Cara Mengelola Keuangan UKM dan Keluarga untuk Ibu

“Financial Literacy is just as important in life such as the other basics”.

John W. Rogers, Jr.

Ke Mana Uang Usaha Kita?

“Duh, uang jualan yang kemarin di mana ya? Kok di dompet malah udah abis?”

Sounds familiar enggak, Bu? Uang jualan yang baru masuk dan buat muter beli stok, malah hilang tak bersisa. Aku pernah dan sering. Ternyata untuk mengelola usaha bagi ibu pemegang ekeonomi rumah tangga itu ada ilmunya sendiri.

Salahku juga sih, aku enggak serius juga memulai usaha. Tadinya aku nyoba cuma buat ngisi waktu dan alhamdulillah kalau ada untung. Bisa buat nambah jajab anak. Gitu aja. Tapi kok, lama-lama aku keteteran dan buntung.

Yuk bagikan tips mengelola keuangan kepada orang-orang tersayangdi sekitar Anda #IbuBerbagiBijak (Sumber: Foto pribadi)

#IbuBerbagiBijak, Talkshow dari Visa tentang Edukasi Finansial

Kemarin, aku tercerahkan banget. Alhamdulillah Visa sudah mengundangku menjadi peserta talkshow #IbuBerbagiBijak. Bahasannya cocok buat kita, Bu. Gimana sih cara ngelola uang usaha tapi kita pun ngelola uang rumah tangga?

Acara kemarin menghadirkan Prita Ghozy, edukator keuangan Indonesia. Belia enggak pelit ilmu loh. Makanya, di tulisan kali ini dan selanjutnya, aku bakal bocorin semua ilmu keren darinya. Ada juga Pak Noor Hafid, Kepala Bagian Industri Keuangan Non Bank OJK ikut berbagi cerita tentang investasi.

Tiga Kunci Mengelola Uang Usaha dan Uang Rumah Tangga (Pribadi)

Bahasan keduanya akan aku bagi jadi 3 (tiga) tulisan. Kali ini aku buka dulu dengan ilmu dari Mbak Prita. Setidaknya ada 3 kunci yang kusimpulkan dalam mengelola keuangan UKM.

Kunci pertama yang kudapat adalah, mau usaha apa pun, kita sebagai ibu jangan pernah bikin UKM yang enggak dapat untung! Mbak cantik Prita Ghozy menekankan ini.

Kalau dipikir-pikir, iya juga. Sebagai ibu, kita punya tanggung jawab mendidik anak dan mengurus rumah tangga. Misalnya kita sudah selesaikan prioritas di rumah dan perlu tambahan pemasukan, berarti kita harus serius.

Waktu, tenaga dan uang yang kita keluarkan untuk UKM kan di sela-sela me time, jadi harus berprofit.

Kunci kedua nih, yang tadi aku sebutkan, jangan mencampur uang UKM dengan uang dari suami. Catet! Lah, bukannya itu akhirnya jadi uang kita? Bener, tapi sesuai kunci pertama bahwa kita harus dapat keuntungan dari usaha, kita juga harus serius kelola keuangannya.

Itu berarti, memisahkan uang pun dilakukan dalam rangka merencanakan kelanjutan usaha kita. Pusing kan kalau mau beli stok untuk dijual lagi malah enggak ada uangnya? Bingung kan kalau mau ngitung modal dan untung (atau malah rugi) sudah oke atau belum jika uangnya enggak ada?

Kunci terakhir adalah mengelola keuangan dengan profesional. Ini nanti kita bahas selanjutnya di tulisan berikutnya ya. Bahasannya bakal lebih detail jika dibagi dua bagian. Tapi, aku akan bocorkan sedikit biar bisa membayangkan dulu.

Mengelola Keuangan UKM dengan Profesional

Pemateri Talkshow Visa (Sumber: Foto pribadi)

Seperti tajuk talkshow kemarin, bagikan tips-tips mengelola keuangan kepada orang yang tersayang, aku akan berbagi dengan cuma-cuma dengan kalian, Ibu. Semoga apa yang aku share bisa bermanfaat. Pelan-pelan ya bacanya, kosongkan gelas. Bismillah.

Ini semua materi dari Mbak Prita Ghozie. Aku coba tulis ulang apa yang kudapat. Bahasannya ada 5 bagian, yaitu:

  1. Tantangan Menjadi Pemilik Usaha
  2. Membuat Rencana Usaha
  3. Manajemen Keuangan
  4. Usaha dan Pribadi
  5. Tips untuk Womenpreneur

Tantangan Menjadi Pemilik Usaha

Yuk kita bahas nomor satu dulu. Apa sih yang menjadi tantangan para pemilik usaha? Setidaknya ada tiga tantangan:

  1. Mau Usaha Apa?
  2. Tidak Tahu Untung Versus Rugi
  3. Pertimbangan Lain

Ketiga tantangan itu jika dijelaskan lebih rinci akan menghasilkan ilmu awal memulai usaha. Usaha yang ingin dilakukan apakah merupakan hobi kita? Kalau mau dilakukan, ada enggak pasar atau marketnya nanti? Pas usaha, apakah kita suka dengan jam kerja kita nantinya?

Pertanyaan tadi kudu kita jawab agar kita bisa profesional nantinya. Setelah tantangan pertama, kita berlanjut ke tantangan kedua. Untung atau rugi?

Kadang, karena uang tercampur dengan uang suami, kita enggak tahu nih dapat untung atau buntung? Jadi kunci kedua dariku harus dilakukan, pisahkan keuangan. Kalau bisa punya masing-masing catatan arus kas, baik UKM maupun pribadi.

Lalu tantangan berikutnya, modal UKM dan biaya dari mana? Ini juga harus dipikirkan. Karena nantinya kita kudu mengembalikan modal itu atau bisa juga untuk mengmabangkan usaha kita. Apakah kita mau kerja sendiri atau gotong royong?

Tantangan-tantangan ini harus kita hadapi dan selesaikan untuk menjadi pelaku UKM yang profesional. Bahasan nomor 2 sampai 5, akan aku kulik lebih dalam di tulisan selanjutnya.

Sumber:

Talkshow #IbuBerbagiBijak tentang Edukasi Keuangan Visa oleh Prita Ghozie.

Terima kasih telah berkunjung dan berbagi komentar di dhitaerdittya.com