7 Cara Unik Menyapih ala Indonesia Ini Terkesan Horor

Dipublikasikan oleh dhita pada

Pernah terbit di Bernas.id – Yogyakarta

IMG_20181021_130802

Akhtar di Playground Perpustakaan Grhatama Yogyakarta

Indonesia sering terkenal dengan keunikannya. Dengan beragam suku, bahasa, dan agama menyebabkan munculnya kebiasaan yang bikin geleng-geleng kepala. Dari makanan unik yang pastinya sudah menjadi khasnya Indonesia, istilah unik yang digunakan masyarakat Indonesia, ada pula cara unik yang dipakai para nenek moyang untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satunya mengasuh anak. Banyak sekali mitos yang beredar di kalangan orang tua sebagai solusi parenting. Nyatanya, mitos tak semuanya buruk. Kemunculannya tak jauh dari perkembangan cara berpikir masyarakat saat itu. Misalnya, seseorang  dilarang duduk di depan pintu karena dapat membuatnya sakit. Bila dipikir lebih jauh, duduk di depan pintu akan menghalangi orang yang akan lewat. Seperti mitos, cara-cara kuno untuk mengasuh anak sampai saat ini juga masih beredar.  Salah satunya tentang cara para ibu menyapih anaknya dengan memakai hal-hal yang unik.

Menyapih dimaksudkan menghentikan anak menyusu. Selama ini, proses penyapihan difokuskan hanya soal anak, terutama tentang cara agar anak berhenti menyusu. Padahal, bagi para ibu, pemberian ASI kepada anaknya tidak hanya soal kebutuhan perut. Lebih dari itu, memberi ASI menciptakan ikatan batin antara ibu dan anak. Kadang anak rewel saat menyusu dikarenakan ibunya sedang memikirkan masalah.

Menyapih tidak segampang pengertiannya. Menghetikan anak menyusu melewati banyak proses. Anak yang rewel, ibu yang tidak sabar, dan ilmu yang kurang dan akhirnya berujung pada penyapihan yang terhambat. Cara-cara unik yang dapat dipakai pun akhirnya bermunculan. Di bawah ini, terdapat tujuh cara unik menyapih ala Indonesia yang terkesan horor.

1. Dioles lipstik

Cara pertama ini yang sering dipakai oleh ibu untuk membuat anaknya berhenti meyusu. Lipstik yang berwarna merah dioles disekitar puting. Ibu akan memberi tahu sang anak bahwa ibunya sakit dengan menunjukkan warna merah di putingnya.

2. Dioles empedu ikan

Ini merupakan strategi dengan memberi rasa pada putting, dan diharapkan anak menjadi tidak mau menyusu karena pahit. Selain empedu ikan, brotowali dapat menjadi cara lain meberi rasa pahit.

3. Dipasang plester

Seperti cara pertama, plester memberi kesan bahwa terdapat luka di puting dan anak tidak dapat menyusu lagi.

4. Diberi obat merah

Biasanya, untuk memberi kesan kuat, pemakaian kapas yang diberi obat merah akan ditambah untuk cara nomer tiga.

5. Dioles sambal

Mengoles sambal dapat menimbulkan rasa pedas. Anak-anak biasanya tidak suka kepedasan, maka cara ini dapat dipakai agar anak kapok menyusu.

6. Olesi dengan minyak kayu putih

Cara ini hampir sama dengan cara nomor lima. Rasa kuat di minyak kayu putih akan membuat anak berhenti menyusu.

7. Menempelkan celana dalam kotor suami

Ini cara terekstrem dan kesannya menjijikan. Namun, masih ada yang menyarankan memakai cara unik ini. Anak diharapkan tidak menyusu lagi saat mencium bau dari celana dalam ayahnya.

 

Kembali lagi kepada tujuan menyapih dalam rangka mengeratkan ikatan bati anak dan ibu, tujuh cara tersebut tidak direkomendasikan. Apapun itu, menyapih adalah soal dua perasaan, yaitu anak dan ibu. Kenapa ibu juga? Karena ibu yang jiwanya sehat, tentu melahirkan anak yang sehat pula. Memperbanyak ilmu dalam mengasuh anak diharapkan agar para ibu tidak tersesat memakai cara-cara unik di atas.

Kategori: Parenting

dhita

Seorang ibu dengan dua kesatria. Guru anak-anak. Berkarya dari rumah. Sedang belajar less waste, apalagi plastik.

13 Komentar

Riana Dewie · 11 Maret 2019 pada 7:39 pm

Hahahaha poin 7 baru aku denger mbak. Lumayan bikin ngakak yaaaa 😆😆😂😂 menarik mbak tulisannya

yustrini · 11 Maret 2019 pada 8:24 pm

Baru tahu ada 7 cara yang cukup horor ini, ha, ha ,ha..terutama yg no. 5-7 benar-benar hororrrr!!! Ha,haa…

Mei · 11 Maret 2019 pada 9:12 pm

kalau di tempat kami dulu diolesi daun patroli (entah ya bahasa Indonesianya apa, sejenis akar-akaran memanjang gitu), rasanya pahit, jadi anak2 pada gak mau tuh menyusu lagi sama mamanya

Stafana Charis | www.stafana.com · 12 Maret 2019 pada 7:17 am

Dioles bawang merah lebih cepat menurut saya. Kalau sambal bikin puting panas

Wiwin Pratiwanggini · 12 Maret 2019 pada 8:08 am

Memang ekstrim semua itu. Malah kasihan si anak tentunya. Cobaaaa kalo si ibu yang merasakan semua ituuuu..

ismyama · 12 Maret 2019 pada 8:58 am

Wah jijai semuanya. Hehe. Aku anak pertama agak trauma penyapihan kayaknya. Dia tidur sama org lain tp dibacain buku gitu. Padahal sebenarnya msh pgn nyusu=(. Anak kedua tanpa disapih udah menyapih diri sendiri.

arry wastuti · 12 Maret 2019 pada 2:44 pm

Mbak, pas bagian no 7 aku ngakak gak brenti2. Asli horor banget itu mah. Wkwkkwkwk

dismonimo · 12 Maret 2019 pada 10:24 pm

Kata ibu, bisa juga diolesin madu mb kalau anaknya nggak suka manis. Eh tapi nggak horror ya. Ehe

tamasyaku.com · 12 Maret 2019 pada 11:56 pm

Widiwwww horor ya cara2nya, kalau mamaku dulu nyapih adekku paling diplester atau dikasih injet biar merah2. Kalau teknik yg skrg ada menyapih dengan cinta.

ririekhayan · 13 Maret 2019 pada 5:12 am

Cara menyapih yg nomer 1, 3 dan 4 sdh sering dengar dr ceritanya teman-teman dan saudara.

Utk cara lainnya, baru tahu ini, terlebih yg pakai diolesi sambel itu, gak kebayang panas/pedasnya.

Nisya Rifiani · 13 Maret 2019 pada 8:25 am

Duh, ada gitu cara-cara kayak gitu… udah jadul banget yaa…
Tahun udah maju, semoga cara nyapih jaman now makin modern

agatavera · 13 Maret 2019 pada 9:08 am

Wah cara yang unik ya mbak, tapi kalau jadi ibu2 nanti aku tak mau mnyapih menggunakan mitos kasih pengertian aja ke anaknya walau pakai drama2 hahahah

    dhitaerdittya · 29 Maret 2019 pada 3:12 pm

    Iya Mbak. Sebisa mungkin sudah selesai dengan diri sendiri, nanti insyaallah lancar.

Terima kasih telah berkunjung dan berbagi komentar di dhitaerdittya.com