Cara Cegah Sembelit dengan Lidah Buaya

Pernah enggak merasa begah? Perut penuh dan berasa keras? Dibawa ke WC tapi enggak mau keluar juga? Rasanya enggak enak banget!

Bagi ibu yang multitasking, untuk merawat diri itu butuh perjuangan. Mencari me time di sela kerjaan rumah dan kantor, kudu pinter-pinter nyari celah.

Belum saat suami atau anak butuh bantuan, misalnya pas sakit. Apalagi daerah tempat saya bermukim sekarang lagi panas-panasnya. Jogja bagian selatan sedang kering dan berdebu. Wah, anak dan suami sakit gantian.

Nah, saya sebagai ibu dan istri malah enggak boleh sakit. Dan ini perlu banget jaga pola hidup yang bikin sehat. Ye kan?

Awal Mula Kena Sembelit

Saya seharian bisa duduk anteng di depan laptop. Entah membaca tulisan para writer, atau menyunting artikel website. Walau kantornya di rumah, tetep aja kerjaan kudu beres kan?

Nah, kelamaan duduk itu juga penyebab sembelit. Apalagi kalau asupan makanan sesuka gue. Jarang makan serat seperti buah-buahan. Huhuhu. Setelah banyak browsing, saya nemu tuh makanan alami untuk kesehatan pencernaan. Sembelit bisa distimulasi dengan jus lidah buaya.

Lidah Buaya dan Herbadrink
(Sumber: Dok. Dhita)

Manfaat Lidah Buaya bagi Kesehatan Pencernaan

Menurut alodokter.com, mengonsumsi jus lidah buaya bisa mencegah sembelit. Kandungan anthraquinones yang ada di dalamnya memiliki efek laksatif. Sayang, penggunaannya kudu super duper hati-hati. Keamanannya belum terbukti. Wah, hmm saya mikir lagi nih jadi apa enggak ya?

Lidah buaya ternyata menyebabkan kram dan nyeri perut kalau dikonsumsi berlebihan. Kandungan lateks dalam jumlah yang berlebihan juga bisa menyebabkan diare, gangguan ginjal, gangguan elektrolit, dan gangguan fungsi hati (alodokter.com). Hmm lebih ngeri ya?

Resep Minuman Lidah Buaya Praktis

Setelah browsing sana-sini lagi, saya nemu tuh cara gampang bikin minuman dari lidah buaya. Lidah Buaya Herbadrink Free Sugar. Caranya gampang tinggal larutin aja 1 sachet ke dalam gelas kira-kira 150 ml. Bisa pakai air panas atau air dingin.

Favoritku sih pakai air dingin. Apalagi tambah es. Seger banget di kala Jogja panasnya hot hot potato! Ini juga kesukaan suami saya sih. Es seger katanya. Emang enggak kerasa manis banget kayak sirup ya, soale free sugar. Tapi ini bisa banget buat penderita diabetes.

Ya jadi pengawas, jadi manajer, jadi planner. Ibu aktif mah apa aja ya diborong.
(Sumber: Dok. Dhita)

Segarnya Herbadrink Lidah Buaya

Minuman ini termasuk herbal alami. Dibuat dari resep tradisional dari Indonesia asli. Saya suka karena aman dengan proses teknologi modern. Pastilah sudah teruji klinis.

Yang suka natural, ini bahannya alami. Tanpa pengawet dan tanpa tambahan perisa. Enggak cuma Lidah Buaya nih yang sugar free, ada Herbadrink Sari Jahe Sugar Free, Sari Temulawak Sugar Free dan Chrysanthemum Sugar Free.

Kalau nyari yang varian reguler ada Sari Jahe, Temulawak, Kunyit Asam, Kunyit Asam Sirih plus Madu, Beras Kencur, Chrysanthemum, Kopi Ginseng.

Dalam Ibu yang Sehat Terdapat Jiwa yang Kuat

Menjadi ibu bekerja itu kudu strong. Mengonsumsi Lidah Buaya ini sangat membantu. Praktis dan NO ribet untuk kesehatan pencernaan. 

Selain pakai air es, bisa loh masukin kolang-kaling atau cincau. Ya seger, ya ngemil juga jadinya hahaha. Udah seger, pencernaan lancar, kan hati ibu senang ya. Bye bye perut begah!

Hari yang ambyar, tetep segar!
(Sumber: Dok. Dhita)

Kompetisi eSport Asia Pacific League Predator 2020 dan Triton 300

Online Qualifier II Asia Pacific League 2020 di Yogyakarta
(Sumber: Dokumentasi Dhita)

Siapa yang dulu zaman kecilnya main game? Dingdong? Gimbot? Tamagochi? Nintendo? Atau malah PS1? Tahun 90-an, saat SD, semua permainan tadi mengisi masa kecilku. Paling ampuh ya PS1. 

Bisa dibilang, game itu hiburan bagi para pelajar saat itu. Di saat weekend saja, aku boleh berpuas-puas menstimulasi jari jempol dan jari telunjuk juga tengah. Untuk apa? Ya mencet stick PS hehehe. 

Temen Masa Kecil, PS1
(Sumber: idntimes)

Dulu, aku enggak sampai mikir kalau sekarang bakalan ada main game dibayar. Makanya sih Ibu suka melarang main game, lah wong taunya emang cuma buat hura-hura!

Asia Pacific Predator League, Total Hadiah 5 Miliar Rupiah!

Lain dulu, lain sekarang. Para gamers profesional bermunculan. Bahkan ada perlombaan game yang hadiah totalnya sampai 400.000 USD! Namanya Asia Pacific Predator League. Di tahun ini, musim kedua dimulai bulan ini. Bagi yang mau mendaftarkan timnya untuk ikutan, bisa lewat predator-league.com.

Sumber: predator-league.com

Sekilas tentang Asia Pacific Predator League 2020, penyelenggaranya adalah Acer, lho. Selama 2018 dan 2019, kompetisi eSport ini sukses. Dari 10 negara yang ikut, kini sudah ada tambahan 7 negara. Bahkan ribuan tim dari negara di Asia Pasifik akan berpartisipasi. Wow! DOTA 2 & PUBG menjadi games yang dipertandingkan. 

Total 17 negara  ini antara lain Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, Vietnam, Australia, India, Singapura, Hong Kong, Macau, Japan, Korea Selatan, Taiwan, Mongolia, Sri Lanka, Bangladesh, dan Myanmar). Nantinya babak final akan dilangsungkan di Manila, Filipina tanggal 22 – 23 Februari 2020 di SM Mall of Asia Arena, Kota Pasay.

Nah, kemarin keseruan kami adalah acara nonton bareng bersama dengan Brand Ambassador Predator Gaming, caster dan acara komunitas. Acer mendatangi kota dengan julukan istimewa ini, sebagai kota pertama, bersama dengan komunitas gamers di kota ini menyaksikan live streaming final pertarungan team-team terbaik di Online Qualifier II.

Triton 300, Bikin Kamu Bisa Ngegame di Mana Pun

Ngomong-ngomong, bagi pada gamers, perangkat yang memadai dan lengkap untuk game jadi nomor satu. Apalagi gamer profesional. Dari situlah, Acer menciptakan satu-satunya laptop yang ringan tapi tetap unggul untuk para gamers. Namanya Triton 300.

Selain nonton bareng Online Qualifier Predator League 2020, Pak Andreas dari Acer juga ngenalin laptop gaming terbaru. Namanya Predator Triton 300 (PT315-51). Nama Predator ini punya filosofi menjadi pemangsa. BIar para gamers maksimal ‘memangsa’ para lawan dengan bantuan deretan perangkat gaming yang terlengkap, salah satunya produk dari Acer. 

Asli laptopnya tipis. Aku udah nyoba pegang dan foto bareng loh (aku sholawatin juga siapa tahu rezeki ye kan). Walau tipis, performa dan fiturnya tetep andalan. Dibungkus dalam desain kompak dengan solid metal chasing bikin laptop ini elegan.

Sholawatin ah biar dapet laptop ringan dan bagus buat nge-game ini.
(Sumber: Dokumentasi Dhita)  

Memiliki cooling system terbaik dengan 4th gen aeroblade 3D fan yang memiliki 59 bionic blade sehingga menghasilkan 45% airflow improvement. Hai kamu, gamers yang mobile, kamu bisa bertanding dari mana saja sekarang. Karena apa? Predator Triton 300 tetap nyaman dibawa ngegame ke mana-mana! Uhuy!

Laptop ini diperkuat oleh prosesor Intel® Core™ generasi ke-9 yang dipasangkan dengan NVIDIA® GeForce® GTX 1650 GPU, serta menawarkan pengalaman visual lebih imersif dan detail berkat 144Hz FHD IPS display, dan dual slot NVMe untuk solusi upgradeable yang lebih leluasa. Selain itu, Predator Triton 300 juga didukung teknologi RGB keyboard yang memberikan variasi warna yang keren saat dimainkan.

Saat ini juga merupakan kesempatan terbaik untuk mendapatkan perangkat gaming dari seluruh lini Predator melalui beragam promo yang berlangsung selama periode Predator League 2020. Promo unggulan antara lain cashback hingga Rp 2 juta, ataupun hadiah langsung berupa gaming gears untuk pembelian perangkat Predator Gaming tertentu.

Laptop gaming tipis Predator Triton 300 (PT315-51) telah ditawarkan mulai dari Rp16.999.000 disertai dengan bonus Predator Backpack. Yuk langsung klik di  http://acerid.com/predator ya, biar kamu dapat paling murah plus promo!

Acer, Predator League dan PS1

Kalau zaman dulu, aku main PS1 kudu ke rumah saudara sepupu yang jauh. Kini ada Triton 300 yang ngegamenya bisa dibawa ke mana aja. Enggak perlu ada TV kayak pake PS1. Enggak kudu ada PS1 yang dicolokin ke TV juga. Simpel banget.

Acer emang mantap bikin perangkat gaming satu kesatuan utuh. Kamu para gamers, kudu wajib punya produk dari Acer ini deh. Dijamin, pengalaman game kamu jadi lebih hidup!

Kisah Nyata: Pesta Dadakan dan Wafer Tumpuk

“Nanti sore ke rumahku ya. Ada pesta.”


Begitu kata mulut kecil berusia 9 tahun. Entah angin  apa yang membawanya membuat pesta kecil di rumahnya. Ibunya pasti akan  terkejut jika mengetahui putrinya tiba-tiba mengundang semua teman perempuan sekelasnya datang ke rumah.


Terlintas sebuah ide kreatif, walau sangat sederhana di pikiran penyuka boyband Westlife itu. Roti ulang tahun Wafer! Dengan cara menumpuknya, wafer akan menjadi bahan yang cocok untuk membuat suasana sore nanti meriah.


Digenggamnya uang beberapa ratus rupiah. Berjalanlah ia ke warung dekat rumah. Tak sampai 5 menit, ia sudah berada di ruang tamu dengan 2 bungkus wafer bermerek nama tarian latin.
Ini bagusnya pakai alas baki bunga sepatu itu, gumamnya. Dengan  berlari, ia mencari alas rotinya. Pasti nanti rotiku unik banget deh, pikir anak gadis berkulit sawo matang itu.


Wafer telah selesai ditumpuk. Persis bentuk piramida yang ada di Timur Tengah. Lilin putih sisa penerangan di kala mati listrik membuat hidangan itu pantas diberi nama roti ulang tahun. Setidaknya ini pantas bagi gadis kecil itu.


“Apa? Pesta? Kamu ngundang temenmu datang ke pesta ulang tahunmu?” Terkaget-kaget, ibu berusia kepala tiga itu membelalakkan mata. Ditatapnya putri kecil pertamanya. Ada sebuah harapan di sana.


“Ya, sudah. Nanti yang datang berapa orang? Kamu cuma bikin roti wafer ini aja?” tanya ibu sembari menunjuk roti unik piramid di meja ruang tamu.
“Teman cewek semua, Bu. Kira-kira 14. Iya, cuma itu.” Dhita, nama gadis kecil itu, tersenyum dan menampakkan giginya.


Menghela napas dan mengelus dada menjadi hal yang dilakukan Ibu Dhita. Tapi dengan sigap beliau menyuruh anaknya membelikan semua hal yang dibutuhkan untuk pesta.


Mungkin perempuan yang berprofesi Guru itu berpikir bahwa menyenangkan anak di usianya yang genap 9 tahun ini sekali-kali tak apa. Toh dia sudah bekerja keras mengundang semua temannya dan membeli dua bungkus wafer untuk menjamu mereka.


“Nih, sana, beli jajan. Tiga macam. Jumlahnya 14 ya masing-masing. Nanti Ibu bungkus pakai kresek, untuk oleh-oleh temanmu saat pulang.” Dhita bergegas lari ke warung tempat ia membeli wafer. Kali ini, dia memborong banyak.


“Dhita, selamat ulang tahun.” Azan Ashar baru selesai beberapa menit yang lalu. Satu per satu teman kelasnya datang membawa kado dan memberinya ucapan.

Tibalah di puncak acara, gadis tomboy penyuka celana pendek ini meniup lilin putihnya dengan rasa bahagia. Sebelumnya, anak perempuan berjumlah 14 menyanyikan lagu Selamat Ulang Tahun dengan  lirik akhir Tiup Lilinnya. Seperti pesta ulang tahun kebanyakan.


Fuuuhhh!
Tepuk tangan keras mengiringi matinya api lilin. Makan jajan dan minum es sirup menjadi penutup pesta kecil dadakan sore ini. Saat jarum pendek menunjukkan angka 5, teman-teman Dhita mulai pamit sambil membawa tentengan.


Ibu tersenyum bahagia melihat anaknya bahagia pula di pesta dadakannya itu. Kado yang sudah diberikan, ia buka satu per satu. Kado terunik yang dia buka adalah sabun mandi yang wangi seperti di iklan TV.



Dua puluh tahun yang lalu terlewati sudah. Aku mengingat lagi peristiwa yang memang paling unik di kala jumlah usiaku bertambah. Pada 20 tahu  yang lalu, aku tak berpikir banyak untuk membuat sebuah pesta yang kiranya sama dengan pesta ulang tahun kebanyakan.


Jika di usia ini ini aku memiliki ide kreatif lain, pastilah aku akan berpikir banyak untuk mewujudkannya. Apakah dananya mencukupi? Apakah aku harus mengundang semua temenku? Atau teman yang mana yang bakal aku undang?

Terlebih lagi, aku pasti akan berpikir untuk apa aku merayakan pesta ulang tahunku di usia 29 ini? Bahkan sudah hampir beberapa tahun ini, aku jarang sekali membuat pesta, bahkan untuk untuk anakku sendiri.


Akhirnya aku hanya memutuskan, melewatkan  semua pesta dan beralih mensyukurinya dengan mengapresiasi diri.

Kamu sudah bekerja dengan baik, Dhita!
Kamu sudah belajar banyak dari kehidupanmu.
Kamu selalu berjuang untuk lebih baik lagi.

Dan masih banyak lagi kalimat apresiasi untuk diri.
Mengapresiasi diri berarti mensyukuri nikmat Allah. Karena Dia, aku sekarang seperti ini.


Ehm, kali ini, aku punya ide kreatif juga sih sebenernya. Bukan pesta kejutan. Aku hanya meminta kedua laki-lakiku di rumah memotong rambutnya yang sudah panjang agar rapi. Itu saja. Semoga terkabul.

Kalau kalian, bagaimana menyikapi berkurangnya usia?

Bantul, 1 November 2019.

Tulisan ini untuk mengapresiasi diri yang bertumbuh di usia ini (29). Barakallahu fiik.

error: Content is protected !!