Penghargaan Liebster Award – Akhirnya, Aku Ditantangin Juga!

Halooo, yeorobun (dikeplak pembaca)! Aku mau nulis ala-ala hari ini. Btw, aku nulis random ini ditantang sama Mbak Yustrini buat tukeran backlink dengan menulis post blog. Namanya Liebster Award. Apa sih ini? Yuk lah kenalan lebih dalam!

Liebster Award, Penghargaan buat Blogger ‘Tersayang’

Blogger tersayang lagi, eaaa.

Hahaha, pede sekali ya saya. Jadi, Liebster Award itu (dari hasil riset) adalah penghargaan dengan memberikan gambar secara estafet.

Manfaatnya adalah untuk mempererat persahabatan antar blogger. Makanya aku bilang ‘famous’, terkenal. Ya walaupun terkenal di antara teman sendiri. Jadi, bahagia karena masih ada yang inget aku. Eaaa.

Awalnya muncul penghargaan ini nih karena ada blogger dari Jerman yang menantang 11 teman blogger lain. Setelahnya, ke-11 teman itu nantang orang lain lagi dan menyebar. Sekarang bisa sampai ke Bantul, Indonesia, tempatku ini.

Kata ‘Liebster’ ini dari Jerman btw, artinya tersayang. Uhui, aku salah satunya. Makanya, abis ini aku mau tantang blogger lain yang kusayang. Mau ya ditantangin, plis!

Manfaat Ikutan Liebster Award dan Aturannya, Nih!

Kalau kita menulis dan menitipkan link di blog lain itu akan meningkatkan performa blog. Selain itu kita juga mempererat tali silaturahmi antar blogger (karena kan kita kudu japri orangnya dan minta persetujuannya).

Kalau Liebster Award sendiri sudah resminya ada aturan sendiri, aku kutip langsung dari blog Mbak Yus yaa! Ini dia:

  • Mengucapkan terima kasih kepada pemberi tantangan atau pemberi anugerah Liebster Awards.
  • Menyematkan link tulisan tantangan Liebster Awards dari si pemberi tantangan. Link tulisan ya, bukan hanya alamat blognya saja.  
  • Menuliskan 7 fakta tentang diri sendiri.
  • Menjawab 7 pertanyaan yang diajukan oleh pemberi tantangan Liebster Award.
  • Menantang 7 blogger lainnya untuk melakukan hal yang sama.
  • Memberi 7 pertanyaan kepada 7 blogger yang kita anugerahi Liebster Awards.
  • Menyisipkan alamat blog dari 7 blogger yang kita anugerahi Liebster Awards 
  • Menulis poin 1 sampai 7 tersebut ke dalam blog masing-masing, dan jangan lupa menyisipkan logo Liebster Awards di dalamnya.

Oke aku mulai ya tantangannya. Yang pertama adalah:

7 Fakta Tentang Dhita Erdittya (Aku)

Komposterku.

1. Suka Hal-hal Baru.

2. Ambivert.

3. Sangat Perasa (Emosional).

4. Sedang dalam Tahap Menerima.

5. Penyuka komposter (pernah aku tulis di sini), drakor, editing tulisan dan video, bercerita, membaca, parenting dan semua yang berhubungan dengan rumah tangga.

6. (Berusaha) Hidup Minimalis.

7. Suka hal praktis tapi tidak membebani Bumi (less waste).

Gak perlu penjelasan ya, karena nanti curhaaat jatuhnya. Hahaha.

Oke lanjut tentang jawaban dari pertanyaan Mbak Yus ke aku. Ini dia yang beliau tanyakan.

7 Pertanyaan dari Mbak Yus buatku dan Jawabannya

1. Mengapa kamu membuat blog? Sebutkan alasannya!

Awalnya, blogku ada di https://www.dhitaerdittya.wordpress.com yang dibuat karena tugas kuliah. Isinya tentang pendidikan IPA, sesuai jurusan kuliah waktu itu. Tahun 2010 kalau gak salah bikinnya.

Lalu aku kembangin di 7 tahun berikutnya (ya Allah, lama nganggur) saat ketemu Mbak Dian yang ngajakin ngeblog ‘serius’. Jadilah blog dhitaerdittya.com ini. Karena emang udah terbiasa nulis diary, jadi suka aja nulis walau random. Nah kalau ngeblog serius ini kan ngelatih diri buat nulis yang bisa bermanfaat buat orang lain.


2. Apa yang kamu lakukan untuk bisa mengusir rasa bosan saat di rumah saja?

Nonton drakor pastinya. Selain itu, karena memang fokus ke pengobatan anak (pernah saya tulis di sini), aku lebih banyak upgrade diri tentang kerumahtanggaan.

Misalnya nih, food prep, masak cepet sehat, beberes efektif efisien, belajar tentang tanaman dan komposter, lalu ikut kelas yang berkaitan dengan hal-hal tadi.

Aku dan teman-teman blogger saat event.


3. Apa sih makanan favoritmu?

Aku suka banget sama protein hewani, khususnya ikan keranjang 😍. Cuma gak bagus juga kalau hanya makan itu, jadi aku makan makanan favorit diimbangi sayur dan buah. Sayur favoritku adalah selada mentah, apalagi kalau digado pakai daging sapi sama sambel. Kalau buah favoritku itu pisang ambon.


4. Hal sederhana apa yang bisa bikin kamu bersemangat setiap hari?

Melakukan hal baru dan berkaitan dengan kesukaan. Aku adalah orang yang ‘bosenan’ jadi biar konsisten sesuai track aku kudu bikin hal baru walau cuma nyari resep cara masak cumi dengan metode baru atau gimana caranya lipat pakaian dengan menyenangkan di Google atau YouTube.

Salah satu playlist di YouTube Dhita Erdittya yang bikin aku bersemangat tiap hari.

5. Sebutin sebuah tempat di Indonesia yang paling kamu suka, sampai kamu memiliki impian bisa tinggal di sana.

Sebenarnya gak tau juga sih tempat yang bikin aku kerasan dan akhirnya suka tuh apa. Aku gak pernah banyak keliling kota di Indonesia. Tapi kalau ditanya impian, pasti aku milih Purwokerto. Selain dekat rumah orangtua dan mertua, lokasinya pas aja.


6. Pernah nggak mengalami perbedaan budaya atau yang disebut “culture shock” di sebuah tempat baru? Coba ceritakan.

Sering banget karena aku sering pindah kontrakan. Kalau ditotal dari zaman SMA, aku udah 16x ganti tempat tinggal. Di Purwokerto 3x, di Semarang 2x, di Jogja terbanyak 11x.

Pindahnya ya karena culture shock dan ternyata baru ngeh aku gak bisa adaptasi. Akhirnya gak nyaman, setahun pindah. Atau paling cepet tuh pernah 2 bulan aja pindah. Tapi terlama ya sekarang ini, mau 3 tahun masih di kontrakan yang sama.

Culture shocknya yang paling sepele tuh kebiasaan warga di sekitar. Aku yang anak rumahan (banget), jarang tetangga yang langsung kelihatan dari rumah (dulu rumahku tuh depan SD, kiri warung makan, kanan kebon, dan belakang baru rumah Mbah). Jadi sering kaget kalau ada tetangga yang lewat depan kontrakan. Apalagi kami merantau kan cuma bertiga, gak bisa nebeng nama orangtua di sana buat sapa-sapa. Hihihi.


7. Jika sedang berpergian, barang apa yang wajib banget kamu bawa?

Bawa diri 😅 lalu mukena, tas belanja, botol air isi ulang, wadah makan isi ulang, hand sanitizer, handuk lap kecil, headset, dompet dan HaPe.

7 Pertanyaan Buat Blogger Selanjutnya

1. Punya blog ini karena apa?

2. Apa 1 kata yang kamu banget?

3. Apa benda yang sangat ingin kamu punya? Kenapa?

4. Jika kamu harus pindah dari suatu tempat, satu hal apa yang menyebabkan kamu memilih tempat baru itu?

5. Pernah gak merasa hidupmu ‘belum indah’? Kenapa?

6. Sebutkan orang-orang atau hal yang menginspirasimu?

7. Hal apa yang kamu sukai sampai kamu rela tidak dibayar?

Terima kasih yang mau mengikuti tantangan ini. Aku menantang (baru) 2 orang ini yaitu Mbak Yulia Hartoyo dan Mbak Dian Farida. Kita kenalan bentar ya sama blogger yang kita yang dan dapat Lieber Award dari aku.

Yang pertama, Mbak Yulia ini adalah raw food chef enthusiast. Beliau suka banget bikin makanan yang unik, alami dan sehat dan mewujudkannya di WarungSae agar manfaatnya semakin tersebar. Beliau juga adalah graphoterapi analysist.

Yang kedua adalah Mbak Dian Farida. Beliau adalah traveling blogger yang sudah melalang benua. Terakhir ke Turki, negaranya Pak Erdogan. Selain itu, beliau baru saja rilis buku Parenting tema tantrum loh.

Terima kasih ya sudah mau menerima tantanganku. Soon aku update lagi jika ada teman blogger lain yang mau menerima tantanganku ini.

Pengalaman dan Review Nonton Film Streaming di STRO

Jadi, kemarin saya diundang nonton film bioskop nih. Eh, emang udah gak takut virus, Mbak? Netizen yang kepo pasti bertanya gitu. Tenang, saya nontonnya via HP aja. Wah, penasaran ya caranya?

Sebanyak 1000 partisipan di hari Jumat ceria, tanggal 8 Januari 2021 kemarin nonton bareng live pemutaran film action komedi Indonesia. Acara Online Screening ini kami nonton film streaming Indonesia berjudul Teachers.

Dari 1000 orang yang nonton dikatakan spesial karena yang hadir adalah semua casts & crew dan juga rekan-rekan media & blogger (termasuk saya). Para fans dari komunitas fanbase para pemain dan subsrcibers STRO juga diundang menjadi penonton eksklusif loh!

Apa Itu STRO?

Eh, ngomong-ngomong apa itu STRO? Oya, saya lupa ngasih tau ya. Nah ini rahasianya gimana kita bisa nonton film tanpa harus ke bioskop.

STRO itu aplikasi streaming film yang bisa kita download di Google Play Store bagi pengguna Android atau iOs bagi pengguna Apple juga bisa diakses melalui web stro.tv.com.

Aplikasi ini berbasis subscription (SVOD) dari Stroworld dengan biaya murah abis!

Review Film Teachers

Pemutaran film perdana Teachers sukses mengocok perut saya. Saya sampai berkali-kali ngikutin percakapan menirukan banyolan kata-kata pemainnya sambil ngakak semacam:

Agnes saat menyamar jadi guru olahraga SD: Mulai besok hidup kalian berubah!
Anak SD (dengan polosnya menjawab): Aku mau jadi Hulk! Aku mau jadi Spiderman! Aku mau jadi Superman!
(Wkwkwk)

Oya, film Teachers itu salah satu film orisinal (original movie) kolaborasi antara SAS Film, SKYLAR PICTURES & STRO yang dihadirkan khusus untuk STRO.

Online Screening & Press Conference ini dibuka oleh sambutan Sarjono Sutrisno, sutradara Teachers, dan sepatah kata dari para pemain utama juga beberapa pihak di belakang layar produksi film ini.

Film Teachers merupakan film bergenre action comedy ini dilatarbelakangi polantas kota Batavia yang memiliki rencana mengakap sindikat narkoba yang terselubung di SD. What SD? Hahaha. Di sinilah uniknya.

Kita gak cuma disuguhi akting cast utama Yova Gracia, Estelle Linden dan akting pemain kawakan sekelas Tarzan dan Epy Kusnandar, namun juga tingkah polos anak-anak SD.

Selain itu, Rizki Mocil, Garry Iskak, Teddy Syah, dan masih banyak cameo (cameo terbanyak dari film yang pernah saya tonton) beneran bikin surprise di setiap adegan yang disajikan.

Menilik dari sutradara Sarjono Sutrisno, beliau adalah sosok yang sejak 2008 menggeluti perfilman nasional sebagai executive producer untuk Skylar pictures, Aletta Pictures dan SAS Films.

Bahkan pada saat menceritakan behind the scene, beliau terinspirasi menciptakan film ini dari film latar belakang partner dari Holywood.

Biaya Berlangganan Murah Meriah

Jadi berapa sih nonton film di STRO? Kita cukup merogoh kocek Rp10.000 untuk apps premiumnya STRO! Wow, itu juga sudah termasuk stok film yang banyak banget dari STRO.

Download segera ya! Kuy lah menghibur diri di masa pandemi ini. Gak bakal mati gaya deh karena belum bisa leluasa ke bioskop kalau pakai layanan streaming STRO!

Terima kasih sudah berkunjung ke dhitaerdittya.com. Sangat membahagiakan jika kamu suka review saya dan bisa follow blog ini untuk notifikasi tulisan saya selanjutnya. Kamu juga bisa share tulisan ini ke temen dan kerabat yang membutuhkan.

Baca juga: Review Kondangan Nikahan di Grand Dafam Rohan Jogja

Inilah 5 Tips Menyikapi Anak Saat Dia Memaksakan Kehendaknya

anak menangis
Dok. Pribadi

“Sendiriiiii!”
Dulu, memasuki usia 29 bulan, anak saya mulai meminta dengan keras kepala untuk melakukan semuanya sendiri. Bahkan, dia tidak mau disuapi. Minum pun harus mengambil sendiri dan tak mau dibantu.

Sebenarnya makan dan minum memang sudah dibiasakan mandiri dari usia 6 bulan. Namun, untuk keras kepala, meminta keinginannya harus dikabulkan dengan menjerit, akhir-akhir ini sering.

Mungkin ada orang tua yang mengalami hal yang sama dengan saya. Ada yang sudah merasakannya saat anak memasuki usia lebih muda ataupun baru muncul di saat usianya menginjak kepala dua. Hal ini memang akan menjadi syok terapi bagi para ibu baru. Apalagi saat merasakan anak yang tadinya penurut menjadi keras kepala.

Normalnya, di usia 12 bulan, anak sudah mulai berkembang di aspek sosial emosionalnya. Ini ditandai dengan ketidaksukaan anak dengan perlakuan yang tidak sesuai, misalnya mainannya direbut maka anak akan marah.

Tak apa jika memang anak sudah mulai memiliki keinginan seperti itu. Kita sebagai orang tua lebih fokuslah menjadi pembimbing mereka. Setiap kehidupan selalu ada gejolak, begitu juga sikap anak.

Jangan pusing, itu berat. Lebih baik cermati saja tips
berikut ini:

1. Diam Sesaat

Saat anak sudah mulai mengeluarkan jurus jeritannya, maka diamlah. Tak usah bereaksi marah ataupun kesal. Itu malah akan lebih memancing jeritan lainnya.

Pasang muka datar dan mulai berpikir apa yang akan kita coba untuk
membuatnya kooperatif dengan kita. Tak perlu membuat anak diam, tapi buatlah anak mengikuti kesepakatan yang dibuat bersama.

Misalnya, “Kamu boleh
makan sendiri, tapi selesaikan dulu nangisnya, ya.” Anak akan mengerti bahwa ia harus menyelesaikan tangisannya dulu baru bisa makan.

2. Pelukan Hangat

Menurut hasil penelitian dalam jurnal Psychosomatic Medicine, pelukan hangat dapat melepaskan hormon oksitosin. Hormon yang dapat membantu menghindarkan diri dari rasa sedih, marah dan emosi buruk, bahkan stres.

Oleh karenanya, saat anak sedang sedih dan dipeluk, anak akan merasa lebih rileks dan aman. Anak yang biasa dipeluk akan lebih mudah ditenangkan daripada yang jarang dipeluk.

Alih-alih membentak anak untuk diam atau bahkan melengos saat anak menjerit, rentangkan tangan anak dan ajak anak mendekat ke dada, lalu katakan, “Mau Bunda peluk?”

Anak yang dipeluk juga memiliki waktu untuk menenangkan dirinya sendiri.
Hal ini membuat anak jadi bisa merasakan emosinya sendiri sembari memahami bahwa ia boleh menangis saat sedih misalnya, namun ia harus meredakan diri jika sudah capek.

Jadi, sudahkah Anda memeluk buah hati hari ini?

3. Beri Pengertian

Memberi pengertian tidak bisa disamakan dengan memberi perkuliahan yang
panjang. Bukan dengan ngedumel panjang ala emak-emak dan tak selesai-selesai sampai si anak capek menangis.

Namun, biarkan saja dulu ia menangis saat keinginannya belum bisa dituruti sambil dipeluk. Katakan saja bahwa ada bunda di sini menemani.
Setelah tangisan selesai, berilah 1-2 kalimat sederhana untuk memberi
pengertian kenapa tidak boleh.

Misalnya Anda tidak suka ia meminta jajan dari abang jualan yang sering lewat. “Dek, kamu tidak boleh jajan itu. Bunda tidak tahu bahan makanannya apa saja.”
Jika si anak meminta alternatif, ajaklah ia memakan jajan yang sudah Anda
sediakan, atau ganti dengan buah kesukaannya.

4. Latih Terus dan Terus

Sekali, dua kali, tiga kali, Anda masih bisa bersabar. Namun, jika sikap anak
masih saja sama walaupun kita sudah memperingatkan sebelumnya, pasti kita merasa kesal. Begitulah anak, mereka butuh dibimbing terus menerus.

Kita saja sebagai orang dewasa sering melakukan kesalahan. Apalagi anak-anak. Bukankah berlatih terus menerus membuat sesorang ahli?

Nah, kita sebagai orang tua diberikan media belajar gratis dari Tuhan untuk mengelola kesabaran. Semakin banyak berlatih akan membuat kita semakin andal dalam pekerjaan ini,
membersamai buah hati.

5. Beri Apresiasi

Saat anak meminta melakukan sesuatu sendiri dan ia bisa melakukannya
(walaupun misalnya menuangkan minum ke gelas masih tumpah-tumpah), berilah ia apresiasi. Selain mengembangkan rasa percaya dirinya, anak akan dilatih untuk berjiwa pantang menyerah.

Saat kita sudah ikut campur mengambil
gelas untuk kita bantu isikan, anak akan merasa bahwa dirinya tidak bisa dan akan menanam pikiran bahwa ia harus selalu dibantu oleh orang tuanya.

Bukankah kita seharusnya bangga jika anak bisa melakukan keterampilan
hidupnya sejak dini? Nantinya, anak tak kaget jika harus mulai belajar semuanya sendiri dan bisa mengandalkan dirinya untuk situasi yang memerlukan
pemikiran cepat.

Baca juga: Aku, Ibu yang Buruk?

error: Content is protected !!