saya. Saya sampai berkali-kali ngikutin percakapan menirukan banyolan kata-kata pemainnya sambil ngakak semacam:

Agnes saat menyamar jadi guru olahraga SD: Mulai besok hidup kalian berubah!
Anak SD (dengan polosnya menjawab): Aku mau jadi Hulk! Aku mau jadi Spiderman! Aku mau jadi Superman!
(Wkwkwk)

Oya, film Teachers itu salah satu film orisinal (original movie) kolaborasi antara SAS Film, SKYLAR PICTURES & STRO yang dihadirkan khusus untuk STRO.

Online Screening & Press Conference ini dibuka oleh sambutan Sarjono Sutrisno, sutradara Teachers, dan sepatah kata dari para pemain utama juga beberapa pihak di belakang layar produksi film ini.

Film Teachers merupakan film bergenre action comedy ini dilatarbelakangi polantas kota Batavia yang memiliki rencana mengakap sindikat narkoba yang terselubung di SD. What SD? Hahaha. Di sinilah uniknya.

Kita gak cuma disuguhi akting cast utama Yova Gracia, Estelle Linden dan akting pemain kawakan sekelas Tarzan dan Epy Kusnandar, namun juga tingkah polos anak-anak SD.

Selain itu, Rizki Mocil, Garry Iskak, Teddy Syah, dan masih banyak cameo (cameo terbanyak dari film yang pernah saya tonton) beneran bikin surprise di setiap adegan yang disajikan.

Menilik dari sutradara Sarjono Sutrisno, beliau adalah sosok yang sejak 2008 menggeluti perfilman nasional sebagai executive producer untuk Skylar pictures, Aletta Pictures dan SAS Films.

Bahkan pada saat menceritakan behind the scene, beliau terinspirasi menciptakan film ini dari film latar belakang partner dari Holywood.

Biaya Berlangganan Murah Meriah

Jadi berapa sih nonton film di STRO? Kita cukup merogoh kocek Rp10.000 untuk apps premiumnya STRO! Wow, itu juga sudah termasuk stok film yang banyak banget dari STRO.

Download segera ya! Kuy lah menghibur diri di masa pandemi ini. Gak bakal mati gaya deh karena belum bisa leluasa ke bioskop kalau pakai layanan streaming STRO!

Terima kasih sudah berkunjung ke dhitaerdittya.com. Sangat membahagiakan jika kamu suka review saya dan bisa follow blog ini untuk notifikasi tulisan saya selanjutnya. Kamu juga bisa share tulisan ini ke temen dan kerabat yang membutuhkan.

Baca juga: Review Kondangan Nikahan di Grand Dafam Rohan Jogja

Inilah 5 Tips Menyikapi Anak Saat Dia Memaksakan Kehendaknya

anak menangis
Dok. Pribadi

“Sendiriiiii!”
Dulu, memasuki usia 29 bulan, anak saya mulai meminta dengan keras kepala untuk melakukan semuanya sendiri. Bahkan, dia tidak mau disuapi. Minum pun harus mengambil sendiri dan tak mau dibantu.

Sebenarnya makan dan minum memang sudah dibiasakan mandiri dari usia 6 bulan. Namun, untuk keras kepala, meminta keinginannya harus dikabulkan dengan menjerit, akhir-akhir ini sering.

Mungkin ada orang tua yang mengalami hal yang sama dengan saya. Ada yang sudah merasakannya saat anak memasuki usia lebih muda ataupun baru muncul di saat usianya menginjak kepala dua. Hal ini memang akan menjadi syok terapi bagi para ibu baru. Apalagi saat merasakan anak yang tadinya penurut menjadi keras kepala.

Normalnya, di usia 12 bulan, anak sudah mulai berkembang di aspek sosial emosionalnya. Ini ditandai dengan ketidaksukaan anak dengan perlakuan yang tidak sesuai, misalnya mainannya direbut maka anak akan marah.

Tak apa jika memang anak sudah mulai memiliki keinginan seperti itu. Kita sebagai orang tua lebih fokuslah menjadi pembimbing mereka. Setiap kehidupan selalu ada gejolak, begitu juga sikap anak.

Jangan pusing, itu berat. Lebih baik cermati saja tips
berikut ini:

1. Diam Sesaat

Saat anak sudah mulai mengeluarkan jurus jeritannya, maka diamlah. Tak usah bereaksi marah ataupun kesal. Itu malah akan lebih memancing jeritan lainnya.

Pasang muka datar dan mulai berpikir apa yang akan kita coba untuk
membuatnya kooperatif dengan kita. Tak perlu membuat anak diam, tapi buatlah anak mengikuti kesepakatan yang dibuat bersama.

Misalnya, “Kamu boleh
makan sendiri, tapi selesaikan dulu nangisnya, ya.” Anak akan mengerti bahwa ia harus menyelesaikan tangisannya dulu baru bisa makan.

2. Pelukan Hangat

Menurut hasil penelitian dalam jurnal Psychosomatic Medicine, pelukan hangat dapat melepaskan hormon oksitosin. Hormon yang dapat membantu menghindarkan diri dari rasa sedih, marah dan emosi buruk, bahkan stres.

Oleh karenanya, saat anak sedang sedih dan dipeluk, anak akan merasa lebih rileks dan aman. Anak yang biasa dipeluk akan lebih mudah ditenangkan daripada yang jarang dipeluk.

Alih-alih membentak anak untuk diam atau bahkan melengos saat anak menjerit, rentangkan tangan anak dan ajak anak mendekat ke dada, lalu katakan, “Mau Bunda peluk?”

Anak yang dipeluk juga memiliki waktu untuk menenangkan dirinya sendiri.
Hal ini membuat anak jadi bisa merasakan emosinya sendiri sembari memahami bahwa ia boleh menangis saat sedih misalnya, namun ia harus meredakan diri jika sudah capek.

Jadi, sudahkah Anda memeluk buah hati hari ini?

3. Beri Pengertian

Memberi pengertian tidak bisa disamakan dengan memberi perkuliahan yang
panjang. Bukan dengan ngedumel panjang ala emak-emak dan tak selesai-selesai sampai si anak capek menangis.

Namun, biarkan saja dulu ia menangis saat keinginannya belum bisa dituruti sambil dipeluk. Katakan saja bahwa ada bunda di sini menemani.
Setelah tangisan selesai, berilah 1-2 kalimat sederhana untuk memberi
pengertian kenapa tidak boleh.

Misalnya Anda tidak suka ia meminta jajan dari abang jualan yang sering lewat. “Dek, kamu tidak boleh jajan itu. Bunda tidak tahu bahan makanannya apa saja.”
Jika si anak meminta alternatif, ajaklah ia memakan jajan yang sudah Anda
sediakan, atau ganti dengan buah kesukaannya.

4. Latih Terus dan Terus

Sekali, dua kali, tiga kali, Anda masih bisa bersabar. Namun, jika sikap anak
masih saja sama walaupun kita sudah memperingatkan sebelumnya, pasti kita merasa kesal. Begitulah anak, mereka butuh dibimbing terus menerus.

Kita saja sebagai orang dewasa sering melakukan kesalahan. Apalagi anak-anak. Bukankah berlatih terus menerus membuat sesorang ahli?

Nah, kita sebagai orang tua diberikan media belajar gratis dari Tuhan untuk mengelola kesabaran. Semakin banyak berlatih akan membuat kita semakin andal dalam pekerjaan ini,
membersamai buah hati.

5. Beri Apresiasi

Saat anak meminta melakukan sesuatu sendiri dan ia bisa melakukannya
(walaupun misalnya menuangkan minum ke gelas masih tumpah-tumpah), berilah ia apresiasi. Selain mengembangkan rasa percaya dirinya, anak akan dilatih untuk berjiwa pantang menyerah.

Saat kita sudah ikut campur mengambil
gelas untuk kita bantu isikan, anak akan merasa bahwa dirinya tidak bisa dan akan menanam pikiran bahwa ia harus selalu dibantu oleh orang tuanya.

Bukankah kita seharusnya bangga jika anak bisa melakukan keterampilan
hidupnya sejak dini? Nantinya, anak tak kaget jika harus mulai belajar semuanya sendiri dan bisa mengandalkan dirinya untuk situasi yang memerlukan
pemikiran cepat.

Baca juga: Aku, Ibu yang Buruk?

Review Kondangan Nikahan di Grand Dafam Rohan Jogja

Masa pandemi gini, kondangan banyak yang virtual. Ya, walaupun saya belum pernah diundang kondangan virtual sih.

Tapi saya punya pengalaman kondangan dengan waktu dan tamu terbatas dan protokol kesehatan yang oke di GRAND DAFAM ROHAN JOGJA.

Jadi, ceritanya saya diundang sama sepupu saya dari pihak suami. Akad nikah dan resepsi dilaksanakan dalam 1 hari saja. Bahkan hanya dalam waktu sekitar 3 jam untuk 2 acara sekaligus.

Tamu yang diundang 100 orang. Tamunya juga hanya keluarga dari pihak mempelai perempuan dan laki-laki. Jarak antar tamu juga jauh-jauh karena berada di ballroom yang luas.

Yuk lihat keseruannya!

Ini vlog pertama sebelum kondangan. Isinya tur hotel Grand Dafam Jogja, restoran hotelnya pas sarapan dan lihat dekor wedding party sebelum acara.

Nah, ini vlog part 2 pas kondangan. Bonusnya kami nyobain renang di kolam renang dan main di taman Grand Dafam Rohan.

Aku, Ibu yang Buruk?

Aku Ibu yang Buruk
Saat merasa menjadi ibu yang buruk, ingatlah apakah kamu masih peduli akan anakmu?

Sudah ke sekian kalinya, anakku, Akhtar menangis. Merengek bahkan sering meneriakiku, ibunya. Dulu, bocah kecil ini tidak begini. Saat usianya baru 1 tahun, ia adalah anak yang gampang sekali menurut. Tak banyak drama dalam mengasuhnya. Saat ibu lain mengeluhkan anaknya yang selalu begadang, Akhtar dengan antengnya akan tidur setelah magrib dan bangun paling gasik saat subuh.

Memang pernah sih dia mengalami growth spurt, yang ditandai dengan bayi menyusu terus dalam masa perkembangannya yang sedang tinggi. Jadi dia akan menyusu terus sampai aku tidak bisa melakukan aktivitas lain. Sampai makan pun, aku harus disuapi suami sambil menyusui. Itu terjadi saat Akhtar berusia 30 hari dan 3 bulan. Hanya itu.

Namun, Akhtar yang kukenal dulu dan sebentar lagi berusia 3 tahun, seperti hilang. Aku, ibu baru, yang pastinya awam akan asuh mengasuh benar-benar kewalahan dengan segala tangis yang berujung tantrum. Sebenarnya, teori tentang parenting, aku banyak mendapatkannya, misalnya dari theAsianparent. Tapi, saat menghadapi bagaimana Akhtar tantrum, hatiku menciut dan akalku seperti hilang. Emosi meledak-ledak.

“Yang sabar. Dibilangin aja biar kooperatif ya, Dek.”

Begitu kata suami kalau aku curhat kepadanya tiap beliau pulang kerja. Aku pun tahu sebenarnya apa yang harus dilakukan. Aku hanya muak jika Akhtar benar-benar sulit diatasi.

“BUUUUUUU, PIPIIIIIIIIIS!”

Saat itu matahari baru sepenggalah. Aku sedang menikmati tugasku yang menumpuk. Di depan laptop, aku merasa aku tak mau diganggu.

“Sama Ayah, sana! Ibu sedang kerja,” sergahku cepat karena saat itu adalah waktu suami meng-handle anak. Aku tak mau dia terus merengek, karena ini akan memperlambat kerjaan.

“SAMA IBUUUUUUUU!” teriaknya sambil menangis.

“Mulai lagi!”

Aku menghembuskan napas kasar. Sebenarnya bukan maksudku membuat situasi lebih rumit. Tapi otak reptil ini lebih menguasai pikiranku saat itu. Bola mataku seperti akan keluar. Aku hanya ingin membuat Akhtar diam. Tapi nyatanya, aku malah semakin sakit. Bukan saat itu, tapi saat tangisannya sudah berhenti. Penyesalan itu datangnya belakangan!

Bukan sekali dua kali, situasi aneh ini membuatku harus ekstra hati-hati saat bersamanya. Seperti seorang cowok yang nggak mau ceweknya ngambek. Seribu dugaan ada dalam pikiran. Apakah saat aku melakukan ini, Akhtar akan suka? Atau dia lebih suka aku menyikapi hal itu dengan begini? Ah, rumit!

Hingga suatu hari, tanpa ampun aku menghukumnya yang tak mau menghabiskan makanan yang telah kumasak. Aku yang dulu bahkan sangat sabar membersamainya makan, hari itu kalap.

“NASINYA DIMAKAN! SAYUR JUGA!”

Aku yang sudah tak tahan lagi memberitahu, tidak, tepatnya membentak Akhtar karena dia hanya memakan lauk yang kusiapkan. Padahal di dalam piringnya, masih ada nasi yang hanya dimakan sesuap dan sawi yang bahkan dilirik pun tidak.

Ke mana anakku yang dulu suka sayur? Ekspektasiku saat itu sangat tinggi. Teramat tinggi. Aku lupa bahwa anak cenderung memilih apa yang hanya dia sukai di usianya sekarang. Aku yang berharap banyak dengan meluangkan waktu memasakkan sup ayam kesukaannya harus kecewa dengan penolakan anak bertumbuh tambun itu.

Hatiku mencelos. Aku meninggalkannya sendirian di kursi makan. Aku ancam bahwa dia tak boleh keluar dari kursi sebelum aku melepasnya. Buruk, benar-benar ibu yang buruk, pikirku. Namun, aku tetap pada kemarahanku.

Tapi apa yang terjadi, setelah aku menenangkan diri di ruangan lain, Akhtar malah tersenyum menyambutku.

“Ibu sudah nggak marah!” pekiknya kegirangan. Mengalahkan girangnya para suporter bola yang timnya mendapat angka karena membobol gawang lawan. Seperti tabuh genderang para suporter, dia sangat bahagia bahkan setelah aku sakiti secara batin.

Ibu macam apa aku? Kenapa hal sepele saja membuatku jahat begini? Aku hanya bisa menangis semalaman. Mencoba mengingat kembali, apa sebenarnya motif di balik semua kemarahanku ini. Atau aku yang tak becus jadi ibu?

Aku menarik diri. Semua pekerjaan kudelegasikan ke ahlinya. Mencuci ke tukang laundry, makanan kubeli di warung, Akhtar kutitipkan ayahnya. Aku benar-benar harus membereskan hatiku. Aku takut, aku malah akan memberi dampak buruk kepada anakku.

Aku memutuskan pergi keluar, menyusuri jalanan kota yang sudah kutinggali selama 8 tahun. Sampai aku berhenti di depan warung internet multimedia. Warnet legend yang sering kutumpangi saat aku harus mengerjakan skripsi dulu. Aku yang tanpa rencana, akhirnya memasuki warnet itu.

“Ibu yang buruk, tak akan menyesali perbuatan buruknya kepada anaknya. Ibu yang buruk tak akan terusik, dan ia tak akan menangis dan meminta maaf kepada buah hati setelah menyakitinya. Ibu yang buruk tak akan belajar dari kegagalan untuk kesuksesan pengasuhannya.”

Sebuah tulisan tentang ibu yang buruk, masuk di beranda media sosialku. Setengah jam di warnet, gundukan air di pelupuk mata semakin menggelayut. Dengan susah payah, aku menahan tangi dan hanya bisa sesenggukan.

Pokoknya, setelah ini, aku akan pulang memeluk Akhtar dengan hangat. Iya, aku bukan ibu yang buruk, Nak. Semoga kau mau menerima permintaan maaf dari ibumu yang kemarin gagal menghadapimu.

Dengan cepat, aku mematikan komputer dan berlari kecil menuju kasir. Aku tak sabar bertemu denganmu, pangeran kecil. Tunggu aku, tunggu ibumu!

Baca juga: Kisah Nyata Pesta Dadakan dan Wafer Tumpuk

Dayamaya Gandeng Startup Indonesia Kembangkan Daerah 3T

Startup, sebuah drama Korea yang lagi booming akhir tahun ini. Noongil, sebuah aplikasi yang dibuat oleh Samsan Tech dalam drama tersebut berhasil membantu para tunanetra mengenali benda lewat smartphone.

Seperti Noongil, Dayamaya menggandeng Cakap, Atourin dan Jahitin, startup dari Indonesia membantu komunitas dan UMKM dalam mengembangkan potensi ekonomi digital di daerah 3T.

Daerah 3T dan Dayamaya

Daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) sangat diperhatikan oleh pemerintah. Dari program kesejahteraan hingga pendidikan, daerah 3T tak luput menjadi fokus utamanya.

Untuk mengembangkan potensi digital ekonomi di sana, Badan Aksesbilitas dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika melaksanakan program Dayamaya.

Dayamaya menggandeng startup e-commerce, komunitas, kelompok masyarakat dan UMKM digital bersinergi membuat solusi tepat guna di daerah 3T. Dari program ini diharapkan adanya percepatan kemajuan ke arah yang lebih baik.

Tiga inisiator yaitu Cakap, Atourin dan Jahitin menjadi tonggak awal kontribusi kepada masyarakat.

3 Startup Inisiator di Daerah 3T

Cakap

Cakap adalah partform online pembelajaran bahasa asing. Cakap berkontribusi meningkatkan kemampuan bahasa Inggris dan mendukung pengembangan daerah wisata.

Tak ayal, daerah wisata sangat membutuhkan SDM dengan kemampuan bahasa Inggris agar menarik jumlah wisatawan dan menciptakan pariwisata berkelanjutan.

Cakaptelah menyelanggarakan digital asesment di Kabupaten Sabu Rijua dan Kabupaten Sumba Timur, Provinsi NTT. Program melibatkan 250 pelajar tingkat SMA dengan menggunakan standarisasi CEFR (The Common European Framework of Reference for Language). Kegiatan daring ini diisi oleh guru bahasa Inggris asing (ESL Teacher).

Selain itu, Cakap memberikan pelatihan bahasa Inggris gratis melalui website resmi. Masyarakat pelaku industri dapat mendaftar langsung di sana. Kalimantan Selatan, Maluku Utara, Sulawesi Utara, dan Bangka Belitung sudah menjadi pendaftar dengan pendaftar terbanyak berada di Sulut dan Kalsel.

Peserta akan mendapatkan akses kelas webinar, e-book materi pembelajaran, video pembelajaran, evaluasi, dan pendampingan guru profesional dan lokal. Hasil akhirnya, peserta akan mendapatkan sertifikat penyelesaian kelas Cakap.

Atourin

Atourin sebagai perusahaan teknologi di sektor pariwisata yang menyediakan jasa dan layanan baik secara online maupun offline untuk industri pariwisata Indonesia.

Pada tahun 2019 lalu berkesempatan menyelenggarakan pelatihan dan sertifikasi pemandu wisata di Natuna
melalui program Dayamaya.

“Di masa pandemi ini, salah satu satu program kami yaitu melakukan pelatihan secara daring bagi pemandu wisata se-Indonesia. Kami ajarkan bagaimana cara membuat tur virtual. Salah satu sektor yang paling terdampak akibat pandemi adalah pariwisata. Dengan pelatihan ini, diharapkan pemandu wisata dapat memanfaatkan internet untuk menghadirkan layanan virtual tour baik kepada wisatawan dalam negeri maupun mancanegara” kata Reza.

Tur virtual, kata Reza, merupakan platform baru, yang dapat
dimanfaatkan untuk jangka waktu panjang, tidak hanya di masa pandemi saja.

Jahitin

Seperti Cakap dan Atourin yang memanfaatkan layanan digital, Jahitin Academy memberdayakan SDM dengan meningkatkan skill para penjahit di Provinsi NTT, khususnya di Sumba Barat dan Sumba Barat Daya.

Melalui workshop pengolahan limbah kain tenun, Jahitin mengajarkan bagaimana cara mengolah limbah tenun menjadi produk yang bernilai jual, seperti untuk membuat cushion pillow.

Tidak hanya itu, Jahitin juga membantu para penjahit agar dapat lebih mudah mengakses pasar. Dampaknya saat ini penjahit di Sumba sudah mendapatkan akses langsung berhubungan dengan Dinas Perdagangan.

Menurut Asri Wijayanti, masa pandemi ini dia dan tim melakukan pelatihan kepada para penjahit, bagaimana cara membuat masker sesuai dengan standar kesehatan yang difasilitasi oleh BAKTI dan Kementerian Desa, dan Pemberdayaan Daerah Tertinggal.

Hasilnya, para penjahit di Sumba
berhasil mendapatkan orderan membuat 5000 masker!

Baca juga: Begini Inspirasi Cinta Bumi Ala Dhita Erdittya

Harapan Program Dayamaya Bagi Indonesia

Sebagai sebuah bangsa, Indonesia merupakan negara yang memiliki keberagaman, dalam membangun daerah 3T pemerintah tentu tidak dapat bekerja sendiri. Untuk itu, peran dari para startup dan komunitas sangat diperlukan untuk bersama-sama bersinergi mempercepat pembangunan di daerah 3T.

Ari Soegeng Wahyuniarti, selaku Kepala Divisi Layanan Telekomunikasi dan Informasi untuk Masyarakat menuturkan, dengan merangkul stakeholder strategis, mereka yakin kita akan memiliki daya atau berdaya untuk bersama-sama membawa perubahan di daerah 3T.

Perbaikan dari sisi perekonomian berbasis ekonomi digital menjadi hal utama. Hal ini selaras dengan campaign yang Dayamaya angkat, yaitu Berdaya Bersama.

Tips Mama Paula Nemenin Kiano Malem-malem

Malem-malem Laper Nemenin Kiano

Begadang, kurang tidur, kurang makan, kurang me time. Problem ini biasanya dijumpai kalau jadi ibu yang lagi nemenin baby.

Kaget gak sih, yang tadinya bisa me time lamaan, tiba-tiba kudu 24 jam jadi satpam? Tadinya yang bisa ngurus diri lebih baik, eh sekarang ada si kecil yang gantungin hidup sama kita?

Duluuu banget, saya mengalaminya. Pas zaman-zaman anak udah 1 tahunan sih. Nempel kayak perangko. Ke kamar mandi, dia kudu jaga pintu. Gedor-gedor kalau lama. Hahaha.

Baru aja nonton videonya Bapau (Baim Paula) Family ini. Suka gumuuuush sama Kiano. Apalagi bentar lagi mau 1 tahun. Pengen ngintip kayak apa sih Mama Paula nemenin Kiano dalam kesehariannya.

Nah, kalau Mama Paula jaga Kiano dengan happy karena sudah nemuin partner yang cocok buat me time-nya. Walau ada Kiano di sebelahnya, tapi me time sama yang satu ini bikin Mama Paula recharge energinya.

Apaan tuh? Ya, mie Lemonilo! Kalau busui (ibu menyusui) butuh banget energi yang besar. Makanan yang sehat dan nyaman di perut. Biar jaga anak dengan happy. Mie Lemonilo ini udah gak ada penguat rasa, gak pakai pengawet dan pewarna buatan. Gak bikin begah.

Pernah ngerasa gak kalau bikin mie malah buthek airnya? Mie Lemonilo gak loh. Karena mienya dipanggang. Dari saripati bayam lagi.

Selesai Makan Mie Lemonilo, Cus Ngegambar!

Jadi, tips Mama Paula jagain Kiano oke banget ya. Dapat manfaat dari sang partner, mie Lemonilo, abis itu cus bisa nemenin anak beraktivitas.

Kalau Mama-Mama gimana? Udah nyobain? Pengen tau kolaborasi #BaimPaulaxLemonilo ini? Klik di sini ya!

Bingung Masak Apa? Unduh Aplikasi Masak Yummy App!

Aplikasi masak Yummy 1

Saya bukan ahli dalam bidang masak-memasak. Kayak judul, saya selalu bingung masak apa besok, bahkan hari-H. Hahaha. Tapi kebingungan itu sirna gara-gara download Yummy App, aplikasi masak saya.

Gak kerasa pandemi udah 8 bulan berjalan. Perubahan gaya hidup kerasa banget di keluarga saya. Mungkin bisa jadi keluarga di seluruh dunia. Yang tadinya tinggal beli matang, karena harus menghindari kerumunan, akhirnya terjun masak.

Pilihan memasak memang yang terbaik di masa pandemi ini. Selain bahan makanan bisa kita kontrol kebersihannya, kita juga bisa kontrol keamanannya karena kita sendiri yang handle.

Aplikasi Masak Yummy App Itu Apa Sih?

Aplikasi masak Yummy 2

Dulu pernah nyoba bikin masakan sesuai jadwal. Jadi di awal minggu, saya sudah siap dengan 7 menu masakan untuk seminggu. Tapi kok rasanya gak berkembang.

Gitu-gitu aja dan bosen jadinya. Nemulah aplikasi resep masakan ini dan membantu banget buat saya yang masaknya kalau gak numis ya sop, hahaha!

Yummy App diluncurkan oleh IDN media. Kalau kalian sering denger aplikasi resep masakan, Yummy App termasuk di dalamnya. Dirilis tanggal 8 Mei 2019, aplikasi masak ini sudah menembus 1 juta lebih pengguna.

Bahkan, Yummy app masuk dalam 10 besar aplikasi gratis populer pilihan editor Google Play Store. Tahun 2019, tahun pertama perilisan, Yummy menjadi Google Play Best of 2019 dalam tema Everyday Essentials Category. Wow! Gak kaleng-kaleng lah pokoknya!

Cara Download Aplikasi Masak Yummy

Oke sekarang kita lanjut cara downloadnya ya. Untuk download aplikasi masak ini, kita hanya perlu membuka Google Play Store bagi pengguna Android dan App Store bagi pengguna iOs.

Karena saya pengguna Android, maka tutorialnya Android juga ya. Pertama, ketik Yummy di pencarian Play Store, lalu kita akan menemukan aplikasi Yummy App by IDN Media – Aplikasi Resep Masakan dengan ukuran 16 MB. Lalu tinggal klik Install.

Aplikasi masak Yummy 3

Memulai Aplikasi Masak Yummy

Kita akan disapa ‘Selamat pagi, Chef’ saat aplikasi terbuka (saat membukanya di pagi hari). Ini berarti kita harus klik ‘Akun’ dulu agar menjadi anggota komunitas dan disapa Chef diikuti nama kita. Misalnya saya, Chef Dhita (Ehem!). Tenang, cara daftarnya GRATIS!

Klik ‘Daftar Sekarang’ setelah klik tombol ‘Akun’ di bagian bawah kanan pojok. Kita bisa daftar dengan Gmail, Facebook atau email selain Gmail kita. Kalau saya ambil Gmail karena sudah nyambung akun di Android, jadi tinggal klik dan tersambung.

Aplikasi masak Yummy 4

Setelah itu, kita sudah menjadi salah satu anggota komunitas Yummy app. Emang keunggulan menjadi anggotanya apa sih?

Keunggulan Menjadi Bagian Komunitas Yummy

Walaupun kita bisa mengakses Yummy tanpa daftar, tapi lebih enak jadi anggota. Kita bisa dapat bermacam-macam fitur dan bahkan dapat cuan! Nih, beberapa keunggulan menjadi bagian komunitas.

Favoritkan dan Bagikan Resep

Lagi cari resep dan dapat resep yang kita banget plus antigagal, pasti langsung gercep disimpan kan? Nah, kita bisa favoritkan biar besok-besok kalau mau masak lagi gak perlu repot nyalin ke buku. Bagikan resep masakan tersebut untuk orang yang kita cintai juga tinggal klik.

Suka Masak dan Pengen Simpen Resepnya

Aplikasi masak Yummy 5

Nah, misal kita punya resep andalan dari ibu atau mertua dan itu enak banget, pengen dong disimpan ya. Era digital ini memudahkan kita banget deh agar tulisan tersimpan baik. Nah, kita bisa simpan resep di Yummy.

Gak cuma simpan resep aja, kita juga bisa dapat masukan dari editor chef Yummy. Jadi ada editing dan jadilah resep kita yang sudah ditinjau sama ahlinya. Makanya, resep Yummy oke-oke karena sudah dalam tahap tinjauan.

Simpen Resep dan Dapat Cuan dari Aplikasi Masak Yummy

Gak cuma itu doang, kita bisa dapat cuan dari Yummy lewat resep. Wah gimana tuh caranya! Yummy sering banget ngadain tantangan misi dan lomba masak berhadiah. Malah dalam waktu dekat ini, akan ada lomba masak online yang hadiahnya wow! Cek gercep deh!

Informasi lomba waktu terdekat ini bakal kita temukan ikon gambar bertuliskan nama lomba di ‘Home’. Misalnya ‘Jago Masak’ ini. Klik saja gambarnya dan kita akan masuk ke halaman informasi lomba.

Aplikasi masak Yummy 6

Selain itu, event ‘Online Cooking Class GRATIS’ juga bakal terpampang jelas di ‘Home’ bagian ‘Event & Promosi’. Wah, selain lihat resep, kita juga bisa dapat ilmu masak di Yummy.

Aplikasi masak Yummy 8

Cara Cari Resep Masakan Pakai Yummy App

Jadi, gimana sih caranya cari resep? Ini nih tutorialnya praktisnya. Setelah saya ngulik-ngulik aplikasi masak Yummy, cara praktis cari resep itu ada 4, apa aja?

Punya Uang di Bawah 10K, Dapat Apa?

Tetangga: Bun, lagi aktif di tanggal tua?

Saya: Duh, Bun, gimana aktif, tongpes iya!

Percakapan semacam ini gak bakal ada kalau kita pakai Yummy. Ya gimana, Yummy punya filter yang cakep banget!

Kita bisa pilih sesuai apa yang kita rasakan, eh sesuai kondisi. Dari jumlah uang yang lagi kita pegang, misalnya kurang dari Rp10.000, antara Rp10.000-100.000, atau jadi sultan dengan budget di atas Rp100.000, bisaaa!

Telat dan pengen masak kurang dari 30 menit, ada pilihan durasi memasak. Pilih kurang dari 30 menit, 30-60 menit, atau lebih dari 60 menit. Ya siapa tau mau olahraga sambil masak kan bisa pilih durasi paling lama ye kan?

Mau hajatan dan tamunya sampai 30 orang? Tenang, mau masak porsi besar bisa difilter di aplikasi masak Yummy. Keluarga kecil bahagia, keluarga sedang, atau hajatan bakal lancar jaya!

Aplikasi masak Yummy 7

Punya Bahan Tempe, Terasi dan Beras Doang Bisa Bikin Ini

Tetangga: Bun, masak apa nih? Aku punya tempe, terasi doang. Sama beras, enaknya dibikin apa?

Saya: Wah, tinggal buka Yummy Bun. Pilih aja bahan tempe, terasi, sama beras. Nanti keluar pilihan resepnya.

Pernah kan ya, mau masak, eh di kulkas tinggal bahan yang minim. Gimana bisa enak, kasih aja tugasnya ke Yummy.

Gak perlu repot cari satu per satu resep yang ujungnya gak ada bahannya di rumah. Kita punya apa, ya itu yang bakal direkomendasikan sama Yummy. Asyik kan? Cepet selesai, rebahan lagi deh!

Aplikasi masak Yummy 9

Resep Masakan Favorit Rekomendasi Editor

Tetangga: Besok makan apa, Bun?

Saya: Wah, baru aja notifikasi, ada rekomendasi dari Yummy nih, Bun. Gak bingung deh makan buat besok.

Yummy layaknya pacar yang selalu ngingetin. Bukan cuma, UDAH MAKAN BELUM? Tapi sekalian ngasih SOLUSI MASAK APA HARI INI.

Perasaan, tiap saya butuh nyari resep, Yummy kirim notif. Apa jangan-jangan, tim Yummy App punya tim cenayang ya? Hahaha.

Pokoknya, kita gak bakal ketinggalan update permasakan tiap harinya. Kalau ke-skip pun, kita masih bisa lihat di tombol notifikasi.

K-Popers Pengen Masak Bulgogi? Bisa!

Tetangga fans negeri ginseng: Anyeonghaseyo, Yeorobeun! Oneul mwo yoli haeyo? (Hai, pemirsa! Hari ini masak apa?

Saya yang K-Popers: Kentang Bulgogi dong yo! (Jangan serius-serius amat, itu bukan bahasa Korea kok, kecuali bulgogi. Hahaha.)

Tetangga fans negeri ginseng: Wah, bulgogi yang berasal dari bahan daging sapi sirloin dan dikemas dengan selada. Yang cara makannya tinggal dihap di mulut kayak di drama-drama Korea?

Saya yang K-Popers: Iya, bener! Cus deh, lihat di Yummy!

Aplikasi masak Yummy 10

Jadi, gak usah bingung mau ngikutin Lee Min Ho atau Park Bo Gum Oppa (sebutan Mas di Korea) makan, kita juga bisa bikin sendiri.

Tentunya gak usah bingung bahan-bahannya kudu impor dulu dari Korea, karena bahannya Indonesia banget. Tetep rasanya kayak jadi Eonnie (sebutan Mbak di Korea) sehari deh!

Masak Tapi Sering Gagal?

Eh, kalau udah ngikutin, tapi gagal gimana? Tenang, di Yummy App, semua resep ada video tutorialnya dengan kualitas video yang ciamik. Step by step! Gak takut lagi gagal, kecuali kita skip stepnya. Gak cuma Korea, Western Food dan masakan internasional juga ada kok!

Udah deh, gak perlu lama lagi mikir. Download Yummy dulu aja, besok Bunda-Bunda gak perlu khawatir mau sarapan apa, mau lunch gimana, mau ngemil gaya apa. SEMUA ADA DI inspirasi resep Yummy App.

Penulis: Erdittya Ekanovie Nindhitasari

Ria Ricis Diet Makanan Pakai Mie Lemonilo Sambil Bagi-Bagi Hadiah

Nyum nyum! Ria Ricis Makan Mie Lemonilo. Sumber: Youtube Ria Ricis.

Kalau kamu ditanya, diet tuh makanannya kudu buah doang ya? Kamu bakal jawab apa?

Beberapa waktu lalu, Ricis mengunggah video yang merekam momen saat ia memberi kejutan ulang tahun untuk sahabat sekaligus tim Ricis, Derry.

Sambil mempersiapkan kejutan ulang tahun, Ricis memergoki sahabat-sahabatnya tengah menyantap cemilan. Ricis menawarkan mie instan Lemonilo untuk sahabat-sahabatnya. Ricis mengaku selalu menyantap mie instan Lemonilo selama menjalani program diet.

Ternyata akhir-akhir ini, Ricis diet dengan memakan mie Lemonilo. Ricis nggak pernah makan mie lainnya.

Sambil makan mie instan Lemonilo, Ricis gak khawatir dengan pola makannya ini. Memang kalau mau menjalani pola hidup yang baik ada usahanya. Yaitu memilih bahan makanan tanpa bahan pengawet.

Caranya gampang yaitu cari makanan yang bebas dari pengawet, pewarna, dan perasa buatan. Ricis suka karena semua syarat itu ada di mi Lemonilo. Gak khawatir juga konsumsi mie Lemonilo sering-sering, katanya.

Melihat sahabat-sahabatnya yang asik ngemil, Ricis pun segera memasak mie goreng Lemonilo yang ia sebut sebagai makanan favoritnya

Makan Mie Lemonilo Sambil Umumin Giveaway

Ada yang lagi bagi-bagi Brompton dan iPhone Gratis! Mau? Aku kasih caranya nih!

Jadi, Ria Ricis bikin pengumuman giveaway di Anniversary Lemonilo!

Hadiahnya apa aja sih? Ada 500 item lebih hadiah, juga uang tunai, buat kalian yang beruntung ikutan giveaway ini. Banyak banget ya! Sip, banyak pula kesempatan menangnya.

Hadiahnya nih:
1 sepeda Brompton
4 iPhone 11
40 Smartphone
4 sepeda anak
4 cooking set greenpan
40 kompor Quantum
440 voucher belanja
Belasan juta uang tunai
Wow!!! Banyak banget kan? Kamu bisa dapat kesempatan lebih banyak jadi pemenang.

Giveaway ini berlaku pada periode 1–31 Oktober 2020. Jangan sampai kelewatan ya!

Untuk informasi lebih detail mengenai cara-cara mudah ikut giveaway Lemonilo, langsung saja kunjungi Lemonilo ya!

Rafathar Makan Mie Instan Sehat di Hari Ulang Tahunnya

Sebulan kemarin, Rafathar ulang tahun yang ke 5. Beda 3 bulan dari anakku yang lahir bulan Juni. Aku tau banget, anak-anak umur segitu aktifnya, ya Allah. Nanyanya bisa segambreng.

Butuh banget kalori buat mereka agar gak cepet sakit. Kadang, makan nasi tiap hari juga bosen. Nah, anakku suka banget mie nih. Kalau mie instan terus (yang gampang masaknya hahaha), gak banget ya. Gigi, ibunda Rafathar punya solusi nih buat kita semua.

Mie Instan yang Sehat, Buat Anak Bisaaa Banget!

Rafathar dan Raffi rebutan Mie Lemonilo

Kalau mie instan kan udah terkenal dengan micinnya ya. Pengawet, perisa, pewarna dan lain-lain. Bahkan, aku sampe masak yang kudu ganti air rebusan pertama. Buang bumbunga diganti sama bumbu alami, lalu dikasih sayur.

Dipikir-pikir, malah jadi gak instan, buang waktu dan tenaga juga ya?

Jadi, Gigi ngasih tips nih biar makan mie instan tapi sehat juga. Pakai mie instan dari Lemonilo!

Emang sehatnya gimana?

Tips Makan Sehat buat Rafathar dari Gigi

Gigi konsen banget bikin Rafathar dan Raffi sehat dari konsumsinya. Mie Lemonilo ini dibikin gak digoreng, tapi dipanggang.

Raffi juga suka karena gak bikin begah. Mienya hijau karena dari bayam. Gak perlu deh nambah sayir kalau lagi gak ada stok.

Udah gitu gak pakai pengawet, pewarna buatan, perasa buatan. Fix, mie instan Lemonilo worth it banget!

Kalau penasaran mau nonton video tentang gaya hidup sehat yang seru dan asyik, cek channel Youtube Lemonilo ya

Untuk beli produknya, kamu bisa klik website Lemonilo atau download aplikasi Lemonilo dengan banyak promo menarik.

Lemonilo Cuma Mie Instan?

Lemonilo gak hanya mie instan, produknya banyak banget. Kamu bisa cek-cek di postinganku sebelumnya The Baldys Juga Konsumsi Lemonilo.

Kuy kapan lagi ada makanan sehat yang instan? Buruaaaan!

error: Content is protected !!