Wujudkan Anak Unggul Indonesia dengan Modul IYA BOLEH Dancow

Dipublikasikan oleh dhita pada

Pernah enggak sih terpikir karena rasa protektif kita sebagai orangtua, lalu kita lebih suka ngelarang hal-hal yang anak minta untuk bermain? Misalnya nih, anak lagi suka nggali tanah, lalu dia pakai tangannya sampai warnanya hitam-hitam? Hihihi. Boleh enggak?

Ada orangtua yang jawab Boleh. Ada juga yang enggak ngebolehin. Bisa dipastikan, semua orangtua sayang anaknya. Semua orangtua pasti punya alasannya masing-masing sesuai tujuan pengasuhan keluarga.

Kali ini, kita bahas tentang orangtua yang bolehin aja ya. karena membolehkan itu udah good, but ada hal lain yang perlu disiapkan untuk menuju good ini.

Jadi, selamat dulu nih bagi orangtua yang sudah mau memndukung kebebasan anak bereksplorasi. Dari jawaban IYA BOLEH, kita sudah membuat anak mengembangkan kecerdasan. Tapi, apa iya kita cuma kasih jawaban saja tanpa ada persiapan?

Sebelum kembali ke persiapan, kita ngomongin tentang masa depan suatu bangsa yuk. Dari sumber modul sejuta iya boleh, hal ini ditentukan dari seberapa unggulnya kualitas generasi penerus, termasuk populasi anak.

Apa itu sih Modul Sejuta Iya Boleh? Nanti kita bahas di paragraf terakhir yaa.

Sumber: Modul Iya Boleh

Persiapan anak bebas bereksplorasi dimulai dari tiga pilar utama, yaitu:

Stimulasi

Untuk hal ini, stimulasi anak sesuai usianya. Tiap usia akan berbeda-beda masa tumbangnya (tumbuh kembang).

Dala hal kesehatan fisik, awasi tinggi anak saat usianya 1 tahun. Di sini, anak-anak akan mengalami fase tinggi badannya 1/2 dari masa dewasanya. Pada saat usia ini pun, otaknya mulai berkembang. Dia akan mencapai 80% saat anak 2 tahhun dan terus meningkat pada saat usia 5 tahun sebesar 10%.

Kita dapat mendukung eksplorasinya dengan stimulasi sebagai berikut:

Masa 1 Tahun: ajari anak bermain balok susun, mendengar dan menjawab pertanyaan anak.

Masa 3 Tahun ke atas: ajari anak mencuci tangan dan kaki, ajari anak huruf alfabet, dan ajari anak berlari dan bermain bola.

Usia 5 tahun ke atas: ajari anak bermain sepeda, bantu anak menuliskan namanya, dorong anak membantu pekerjaan rumah.

Cinta


Cinta paling utama adalah dari orangtuanya. Bonding kita dengan anak sangat mempeengaruhi. Biarkan anak belajar lebih banyak. Alih-alih melarang dia bermain tanah, mending kita siapkan secara aman. Jika usianya sudah melepas fase oral (ditandai dengan tidak memasukkan sesuatu ke mulutnya), orangtua bisa ikut menemani anak saat dia bermain. Malah, dukungan orantua yang seperti ini yang dibutuhkan.

Setelah anak sudah terbiasa mencoba, skillnya terasah. Baik skill motorik halus dan motorik kasar meingkat. Anak semakin cerdas karena bebas bereksplor.

Di saat skill motorik meningkat, anak akan fight. Kepercayaan dirinya akan ikut meningkat. Apa yang dia bisa lakukan, akan dia lakukan tanpa disertai kekhawatiran orangtua. Pernah enggak merasa anak ‘kesetrum’? Orangtua badmood, anak ikut rewel. Nah, ini akan terjadi sebaliknya dalam hal positif.

Nutrisi

Tantangan kita saat ini adalah penyakit yang mengancam anak. Dari penelitian, sebanyak 41,9% anak usia 1-4 tahun menderita ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Atas). Selain ISPA, diare mengancam anak rentang usia ini sebanyak 12,2%. Sebagaimana yang kita tahu, kejadian infeksi yang berulang akan menghambat tumbuh kembang mereka.

Maka, nutrisi yang seimbang merupakan kunci untuk membersamai anak menjadi Anak Unggul Indonesia. Misalnya, probiotik sebagai nutrisi perlindungan bisa didapat dari lactobacillus rhamnosus akan membantu lindungi saluran pernapasan, daya tahan tubuh dan juga saluran cerna.

Untuk memberi makanan bakteri probiotik tadi, inulin berperan besar sabagi prebiotik. Dengan adanya kedua hal tadi, risiko ISPA turun 37%, daya tahan tubuh mrningkat dan risiko diare turun sampai 63%.

Nah, semua manfaat ini bisa kita dapatkan di Netsle Dancow Advanced Excelnutri 1+, 3+ dan 5+. Baru-baru ini, 1 juta orangtua telah menyetujui untuk katakan IYA BOLEH. Dancow pun merespon bangga dengan meluncurkan Modul “Iya Boleh untuk Anak Unggul Indonesia”. Kita bisa mengakses secara online di sini.

Halaman dancow.co.id/dpc
BIsa login dulu, lalu aktivasi by email.

Selain modul, kita bisa mengecek sejauh mana pertumbuhan dan perkembangan anak, stimulasi yang kita bisa lakukan sesuai usianya apa aja, bagaimana kita mencintai anak kita pun dibahas di sana.

Tanggal 8 April 2019 kemarin, saya diundang untuk ikut membagikan informasi ini kepada semua orangtua. Acara dimeriahkan oleh berbagai adik-adik dengan tariannya. Selain itu, ada acara talkshow membahas tentang modul ini.

Asyiknya, dalam laman dancow.co.id, ada kuesioner yang bisa kita isi sesuai apa yang sudah dilakukan anak. Nah, ini hasil dari observasi Akhtar (3 tahun 10 bulan).

Alhamdulillah.

Ayah Bunda juga mau ikutan? Cus langsung ke www.dancow.co.id. Temnukan panduan kita sebagai orangtua, biarkan anak bereksplorasi dengan aman, dan terus pantau tumbuh kembangnya. Jadilah anak unggul Indonesia ya, Nak!


dhita

Seorang ibu dengan dua kesatria. Guru anak-anak. Berkarya dari rumah. Sedang belajar less waste, apalagi plastik.

18 Komentar

Wiwin Pratiwanggini · 10 April 2019 pada 6:50 am

Hiksss… maksudnya mrotek anak supaya “aman dan baik-baik saja”, tapi ternyata itu justru tidak baik. Bersyukur ada gerakan Iya Boleh yang dilanjutkan dengan peluncuran modul ini, jadi punya acuan untuk tumbuh kembang anak.

    dhita · 12 April 2019 pada 7:10 pm

    Benerarn modulnya lagi aku butuhin Mbak ini. Soale lagi mulai extra eksplor banget anakku. Hihihi

Sulis · 10 April 2019 pada 7:25 am

Keren ya acaranya dancow. Nggak nyesel ikut event ini..anakku seneng banget… Smoga tahun depan, jogja kebagian lagi yaa..

    dhita · 12 April 2019 pada 7:09 pm

    Aamiin, nanti kita meet up lagi yaa. Insyaallah

Mei · 10 April 2019 pada 11:31 am

bagus ya programnya, dapat mendorong kreatifitas anak dan membiarkan anak mengeksplor kemampuannya, selain itu juga mendorong rasa percaya diri anak karena merasa dihargai sama orangtuanya dengan diberikan kesempatan untuk melakukan apa yang dimau

    Miss Riana · 10 April 2019 pada 3:06 pm

    Acaranya asik banget ya mbak. Evennya bikin emaknya makin pinter cara mendidik bocah, juga arena Playground nya yg bikin anak betah gak mau pulang. Hihihi.

      dhita · 12 April 2019 pada 7:07 pm

      Alhamdulillah. Seneng banget bisa ikut program ini.

    Agata Vera · 12 April 2019 pada 2:22 pm

    Padahall yang paling nggegemesin adalah kalau anak2 gk mendapatkan kata iya boleh dri emaknya pasti terus nanya alasannya kenapa dan pertanyaan bisa panjang dan diulang2 kwkkwkw

      dhita · 12 April 2019 pada 7:04 pm

      Hahaha pengalaman. Emang Mbak, malah nambah daftar kerjaan Mamak

    dhita · 12 April 2019 pada 7:08 pm

    Yes, Mbak. Karena dihargai itu kebutuhan semua orang yaa, apalagi anak-anak

Elisabeth Murni · 10 April 2019 pada 10:08 pm

Saya malah lupa belum coba isi kuesionernya, ntar ah dicoba. Kemarin baru download modulnya aja.

    dhita · 12 April 2019 pada 7:07 pm

    Sip, Mbak. Renjana keknya lulus kok. Insyaallah.

Sapti nurul hidayati · 10 April 2019 pada 10:29 pm

Betul mb…yang penting diarahkan dan diawasi ya..biar tetap bisa belajar dan aman. Tfs mb. .

    dhita · 12 April 2019 pada 7:06 pm

    Yes, mbak. Sami-sami

vika · 11 April 2019 pada 1:41 am

Mantul mba programnya, biar anak tambah kreatif dengan dukungan orang tua

    dhita · 12 April 2019 pada 7:06 pm

    Alhamdulillah, bisa ikutan launching modulnya.

Nisya Rifiani · 11 April 2019 pada 3:01 am

Model parenting “iya boleh” ternyata bagus banget buat perkembangan anak, mengajarkan kebebasan tapi tetap bertanggung jawab

    dhita · 12 April 2019 pada 7:05 pm

    Iya. Setauku kalau dari Montessori yang paling menguatkan ini teorinya. Cuma, nanti kudu tau batasannya aja.

Terima kasih telah berkunjung dan berbagi komentar di dhitaerdittya.com