Refleksi: Ki Hadjar Dewantara dan Pendidikan

Ki Hadjar Dewantara (KHD) adalah pahlawan nasional Indonesia yang terjun dalam bidang Pendidikan. Beliau mewarisi kita dengan sistem Among, Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, dan Tut Wuri Handayani. Tak hanya itu, pemikiran Ki Hadjar Dewantara membuat saya merefleksikan pembelajaran di kelas selama ini dan hal -hal inilah yang mengubah mindset saya.

Yang saya percayai tentang peserta didik dan pembelajaran di kelas sebelum saya mempelajari Pemikiran KHD

Sebelum tahu pemikiran KHD, saya selalu berpikir bahwa:

  • Peserta didik yang belajar klasikal diperlakukan sama agar pembelajaran efisien.
  • Semua peserta didik harus bisa mengerjakan tugas dan ulangan yang disiapkan guru lalu juga harus mendapat nilai di atas KKM agar hasil belajarnya memenuhi standar.
  • Peserta didik belajar hanya untuk mendapatkan pekerjaan yang baik di masa depan.
  • Pendidikan yang diutamakan adalah aspek intelektual atau kognitif.

Yang berubah dari pemikiran atau perilaku saya setelah mempelajari Pemikiran KHD

KHD memiliki dasar pemikiran pendidikan yang kuat tentang memerdekakan peserta didik. Merdeka di sini bukan bertindak sebebas-bebasnya dan tidak bertanggung jawab, namun merdeka dengan pilihannya sendiri, bertanggung jawab penuh atas pilihannya dan tidak mengganggu kemerdekaan orang lain. Dari hal ini saya memiliki perubahan pemikiran tentang apa itu merdeka. Dari yang awalnya belajar untuk mendapatkan nilai saja menjadi belajar untuk menjadi manusia kuat yang belajar untuk mengenali dirinya sendiri, belajar mandiri, belajar mengambil keputusan dan belajar untuk bertanggung jawab atas keputusannya. Selain itu, memerdekakan peserta didik berarti saya belajar untuk memahami satu per satu peserta didik dan mengenali apa keunikan mereka yang bisa menjadi dasar untuk mendorong mereka belajar.

KHD mendefinisikan bahwa pendidikan adalah alat untuk meraih kebahagiaan setinggi-tingginya dengan cara mensejahterakan masyarakat. Hal ini membuat perubahan bagi saya yaitu untuk mewujudkannya adalah dengan mengerti kebutuhan peserta didik dalam belajar dan harapannya akan menjadi dasar dalam menemukenali minat dan bakat. Minat dan bakat yang tersalurkan akan menjadi potensi dan kekuatan dalam diri peserta didik dalam keberlangsungan hidup. Tidak gampang menyerah, mau berusaha saat gagal, mencari jalan atau cara lain jika menemukan suatu kendala adalah cara-cara orang bertahan hidup dan bertumbuh. Jadi tidak hanya tentang belajar mencari nilai standar, tapi lebih dari itu, belajar untuk mencari potensi diri.

Yang dapat segera saya terapkan lebih baik agar kelas saya merefleksikan pemikiran KHD

Hal-hal yang bisa saya terapkan lebih baik agar kelas saya merefleksikan pemikiran KHD adalah siap memerdekakan peserta didik dengan:

  • Memberikan kesempatan bertumbuh dan berkembang bagi mereka.
  • Memberi ruang untuk mengenali potensi mereka.
  • Memberi ruang untuk berbuat salah dan mengenali kesalahannya.
  • Memberi kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya dengan bimbingan.
  • Memberi fasilitas dan bantuan untuk mencapai pengembangan potensi mereka.

Jika Anda juga guru, apakah perubahan pemikiran kita sama setelah mempelajari pemikiran KHD? Jika ada yang berbeda, Anda bisa ikut menambahkan di kolom komentar. Siapa tahu, komentar Anda menginspirasi para guru lain dan membuat dunia lebih baik. Terima kasih telah membaca.

Oleh dhita

Seorang ibu dengan dua kesatria. Guru anak-anak. Berkarya dari rumah. Sedang belajar less waste, apalagi plastik.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *